Menuju konten utama

WNI yang Tewas Ditikam di Hokkaido Jepang adalah Pekerja Migran

Kemlu memastikan WNI yang tewas ditikam di Hokkaido, Jepang, adalah pekerja migran. Pelaku sesama WNI telah ditangkap. KBRI Tokyo mengawal kasus ini.

WNI yang Tewas Ditikam di Hokkaido Jepang adalah Pekerja Migran
Ilustrasi Senjata Tajam. foto/istockphoto

tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan bahwa korban penikaman brutal di kawasan Chitose, Prefektur Hokkaido, Jepang bernama Sri Rahayu merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Plt. Direktur PWNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan korban sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit sebelum meninggal dunia. Kini, peristiwa ini sudah ditangani oleh KBRI Tokyo.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh KBRI, korban sempat dibawa ke rumah sakit setempat, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia. Adapun korban diketahui merupakan seorang PMI,” ujar Heni dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

Heni menyebut dalam peristiwa itu juga dilaporkan adanya seorang polisi Jepang dan seorang WNI lain yang mengalami luka di lokasi kejadian.

“KBRI Tokyo telah berkomunikasi dengan Kepolisian Chitose dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas korban selaku PMI,” tuturnya.

Adapun saat ini, telah dilakukan penangkapan dan penahanan pelaku oleh Kepolisian Chitose.

“Kementerian Luar Negeri c.q. KBRI Tokyo dan Dit. PWNI akan terus memantau perkembangan penanganan kasus yang dilakukan oleh Kepolisian, serta kemungkinan rencana pemulangan jenazah ke Indonesia,” kata dia.

Untuk diketahui, seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Sri Rahayu (21) tewas setelah menjadi korban penikaman brutal di kawasan Chitose, Prefektur Hokkaido, Jepang, pada Kamis (4/6/2026) malam.

Pihak Kepolisian Prefektur Hokkaido telah menangkap pelaku yang juga merupakan sesama WNI berinisial MALA (27), yang secara tragis mengakui sengaja menikam korban karena berniat membunuhnya.

Mengutip Japan News, Sekitar pukul 21.10 pada hari Kamis (4/6/2026), layanan darurat menerima laporan dari seorang pejalan kaki tentang "seorang pria membawa pisau dapur" di trotoar di Chitose.

Ketika petugas dari Polsek Chitose, Kepolisian Prefektur Hokkaido, tiba di lokasi kejadian, mereka menemukan seorang wanita Indonesia berusia 21 tahun yang menderita beberapa luka tusukan, termasuk luka di bagian perutnya.

Ia dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Tersangka bernama Mahmudi Agung Laksana Aji yang juga warga negara Indonesia. Polisi menduga, korban dan pelaku saling mengenal. Tersangka mengaku sebagai karyawan paruh waktu yang tinggal di Prefektur Chiba.

Seorang petugas polisi laki-laki dari Kantor Polisi Chitose mengalami luka sayatan di tangan dan kakinya saat menangkap tersangka. Seorang kenalan laki-laki korban juga terluka dan dibawa ke rumah sakit.

Para penyidik meyakini tersangka dan korban saling mengenal. Selama interogasi, tersangka dilaporkan mengakui tuduhannya, dan mengatakan kepada polisi, "Saya menikamnya karena saya berniat membunuhnya."

Insiden tersebut terjadi di area perumahan sekitar 1,8 kilometer barat laut Stasiun JR.

Baca juga artikel terkait WNI DI JEPANG atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Dipna Videlia Putsanra