Menuju konten utama

Danantara Tertarik Investasi di AI Agent Cina, tapi Ada Syarat

Komitmen investasi itu harus dibarengi dengan syarat perusahaan penerima harus bersedia membangun dan mentransfer pengetahuan serta teknologinya ke RI.

Danantara Tertarik Investasi di AI Agent Cina, tapi Ada Syarat
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. tirto.id/Nanda Aria Putra

tirto.id - Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pihaknya berminat untuk menanamkan modal di sektor-sektor teknologi tinggi Cina, khususnya pengembangan AI agent.

Namun, menurutnya komitmen investasi tersebut harus dibarengi dengan syarat bahwa perusahaan penerima harus bersedia membangun dan mentransfer pengetahuan serta teknologinya ke Indonesia.

Ia menekankan pendekatan Danantara dalam berinvestasi, baik di dalam maupun luar negeri, selalu berpegang pada prinsip yang mengutamakan transfer nilai.

“Prinsip kami sederhana. Apakah itu membawa transfer pengetahuan? Apakah itu membawa transfer nilai? Dan apakah itu membawa transfer teknologi? Itu saja,” ujar Pandu di acara acara South China Morning Post (SCMP) di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Ia mencontohkan sektor-sektor seperti manufaktur canggih, kendaraan listrik, dan khususnya AI agentic sebagai bidang yang sangat menarik perhatian Danantara.

“Ini adalah beberapa hal mengagumkan yang terjadi di Cina,” katanya.

Pandu bilang kemitraan dengan perusahaan Cina bukan sekadar transaksi modal, tetapi harus mencakup elemen pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

“Kami akan senang bermitra dan berinvestasi dalam bisnis Anda. Tetapi sebagai imbalan, dapatkah Anda datang dan membangun bisnis Anda di Indonesia dan membawa pengetahuan Anda ke sini?” ucapnya.

Ia secara khusus menyoroti potensi AI agent dan bioteknologi sebagai bisnis berbasis modal manusia. Syarat transfer pengetahuan ini juga berlaku untuk kemitraan dengan manajer investasi (fund manager) asal Cina.

“Saya telah membuatnya sangat jelas kepada semua fund manager yang ingin bekerja sama dengan kami. Harus ada transfer pengetahuan. Jika tidak, saya tidak ingin, maksud saya, saya tidak ingin terlalu transaksional,” imbuhnya.

Komitmen alih pengetahuan ini, menurut Pandu, adalah jalan pintas bagi Indonesia untuk mengakselerasi penguasaan teknologi. “Ini adalah cara bagi kami untuk bisa mendapatkan keuntungan dalam hal itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pandu mengungkapkan bahwa Danantara akan mengalokasikan dana senilai lebih dari 13-14 miliar dolar AS untuk berinvestasi di tahun ini.

Alokasi dana tersebut akan dibagi secara seimbang, 50 untuk investasi publik dan 50 persen untuk ekuitas swasta serta utang swasta.

“Dalam keranjang ekuitas swasta itu atau keranjang swasta, akan ada juga alokasi untuk investasi langsung yang kami lakukan dengan mitra,” jelasnya.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama