tirto.id - Keberhasilan Timnas Indonesia U20 lolos ke putaran final Piala Asia U20 2027 punya makna mendalam. Garuda Muda kini membuka harapan lagi untuk mewujudkan mimpi yang tertunda, menuju Piala Dunia U20 2027.
Kepastian melaju ke Piala Asia U20 2027 diperoleh setelah Indonesia finis sebagai juara Grup H di kualifikasi. Kemenangan 2-0 atas Australia dalam laga di New Laos National Stadium, Vientiane, Laos, pada Minggu (6/9/2026) menjadi jaminan tiket bagi skuad asuhan Nova Arianto ke China tahun depan.
Dari 3 pertandingan Kualifikasi Piala Asia U20 2027 yang telah dijalani, pasukan muda Indonesia mencatatkan sekali hasil imbang 0-0 dengan Malaysia di laga pertama, kemudian menang dengan skor identik 2-0 atas Laos dan Australia.
Faktor Nova Arianto sebagai pelatih tentunya tidak bisa diabaikan. Strategi permainan compact defense yang solid, transisi cepat dari bertahan ke menyerang maupun sebaliknya, hingga mampu mencuri dua gol membuat Australia mati kutu.
Menang atas Australia menjadi pembuktian bahwa tim besutan Nova Arianto mampu bersaing di level atas. Tak main-main, The Young Socceroos adalah pemenang Piala Asia U20 edisi 2025 alias berstatus sebagai juara bertahan.
Selain akhirnya mampu mematahkan rekor buruk setiap kali bersua Australia dengan "pembalasan dendam" di level yang lebih tinggi pula, Coach Nova juga memberikan pil pahit kepada The Young Socceroos.
Bagaimana tidak? Kekalahan 0-2 dari Indonesia membuat Australia menjadi juara bertahan pertama yang gagal tampil ke putaran final Piala Asia U20 berikutnya dari fase kualifikasi! Ya, tim yang ditangani oleh Trevor Morgan itu terdepak dari persaingan.
Di klasemen akhir Grup H, Australia hanya finis ke urutan 3 dengan perolehan 4 poin. Posisi runner-up grup direbut oleh Malaysia dengan 5 poin setelah berhasil mengalahkan Laos di laga terakhir. Malaysia berhak lolos ke melalui jalur runner-up terbaik untuk mendampingi Indonesia, sementara Australia harus gigit jari.
Lewat Piala Asia U20 2027 itulah Nova Arianto bersama skuad Garuda Muda besutannya menuju cita-cita yang sempat meredup. Setelah batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 2021 (2023) lantaran situasi geopolitik, kini para pemuda harapan bangsa bersiap membangkitkan mimpi ke Piala Dunia U20 2027.
Australia, Kryptonite Skuad Nova Arianto di AFF
Sebelum menghantam Australia U20 di Kualifikasi Piala Asia U20 2027, Nova Arianto selaku pelatih sudah bertemu The Young Socceroos sebanyak 3 kali di ajang yang dinaungi ASEAN Football Federation (AFF). Di level kelompok umur, timnas muda negeri kanguru memang berkiprah di AFF.
Pertemuan pertama skuad Coach Nova kontra Australia terjadi di semifinal Piala AFF U17 2024. Anak-anak muda Australia kala itu menjegal langkah Indonesia ke final. Timnas Indonesia U17 besutan Nova Arianto kalah dengan skor 3-5 dan bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.
Tim nasional U17 Indonesia dan Australia berjumpa lagi di laga terakhir Kualifikasi Piala Asia U17 2025. Kala itu, tensi tidak terlalu panas karena kedua tim cukup bermain imbang untuk sama-sama lolos ke putaran final. Hasilnya pun kacamata alias tanpa gol, 0-0.
Setelah mengantarkan Timnas Indonesia U17 ke Piala Dunia U17 2025, Nova Arianto dipromosikan naik tingkat sebagai pelatih Timnas U20. Ajang pertama mantan bek timnas yang pernah bermain untuk Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan PSS Sleman ini adalah Piala AFF U19 2026 di Sumatra Utara.

Skuad U20 yang ditukangi Nova Arianto tampil ciamik di fase grup. Namun, ketika bertemu Australia di semifinal, Garuda Muda takluk dengan skor 0-1. Sekali lagi, The Young Socceroos yang menggagalkan perjuangan pasukan Indonesia ke final.
Dengan demikian, dari 3 pertemuan dan semuanya terjadi di kancah AFF alias ASEAN, tim nasional asuhan Nova Arianto sudah kalah 2 kali dan imbang sekali lewat permainan yang seakan-akan tanpa hasrat untuk menang.
Ketika kedua tim bertemu lagi di Kualifikasi Piala Asia U20 2027, Nova Arianto pun jadi perhatian karena selama ini Australia seolah menjadi kutukan baginya. Terlebih, hanya juara grup saja yang berhak lolos otomatis ke putaran final.
Tekanan kepada Coach Nova semakin besar setelah anak-anak asuhnya gagal mengalahkan Malaysia U20 di laga pertama yang tuntas sama kuat 0-0. Sementara itu, di laga pertama Australia U20 sukses mengalahkan Laos dua gol tanpa balas.
Situasi semakin tidak menguntungkan ketika duel Australia vs Malaysia berakhir imbang 2-2 di laga kedua yang membuat persaingan dengan Indonesia amat ketat karena Indonesia menang atas Laos dengan skor 3-0.
Indonesia dan Australia sama-sama memimpin klasemen Grup H dengan 5 poin. Sementara Malaysia di posisi 3 dengan 2 poin. Sekalipun Indonesia unggul selisih gol, penentuan klasemen akhir bisa saja tidak melibatkan laga melawan Laos. Kenapa begitu?
Sesuai regulasi resmi, jika ada dua tim atau lebih memiliki poin yang sama di akhir fase grup, penentuan peringkat tidak langsung melihat selisih gol keseluruhan. Digunakan sistem head-to-head terlebih dahulu melalui "klasemen mini".
Dalam "klasemen mini" ini, seluruh hasil pertandingan melawan Laos (tim peringkat 4) akan dihapus atau tidak dilibatkan. Penilaian hanya akan dihitung berdasarkan hasil pertandingan antara Indonesia, Australia, dan Malaysia saja.
Maka, tidak ada jalan lain, Indonesia wajib menang atas Australia tanpa peduli 3 gol yang sudah dicetak ke gawang Laos. Lantas, bagaimana reaksi Coach Nova? Sang pelatih memang berada dalam tekanan sekaligus tantangan untuk mencoba memutus tren buruk melawan Australia.
"Kalau dari saya sih cukup penasaran dengan Australia. Dari (timnas) U17 sampai U20 saya belum pernah menang melawan mereka. Jadi kami akan mencoba yang terbaik melawan Australia," tandas Nova Arianto, dikutip dari Antara, Jumat (4/6/2026).
Habisi Kutukan di Laos, Hantam Young Socceroos!
Hari yang menentukan nasib Indonesia bersama Nova Arianto di Kualifikasi Piala Asia U20 2027 pun tiba. Duel penentuan kontra Australia tersaji di New Lao National Stadium, Vientiane, Laos, pada Minggu tanggal 6 September 2026.
Di awal laga, Indonesia lebih banyak bertahan area sendiri, sedangkan Australia dominan menguasai bola. Beruntung, satu momen emas yang dimiliki Theodore Evan Leeming di menit 28 langsung berbuah gol untuk Garuda Muda.
Saat Australia berupaya mengejar skor dengan all out menyerang, mereka justru meninggalkan celah di area pertahanan. Indonesia yang mencoba memanfaatkan itu lewat lewat serangan balik belum berhasil menambah gol karena kontrol yang kurang bagus maupun buruknya penyelesaian akhir.

Australia semakin frustasi untuk menembus pertahanan Garuda Muda. Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang The Young Socceroos malah bobol lagi lewat aksi Amar Brkic jelang laga usai. Laga tuntas, Indonesia menang, dan Coach Nova akhirnya lepas dari kutukan Australia.
Kemenangan 2-0 di Laos juga membuat Indonesia lolos otomatis ke putaran final Piala Asia U20 2027 sekaligus menyingkirkan juara bertahan dari babak kualifikasi. Nova Arianto yang selalu digagalkan Australia di kancah ASEAN atau AFF, kini membalas dengan lebih telak di level Asia.
Kepastian Australia gagal ke Piala Asia U20 2027 dikonfirmasi setelah Malaysia mengalahkan Laos. Hasil itu membuat klasemen akhir Grup H dipimpin Indonesia, diikuti lolosnya Malaysia sebagai runner-up, kemudian Australia di posisi 3, dan Laos juru kunci.
Kejar Lagi Mimpi Piala Dunia U20 yang Tertunda
Sukses menyingkirkan juara bertahan Australia dari Piala Asia U20 2027 bukan tujuan akhir dari Nova Arianto. Garuda Muda membidik target lebih tinggi sekaligus mewujudkan mimpi yang tertunda, yakni lolos ke Piala Dunia U20.
Indonesia sempat membuka asa untuk tampil di Piala Dunia U20 2021 sebagai tuan rumah, namun FIFA memutuskan event itu digeser pada 2023 karena pandemi COVID 19. Alih-alih Piala Dunia U20 2023 jadi digeber di tanah air, situasi geopolitik membuat Indonesia batal menggelar hajatan besar itu.
Lolosnya Israel ke Piala Dunia U20 2023 menuai pro dan kontra di dalam negeri yang membuat FIFA mencabut hak penyelenggara bagi Indonesia. FIFA pun menunjuk Argentina sebagai tuan rumah pengganti, sedangkan Indonesia terpaksa menunda hasrat untuk ikut serta.
Belum menyerah, Indonesia mencoba lagi selangkah demi selangkah dan tembus putaran final Piala Asia U20 2025. Sayang seribu sayang, Garuda Muda yang kala itu dibesut Indra Sjafri gagal total di fase grup. Peluang ke Piala Dunia U20 yang bakal diadakan di tahun yang sama pun sirna.
Seperti diketahui, putaran final Piala Asia U20 berfungsi resmi sebagai turnamen kualifikasi zona Asia.
Negara yang berhasil menembus babak semifinal alias 4 tim terbaik di putaran final Piala Asia U20 otomatis berhak lolos ke Piala Dunia U20.
Kini, harapan Indonesia tampil di Piala Dunia U20 kembali hidup setelah skuad Nova Arianto berhasil menaklukkan Australia, sang juara bertahan Piala Asia U20.

Bidikan selanjutnya adalah tentu saja bisa melangkah setidaknya sampai semifinal Piala Asia U20 2027 yang tersaji di China nanti. Sebenarnya, terbuka tambahan peluang lainnya pula lantaran Piala Dunia U20 2027 digelar di Uzbekistan (Asia), bersama Azerbaijan (Eropa).
Jika Uzbekistan berhasil ke semifinal Piala Asia U20 2027, artinya mereka mengamankan salah satu posisi dari jatah 4 tim terbaik yang berhak ke Piala Dunia U20 2027. Lantaran Uzbekistan sudah punya tiket otomatis ke Piala Dunia U20 2027 sebagai tuan rumah, maka jatah tiket Piala Dunia yang mereka dapatkan dari jalur semifinal Piala Asia akan "dihibahkan" ke tim lain.
Tiket "hibah" ke Piala Dunia U20 ini bakal diperebutkan oleh tim-tim yang kalah di babak 8 besar atau perempat final, biasanya melalui mekanisme play-off khusus antar tim yang gugur di fase tersebut.
Kendati begitu, Indonesia tentu tidak akan mudah meraih tiket ke Piala Dunia U20 2027. Di Piala Asia U20 2027, Garuda Muda harus bersaing dengan negara-negara kuat di Asia yang beberapa di antaranya sudah sering tampil di Piala Dunia U20.
Di sinilah Nova Arianto sekali lagi akan diuji. Setelah berhasil menghentikan kutukan Australia, Coach Nova bakal menghadapi tantangan yang lebih sakral, mewujudkan mimpi yang sempat tertunda: membawa Indonesia tampil di Piala Dunia U20.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































