Menuju konten utama

Direktur BEI Sebut IHSG Merah Imbas Panic Selling

Iman meminta investor agar tidak panik sehingga menjual kepemilikan sahamnya. Dia yakin transparansi yang akan berlangsung merupakan langkah positif.

Direktur BEI Sebut IHSG Merah Imbas Panic Selling
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (27/10) ditutup melemah 154,57 poin atau 1,87 persen ke level 8.117,15. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman berujar, koreksi atau penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Rabu (28/1/2026) merupakan buntut fenomena panic selling.

"Hasil dari apa yang terjadi hari ini, memang ada, menurut saya [karena] panic selling," tuturnya saat konferensi pers di kantor BEI, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Menurut Iman, kepanikan investor tersebut disebabkan dua hal. Pertama, pasar merespons keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan proses rebalancing indeks saham Indonesia. Karena hal tersebut, tidak ada penambahan atau pengurangan konstituen saham dalam negeri dalam indeks MSCI.

Kata dia, pembekuan rebalancing tersebut membuat pasar kehilangan kepastian soal perubahan bobot/komposisi saham Indonesia dalam indeks MSCI.

Faktor kedua, kata Iman, berkaitan dengan perubahan metodologi perhitungan free float yang diterapkan MSCI. Utamanya, terkait data kepemilikan saham di bawah lima persen.

Namun, hal tersebut tak sepenuhnya buruk, lantaran jadi ada perhatian dari MSCI Inc terkait transparansi dari saham pre-vote di bawah lima persen.

"Kami juga berterima kasih justru bahwa dengan adanya surat tersebut [dari MSCI Inc] menjadikan ada pihak yang meminta transparansi atas data kita yang free float di bawah lima persen," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Iman meminta investor agar tidak panik sehingga menjual kepemilikan saham masing-masing. Iman meyakini transparansi yang akan berlangsung merupakan langkah positif untuk MSCI Inc maupun pasar Indonesia.

"Jadi, kita bicara ini adalah transparansi data yang baik juga buat industri pasar modal kita. Jadi, kita bicara bukan karena ini permintaan MSCI kita akan penuhi tidak, tapi kami melihat ini ada positif side," sebutnya.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Alfons Yoshio Hartanto