tirto.id - PT Danantara Investment Management (DIM) bersama dengan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) resmi mengumumkan delapan calon mitra terpilih pada proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua. Pemilihan tersebut disampaikan usai Denera melakukan seleksi terhadap 68 proposal melalui proses seleksi ketat dengan taat kelola independen.
Director Investment DIM sekaligus CEO Denera, Fadli Rahman, mengatakan, kedelapan calon mitra terpilih tersebut telah menandatangani Conditional Letter of Award pada pekan pertama Juli 2026.
Setelahnya, masing-masing calon mitra wajib memenuhi persyaratan menuju Final Letter of Award, termasuk studi kelayakan yang diterima dan struktur proyek final.
"Yang terakhir tentunya yang paling ditunggu-tunggu adalah konstruksinya. Kita akan mulai konstruksi di akhir tahun ini, atau awal tahun depan. Untuk di-COD atau mulai operasi di akhir 2028, atau awal 2029," ujarnya di Wisma Danantara, Senin (13/7/2026).
Adapun delapan mitra tersebut di antaranya:
1. Medan Raya - SUEZ-IAN consortium (Suez Insan Asia)
2. Kabupaten Bekasi - Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni)
3. Lampung Raya - Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas)
4. Serang Raya - Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE)
5. Semarang Raya - Veolia Environmental Service Asia Pte Ltd (Veolia)
6. Surabaya Raya - Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS)
7. Bogor Raya 2 - MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA)
8. Yogyakarta - Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC)
Fadli menuturkan, delapan wilayah yang dipilih dalam proses seleksi II ini memiliki total potensi pasokan sampah sekitar 9.327 ton per hari. Proses seleksi sendiri dilakukan melalui tiga tahapan utama.
Tahap pertama berlangsung pada 11-19 Juni 2026 berupa evaluasi dokumen dan aspek strategis. Pada tahap ini pemerintah menilai rekam jejak, kualitas, pengalaman di Indonesia, kemampuan finansial, serta kemitraan dengan perusahaan lokal, termasuk aspek alih teknologi dan peningkatan kapasitas. Dari proses tersebut dipilih lima kandidat terbaik untuk masing-masing lokasi.
Tahap kedua digelar pada 24-30 Juni 2026 melalui verifikasi dan penilaian aspek strategis serta risiko. Evaluasi ini mencakup strategi pelaksanaan, kecepatan, daya saing, hingga kemampuan eksekusi proyek. Hasilnya ditetapkan satu kandidat mitra utama dan maksimal dua kandidat cadangan di setiap lokasi.
Selanjutnya, pada 1-8 Juli 2026 dilakukan evaluasi dokumen tahap II dan klarifikasi term sheet. Tahapan ini berfokus pada penyelesaian perbedaan terhadap Joint Venture Agreement (JVA), Sponsor Agreement, serta Operation and Maintenance (O&M) Term Sheet sebelum penetapan mitra.
"Proses ini dari awal Juni kemarin, kemudian kita lakukan evaluasi untuk dokumen proposal masing-masing calon mitra dan kita nilai kredensialnya, rekam jejak, pengalaman, maupun kemampuan finansialnya, dan juga kemitraan dengan perusahaan lokal," jelasnya.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































