tirto.id - Seorang siswi SMA bernama Elmi Febrianti (17) ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dan tenggelam di kawasan wisata Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan pada Minggu (7/6/2026). Ia disebut terjatuh dan terseret ombak ketika sedang berfoto di kawasan tersebut.
Video detik-detik sebelum Elmi terjatuh dan juga video saat Elmi terombang-ambing di laut beredar luas di media sosial. Dalam video saat Elmi terjatuh, tampak ia masih berusaha untuk meminta pertolongan dan berupaya agar tetap dapat menyelamatkan diri.
Dari video yang beredar pula diketahui jika di wisata Appalarang terdapat sebuah kayu yang menjulang di tepi tebing. Kayu tersebut kerap digunakan sebagai spot foto bagi para wisatawan.
Kronologi Siswi SMA Tewas saat Berfoto di Wisata Appalarang
Pada Minggu, 7 Juni 2026, sekitar pukul 14.30 WITA, seorang siswi SMA bernama Elmi Febrianti (17) berkunjung ke kawasan wisata Apparalang yang terletak di Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Elmi datang bersama keluarganya untuk berlibur.
Saat berada di lokasi wisata tersebut, Elmi bersama seorang temannya mendatangi salah satu spot foto yang berada di area tebing menghadap laut. Ketika sedang berfoto di pinggir tebing, tiba-tiba ombak besar menghantam area tempat korban berdiri. Hantaman ombak tersebut menyebabkan Elmi kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke laut dari tebing yang cukup tinggi.
Setelah terjatuh, korban terlihat masih berusaha bertahan di tengah laut. Berdasarkan rekaman video yang kemudian beredar luas di media sosial, Elmi tampak beberapa kali mengangkat tangan dan berteriak meminta pertolongan sambil terombang-ambing oleh arus dan gelombang laut.
Sejumlah pengunjung yang berada di lokasi menyaksikan langsung kejadian tersebut. Namun, diduga karena posisi korban berada jauh di bawah tebing yang curam dan kondisi ombak cukup kuat, tidak ada seorang pun yang dapat segera memberikan pertolongan. Korban kemudian semakin terseret arus hingga akhirnya tenggelam dan hilang dari pandangan.
Setelah laporan diterima, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, unsur penyelamat, dan pihak terkait lainnya segera melakukan operasi pencarian. Tim menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu karet, sedangkan tim lain melakukan pencarian melalui jalur pesisir pantai.
Upaya pencarian berlangsung selama berjam-jam sejak sore hingga malam hari dengan fokus pada area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban akibat arus laut.
Setelah hampir sembilan jam pencarian, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban pada Senin, 8 Juni 2026 dini hari sekitar pukul 00.10 WITA.
Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia mengapung di laut.Lokasi penemuan korban berada sekitar 1,5 kilometer dari titik awal korban diduga terjatuh dari tebing wisata Apparalang.
Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke fasilitas kesehatan setempat untuk penanganan lebih lanjut. Setelah proses identifikasi dan penanganan selesai dilakukan, jenazah Elmi kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id






























