Menuju konten utama

Rosan Lapor ke Prabowo soal 5 Proyek Hilirisasi Danantara

Pembangunan proyek hilirisasi akan dilakukan di beberapa provinsi dengan total investasi mencapai 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp100 triliun.

Rosan Lapor ke Prabowo soal 5 Proyek Hilirisasi Danantara
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan paparan pada forum 1 Tahun Prabowo–Gibran: Optimism on 8% Economic Growth di Jakarta, Kamis (16/10/2025). Acara tersebut digelar sebagai wadah diskusi strategis untuk menelaah capaian, tantangan, dan langkah konkret menuju target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 sesuai yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan P. Roeslani, di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (4/1/2026) sore.

Dalam kunjungan tersebut, Rosan melaporkan akan ada lima proyek hilirisasi Danantara yang siap groundbreaking (peletakan batu pertama) di awal bulan depan.

"Dalam pertemuan tersebut dibahas tiga poin, yakni ke-1 perkembangan lima titik proyek hilirisasi oleh Danantara yang akan melakukan groundbreaking di awal bulan depan," tulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam unggahan Instagram @sekretariat.kabinet, dikutip Senin (5/1/2026).

Pembangunan proyek hilirisasi tersebut akan dilakukan di beberapa provinsi di Indonesia, dengan total investasi mencapai 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp100 triliun. Meski begitu, Teddy tidak mengungkapkan di daerah mana saja proyek hilirisasi anyar tersebut akan dibangun.

Selain soal proyek hilirisasi, dalam pertemuan kemarin sore, Rosan juga menyampaikan perkembangan proyek Waste to Energy (WtE) mengubah sampah menjadi energi, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kota-kota besar. Sayangnya, Teddy juga tidak menjelaskan bagaimana perkembangan proyek pembangunan 33 PLTSa dengan nilai investasi per proyek mencapai Rp3,3 triliun tersebut.

"Perkembangan Projects Waste to Energy (Penertiban Pengelolaan Sampah), sehingga volume sampah terbuka tidak hanya berkurang namun akan sangat bermanfaat dari segi ekonomi," kata Teddy menjelaskan tujuan dari pengembangan proyek WtE.

Sebelumnya CEO Danantara, Rosan Roeslani membeberkan, dari 18 proyek hilirisasi yang diinisiasi Danantara, 5-6 proyek di antaranya akan mulai dibangun di Januari 2026. Sedangkan, 3 dari 6 proyek itu antara lain, proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), pabrik bioavtur di Cilacap, serta pabrik bioetanol di Banyuwangi.

Nantinya, groundbreaking akan dilakukan secara bertahap mulai Januari 2026.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto