tirto.id - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengaku tidak mempermasalahkan kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa yang memutuskan untuk menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di lima himpunan bank milik negara (Himbara). Apalagi, jika penggunaan dana yang sebelumnya ditempatkan pada rekening pemerintah di bank sentral tersebut jelas dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dalam hal ini, dia meyakini dana SAL yang dipindahkan dari kantong BI ke perbankan memang dimaksudkan untuk menambah dana pihak ketiga (DPK) di bank-bank BUMN.
"Jadi, memang dana SAL itu kan digunakan untuk menambah DPK. Jadi, buat kami nggak masalah sepanjang memang tujuannya jelas," kata Destry usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di hadapan anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Koordinasi Lintas Lembaga KSSK Antisipasi Dampak Likuiditas
Destry mengaku, pihaknya telah bertemu dengan Purbaya untuk membahas penempatan dana SAL di Himbara. Bahkan, pembicaraan juga sudah berlangsung di antara anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) – Kementerian Keuangan, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Koordinasi ini menjadi penting, karena penempatan dana SAL nantinya akan berdampak pada jumlah uang beredar di masyarakat.
"Juga ada koordinasinya, karena kan artinya itu akan memengaruhi nanti di uang beredar," katanya.
Tidak hanya itu, kebijakan Penempatan Uang Negara (PUN) juga akan langsung berpengaruh kepada kebijakan fiskal di Kementerian Keuangan dan kebijakan moneter lainnya di BI.
"Tim teknis sudah duduk bareng sekarang. Semuanya, BI, OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS," sambung Destry.
Antisipasi Pengetatan Likuiditas Bank Mandiri hingga BTN
Mantan Deputi Gubernur Senior BI itu juga memastikan, melalui koordinasi antara anggota KSSK, ia juga sudah meminta Purbaya untuk menginformasikan rencana penarikan dana dari Himbara jauh-jauh hari. Langkah ini menurutnya patut dicermati, karena penarikan dana SAL dari Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI dan BTN dikhawatirkan akan memperketat likuiditas perbankan.
"Saat mau ditarik, itu pun juga kan kami sudah diberitahu jauh-jauh hari. Jadi, intinya itu semua tergantung koordinasinya," pungkas Destry.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































