Menuju konten utama

dotHub Space Resmi Dibuka dengan Pameran "Ngariung" Bandung

Peresmian dotHub Space sebagai ruang kolaboratif dibarengi dengan pameran 69 karya seniman dan desainer dari berbagai kota di Indonesia serta Jepang.

dotHub Space Resmi Dibuka dengan Pameran
Dia.Lo.Gue Artspace Bandung resmi dibuka, Sabtu (29/11/2025). foto/istimewa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - dotHub Space resmi dibuka pada Sabtu (29/11/2025) bertepatan dengan perayaan 15 tahun perjalanan Dia.Lo.Gue Artspace. Ruang kolaborasi kreatif ini berlokasi di Jl. Boulevard Teknopolis No. 1, Gedebage, Bandung. Dalam peluncuran perdananya dotHub Space menampilkan pameran seni “Ngariung” yang menyajikan 69 karya seniman dan desainer dari berbagai kota di Indonesia serta Jepang.

Pameran “Ngariung” dapat dikunjungi mulai 29 November 2025 hingga 28 Februari 2026. Pameran ini diharapkan menjadi ruang temu gagasan yang mendorong perkembangan praktik seni di Indonesia. Kehadiran dotHub Space mempertegas komitmen Dia.Lo.Gue dalam memperluas akses publik terhadap seni, desain, dan budaya.

dotHub Space diposisikan sebagai fasilitas kreatif yang menghadirkan pendekatan kolaboratif lintas disiplin. Konsep kuratorial “Ngariung” menekankan nilai pertemuan dan pertukaran gagasan. Tema yang secara harfiah berarti berkumpul tersebut digunakan sebagai kerangka untuk mempertemukan praktik dan perspektif yang beragam dalam satu ruang.

Acara peresmian dihadiri tokoh seni serta pemangku kepentingan, termasuk Sunaryo, Founder SSAS dan seniman patung kontemporer, serta Herman Nagaria, Direktur Business & Property Development Summarecon Bandung. Keduanya menilai dotHub sebagai ruang strategis yang dapat memperkuat ekosistem kreatif di wilayah Bandung Timur.

“dotHub akan menjadi katalis bagi penguatan jejaring kreatif Bandung. Ruang ini diharapkan menjadi titik temu bagi berbagai disiplin untuk bertemu dan berkembang,” ujar Sunaryo pada Sabtu.

Kurator Mitha Budhyarto menjelaskan bahwa Ngariung dihadirkan sebagai ruang perjumpaan yang jujur, tempat berbagai praktik dapat berdampingan tanpa tuntutan mutlak. Sementara Krishnamurti Suparka, Kurator, menyebut tema Ngariung sebagai pendekatan yang membuka ruang kedekatan antar-karya sehingga makna baru dapat muncul dari interaksi lintas disiplin.

Herman menegaskan bahwa dotHub dihadirkan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang kreatif yang inklusif dan progresif.

dotHub Space merupakan kolaborasi antara Hermawan Tanzil, pendiri LeBoYe Design dan Dia.Lo.Gue Artspace, serta Tan Tik Lam, pendiri Tan Tik Lam Architect (TTLA) dan Local Architecture Bureau (LAB). Tan Tik Lam menjelaskan bahwa riset kuratorial dilakukan selama satu tahun untuk menentukan arah ruang dan konten pameran.

“Kami melakukan riset sederhana selama satu tahun. Hari ini menjadi bentuk realisasi dari embrio gagasan yang telah kami bangun sejak awal,” ujar Tan.

Hermawan menambahkan bahwa dotHub merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Dia.Lo.Gue dalam memperkuat ruang dialog antara publik dan praktik seni. Ia menilai bahwa setelah 15 tahun perjalanan, kebutuhan ruang kolaboratif lintas disiplin semakin mendesak seiring berkembangnya ekosistem kreatif.

Peluncuran dotHub turut mendapatkan dukungan dari pelaku industri kreatif. Adi Reza Nugroho, Co-Founder & CEO MYCL, menegaskan komitmen perusahaan memperkuat ekonomi sirkular melalui pemanfaatan material berkelanjutan. Founder Smiljan, Rahmat Indrani, menyebut dukungan tersebut sebagai bagian dari konsistensi menghadirkan ruang kreatif adaptif. Sementara Pipih Priyatna, Founder Lawang Lengkung, menilai dotHub sebagai peluang memperluas akses publik Bandung Timur terhadap seni.

Dengan dibukanya dotHub Space, Dia.Lo.Gue mempertegas komitmennya dalam memperkuat ekosistem kreatif Bandung melalui penyediaan ruang kolaboratif yang inklusif, progresif, dan relevan dengan kebutuhan kreatif masa kini.

Baca juga artikel terkait KARYA SENI atau tulisan lainnya dari Tirto Creative Lab

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Tirto Creative Lab
Editor: Tirto Creative Lab