tirto.id - Chief Investment Officer (CIO) BP Danantara, Pandu Sjahrir, menjawab kritikan terkait kupon Patriot Bond sebesar 2 persen, yang dinilai jauh lebih rendah dari Surat Berharga Negara (SBN).
Pandu menjelaskan bahwa dibalik kritikan tersebut, justru banyak para taipan yang berminat untuk terlibat membeli surat utang dengan target penyerapan senilai Rp50 triliun.
Berdasarkan data Bloomberg, kupon SBN per hari ini untuk tenor dua tahun yakni di kisaran 5 persen. Sementara tenor lima dan sepuluh tahun masing-masing ada pada kisaran 5,5 - 6,34 persen.
Pandu menjelaskan para taipan yang ingin terlibat dalam mega proyek itu tidak hanya melihat keuntungan finansial, namun melihat dampak signifikan bagi lapangan pekerjaan hingga persoalan lingkungan. Sehingga dapat mendorong dampak ekonomi di Tanah Air.
"Ide utama dari Patriot Bond ini adalah menyatukan kelompok usaha, fokusnya mengembangkan bersama proyek yang memiliki dampak ekonomi yang signifikan, salah satunya waste to energy, karena salah satu persoalan di Asia adalah lingkungan. Proyek ini bisa jadi solusi sekaligus memberi dampak ekonomi yang besar," kata Pandu saat wawancara bersama Bloomberg TV, dikutip Rabu (1/10/2025).
Saat ditanya oleh Bloomberg mengenai faktor pendukung para investor untuk terlibat dalam proyek tersebut, Pandu menegaskan bahwa para taipan hanya berfokus bahwa proyek itu mampu membawa dampak besar bagi perekonomian di RI.
Padahal, jika dihitung secara ekonomi, menurut Bloomberg, kupon Patriot Bond sebesar 2 persen terlalu kecil.
"Seperti yang saya sebutkan dalam definisi saya, ekonomi di sini adalah penciptaan lapangan kerja serta isu lingkungan. Jadi masalahnya bukan mendapatkan imbal hasil, fokus mereka (para taipan) justru pada dampak ekonomi," ujarnya.
Lebih jauh, Pandu pun membantah adanya paksaan atau tekanan yang diberikan pemerintah pada para pengusaha untuk terlibat dalam Patriot Bond. Menurutnya, proyek tersebut sifanya sukarela.
"Sifatnya sukarela. Mereka ini sudah lama di Indonesia, mengalami pasang surut dunia usaha. Justru mereka melihat (proyek) ini sebagai cara penting untuk berkontribusi nyata kepada negara," paparnya.
Diberitakan sebelumnya, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan P Roeslani, mengungkapkan penyerapan Patriot Bond sudah mencapai 100 persen target yang ditetapkan, yakni senilai Rp50 triliun.
“(Penyerapan Patriot Bond sudah) 100 persen,” kata dia singkat, pada 27 Agustus lalu.
Rosan menuturkan, beberapa pengusaha kawakan telah menyatakan niatnya untuk mengoleksi obligasi yang dirilis dana kekayaan negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) Indonesia itu, di antaranya adalah Prajogo Pangestu, pendiri sekaligus si empunya Barito Pacific Group. Kemudian, ada juga Grup Djarum yang juga telah menyatakan minatnya untuk membeli Patriot Bond.
Patriot Bond bakal diterbitkan dengan tenor 5 dan 7 tahun, dengan tingkat bunga jauh lebih rendah dari bunga surat utang yang diterbitkan pemerintah di pasar uang domestik, yakni hanya sebesar 2 persen.
Penulis: Natania Longdong
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































