Menuju konten utama

Danantara Umumkan Pemenang Tender Waste to Energy Akhir Januari

Pemenang tender proyek waste to energy batch pertama Danantara akan diumumkan akhir Januari 2026.

Danantara Umumkan Pemenang Tender Waste to Energy Akhir Januari
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Sjahrir telah menunjuk satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai holding Investasi. tirto.id/Nanda Aria

tirto.id - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan mengumumkan pemenang tender proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) batch pertama pada akhir Januari 2026. Akan ada empat pemenang tender untuk proyek waste to energy batch pertama tersebut.

Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan bahwa pada akhir Februari 2026 pihaknya akan menyelesaikan perjanjian usaha patungan (joint venture/JV) serta perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA).

"Pada akhir Januari akan diumumkan pemenang proyeknya. Lalu pada akhir Februari, keempat proyek tersebut sudah menuntaskan seluruh perjanjian kerja sama, mulai dari perjanjian usaha patungan [JV] hingga perjanjian jual beli listrik [PPA], dan semuanya akan diumumkan ke publik," katanya dalam kegiatan yang diselenggarakan Big Alpha, dikutip Kamis (8/1/2026).

Menurut Pandu, proyek waste to energy batch pertama akan dilaksanakan di empat wilayah. Ia menyebut, sebanyak 200 perusahaan mengikuti proses pelelangan proyek tersebut.

Dari jumlah itu, 100 perusahaan berasal dari dalam negeri dan 100 perusahaan lainnya dari luar negeri. Danantara kemudian menyeleksi 24 perusahaan dari total peserta lelang tersebut.

Sementara itu, Pandu menyampaikan bahwa Danantara akan membuka proses lelang pembangunan proyek waste to energy batch kedua pada pertengahan Januari 2026. Ia mengaku banyak pihak yang terkejut dengan kecepatan perkembangan proyek tersebut.

Danantara menargetkan pembangunan 33 proyek waste to energy di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan target tersebut, Danantara diperkirakan akan menginvestasikan dana sekitar 5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

"Banyak yang kaget karena terlalu cepat. Saya dapat feedback dari beberapa perusahaan dari Jepang, bahkan China, kalian geraknya terlalu cepat. Saya bingung, dulu dibilangnya terlalu lama, sekarang terlalu cepat," ucap Pandu.

"Ada juga feedback, kalian telalu transparan di prosesnya. Makanya sekarang kalau lihat di media sosial mulai dimusuhin juga. Terlalu transparan. Karena banyak juga yang tidak suka dengan transparansi itu," lanjutnya.

Ia menambahkan, Danantara hanya akan membiayai sekitar 30 persen dari total biaya pembangunan proyek waste to energy. Adapun sisa 70 persen pendanaan akan ditanggung oleh investor.

"Pak Presiden [Prabowo Subianto] sudah menyampaikan ke kita, akhir 2027 sudah harus ada beberapa yang selesai atau awal 2028. Kita bekerja dengan that time period, karena [pembangunan] paling cepat pun 14–16 bulan," kata Pandu.

"Jadi, kami bekerja dengan kecepatan itu untuk mengeksekusi itu. Jadi, insyaallah kami dapat mencapai target [pembangunan] pada akhir 2027," imbuhnya.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana