Menuju konten utama
Ibadah Ramadhan 2022

Hadits Tentang Shalat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat di Islam

Berikut ini hadits tentang shalat tarawih 11 rakaat dan 23 rakaat dalam agama Islam. Ketahui penjelasan dalilnya melalui artikel ini.

Hadits Tentang Shalat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat di Islam
Umat Islam melaksanakan shalat tarawih berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (12/4/2021). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Hadits tentang shalat tarawih 11 rakaat dan 23 rakaat di dalam agama Islam perlu diketahui oleh semua penganutnya. Bukan hanya sekadar pengetahuan, informasi ini diperlukan sebelum umat Muslim memperaktikannya.

Shalat tarawih merupakan ibadah shalat khusus di malam hari bulan Ramadan yang hukumnya sunah muakkadah. Pelaksanaan ibadah ini diklaim sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan.

Sehubungan dengan itu, hadits tarawih 11 rakaat merujuk pada pelaksanaan secara umum dengan total 8 rakaat dan 3 witir. Sementara dalil shalat tarawih 23 rakaat mengacu kepada ibadah sunnah tarawih 20 rakaat dan 3 witir.

Hadits Tentang Shalat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat dalam Islam

Shalat tarawih 11 rakaat atau 23 rakaat? Berkaitan dengan pertanyaan tersebut, ibadah shalat tarawih di bulan Ramadhan dapat mengikuti ketentuan hadits atau dalil-dalil tertentu.

Untuk memahami bagaimana penjelasan dalilnya, Anda bisa membaca sub pembahasan berikut.

Hadits Tentang Shalat Tarawih 11 Rakaat dalam Islam dan Penjelasannya

Hadits tarawih 11 rakaat merujuk kepada hadits yang diriwayatkan Aisyah RA, istri Rasulullah SAW. Ketika ia ditanya mengenai jumlah rakaat shalat yang dijalankan Nabi pada malam hari bulan Ramadan, Aisyah menjawab sebagai berikut:

“Nabi SAW tidak pernah melakukan shalat sunah pada Ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat 4 rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian, beliau shalat lagi 4 rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian, beliau shalat 3 rakaat [witir],” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dalil tarawih 11 rakaat dari Aisyah RA di atas menunjukan pelaksanaan shalat tarawih 8 rakaat, kemudian ditambahkan witir 3 rakaat. Secara lebih rinci berlaku pula pemisahan formasi 4-4 rakaat dan 3 witir.

Selain dalil shalat tarawih 11 rakaat di atas, pengerjaan shalat tarawih 8 rakaat juga dapat dilakukan dengan formasi 2-2-2-2 atau 2 rakaat 1 salam. Pengerjaan tarawih ini dicontohkan oleh Nabi dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Zaid bin Khalid al-Jauhany sebagai berikut:

“Nabi shalat 2 rakaat khafifatain, lalu beliau shalat 2 rakaat panjang-panjang, kemudian shalat 2 rakaat yang kurang panjang dari shalat sebelumnya, lalu beliau shalat lagi 2 rakaat yang kurang lagi dari shalat sebelumnya, kemudian shalat 2 rakaat yang kurang lagi dari shalat sebelumnya, kemudian shalat 2 rakaat yang kurang lagi dari shalat sebelumnya, dan beliau melakukan witir (satu rakaat). Demikianlah (shalat) 13 rakaat,” (H.R. Muslim).

Sesuai dengan keterangan hadits di atas, kita mengetahui bahwa shalat tarawih bisa dilaksanakan lebih dari 11 rakaat. Anda dapat melaksanakan shalat tarawih berdasarkan format 2 rakaat sebanyak 6 kali dan ditambahkan 1 witir.

Hadits Tentang Shalat Tarawih 23 Rakaat dalam Islam dan Penjelasannya

Shalat tarawih sebanyak 20 rakaat dimulai sejak masa Khalifah Umar bin Khattab. Di samping itu, shalat yang pada masa Nabi hanya disebut sebagai "shalat sunah malam hari Ramadan", kemudian berubah menjadi shalat tarawih.

shalat sunah tarawih pada masa Umar bin Khattab dikerjakan untuk pertama kalinya secara berjemaah sebanyak 20 rakaat tanpa witir. Kesepakatan pelaksanaan 20 rakaat pada masa itu juga diikuti oleh mayoritas sahabat.

Dilansir NU Online, kesepakatan itu datang dari mayoritas ulama salaf dan khalaf, mulai masa sahabat Umar sampai sekarang. Adapun dalil shalat tarawih 23 rakaat pada masa Umar bin Khattab sebagai berikut:

“Dari Yazid bin Ruman telah berkata, ‘Orang-orang senantiasa melaksanakan shalat pada masa Umar RA pada Ramadan sebanyak 23 rakaat [20 rakaat tarawih, disambung 3 rakaat witir],” (H.R. Malik)

Berdasarkan dalil di atas, kita dapat melihat bahwa shalat tarawih dapat dilaksanakan sebanyak 20 rakaat dan ditambahkan witir 3 rakaat. Oleh karena itu, umat Muslim bisa menjalankan ibadah Ramadhan tersebut sebanyak 23 rakaat.

Baca juga artikel terkait TATA CARA SHOLAT TARAWIH atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Edusains
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Abdul Hadi
Penyelaras: Ibnu Azis