Menuju konten utama

Delpedro Tantang Parpol Bela Demonstran yang Ditangkap Polisi

Apabila partai politik memiliki komitmen untuk membela kepentingan rakyat, harus berani membela demonstran yang tengah menjalani proses hukum.

Delpedro Tantang Parpol Bela Demonstran yang Ditangkap Polisi
Delpedro Marhaen usai menjalani persidangan dengan agenda eksepsi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025). tirto.id/Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Lokataru Foundation yang juga terdakwa dalam kasus dugaan penghasutan demonstrasi Agustus 2025, Delpedro Marhaen, menantang para petinggi partai politik untuk membela para demonstran yang saat ini ditangkap.

Delpedro menegaskan apabila partai politik memiliki komitmen untuk membela kepentingan rakyat, mereka harus berani membela demonstran yang tengah menjalani proses hukum.

“Kami juga mau menantang para ketua partai yang punya komitmen terhadap rakyat. Sekarang kita lihat mana partai-partai politik yang berani bersuara membela para demonstran? Nggak ada,” kata Delpedro, usai menjalani persidangan dengan agenda eksepsi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, partai politik tidak pernah membela kepentingan rakyat termasuk para demonstran. Padahal, baginya partai politik-lah yang memicu demonstrasi pada Agustus lalu. Delpedro menyebut, saat ini partai politik tengah diuji, apakah mereka berpihak kepada rakyat atau justru pihak lain.

“Jadi partai-partai politik ini kita lihat tidak pernah berpihak kepada kepentingan rakyat sementara yang menjadi sumber masalahnya pada saat Agustus lalu adalah mereka gitu. Jadi, ini ujian bagi para partai politik,” sebutnya.

Delpedro juga meminta aktor-aktor yang terlibat dalam demonstrasi yang berujung kericuhan pada Agustus lalu itu untuk diungkap ke publik.

Demonstrasi Agustus yang disebutnya merupakan peristiwa politik, pasti melibatkan aktor-aktor yang memiliki otoritas di baliknya. Sehingga, menurutnya tidak adil apabila hanya para demonstran yang ditindak secara hukum.

“Karena selama ini yang diadili kan cuma demonstrannya doang, cuma pelajarnya doang, cuma mahasiswanya doang gitu. Tapi selama ini tidak dibuka, tidak dibongkar, siapa dalang atau pihak berwenangnya tidak pernah diperiksa, tidak pernah disidik,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait DEMO atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama