tirto.id - Seiring dibukanya tahap pendaftaran SNBP-SNPMB 2026, sejumlah hal dipertanyakan oleh calon mahasiswa. Salah satunya adalah sebaiknya daftar KIP Kuliah 2026 dulu atau daftar SNBP-SNPMB dulu? Simak ulasan lengkapnya.
KIP Kuliah merupakan program bantuan dana pendidikan yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu dan berprestasi.
Bantuan tersebut dapat dimanfaatkan oleh calon mahasiswa untuk mengakses pendidikan di perguruan tinggi, baik itu negeri (PTN) maupun swasta (PTS) jenjang D3 hingga S1.
Sesuai jadwal, pembukaan pendaftaran KIP Kuliah 2026 dibuka bersamaan dengan pendaftaran SNBP-SNPMB 2026. Meski begitu, calon mahasiswa tidak perlu bingung untuk melakukan pendaftaran pada kedua program tersebut.
Sebaiknya Daftar KIP Kuliah 2026 Dulu atau SNBP-SNPMB Dulu?
SNBP 2026 menjadi salah satu seleksi masuk perguruan tinggi yang dinantikan oleh siswa. Pada jalur ini, siswa tidak perlu mengikuti tes. Sebab, seleksi ditentukan berdasarkan nilai rapor, prestasi, dan hasil Tes kemampuan akademik yang dimiliki oleh siswa.
Kendati begitu, tidak semua siswa bisa mengikuti SNBP 2026. Jalur SNBP 2026 hanya diperuntukkan bagi siswa eligible, yaitu siswa yang berada di peringkat teratas di sekolah sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Panitia SNPMB.
Siswa yang akan mendaftar SNBP-SNPMB 2026 juga dapat mendaftar KIP Kuliah 2026. Pendaftaran KIP Kuliah 2026 terbuka bagi siswa SMA, SMK, MA, atau sederajat lulusan tahun 2026. Program KIP Kuliah 2026 memberi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh akses pendidikan tinggi.
Secara umum, KIP Kuliah 2026 diperuntukkan bagi pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP), berasal dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH) atau memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Kemudian, siswa juga terdaftar dalam Desil 1-4 di DTSEN. Program ini turut bisa diikuti oleh siswa yang berasal dari panti asuhan atau panti sosial.
Bagi siswa yang tidak termasuk kategori tersebut, boleh mendaftar jika batas maksimal pendapatan kotor gabungan orang tua ditetapkan sebesar Rp4.000.000 per bulan atau Rp750.000 per anggota keluarga.
Kemudian, siswa yang menerima KIP Kuliah 2026 nantinya akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan secara penuh dan bantuan biaya hidup.
Bantuan pendidikan ditentukan berdasarkan akreditasi kampus tujuan. Sementara, bantuan biaya hidup ditentukan berdasarkan klaster wilayah.
Jika merujuk pada jadwal resmi, pembukaan pendaftaran KIP Kuliah 2026 bersamaan dengan pendaftaran SNBP-SNPMB 2026, yaitu Selasa, 3 Februari 2026. Namun, waktu pendaftaran KIP Kuliah 2026 lebih panjang, yakni hingga 31 Oktober 2026.
Lantas, sebaiknya daftar KIP Kuliah 2026 dulu atau daftar SNBP 2026 dulu? Alangkah lebih baik jika siswa melakukan pendaftaran KIP Kuliah 2026 terlebih dahulu. Strategi ini dilakukan dengan tujuan proses sinkronisasi data KIP Kuliah dengan data pendaftar SNBP bisa berjalan lebih lancar.
Urutan ini sangat krusial karena sistem pendaftaran SNPMB perlu menarik data dari sistem KIP Kuliah untuk menandai calon mahasiswa sebagai penerima bantuan.
Jika calon mahasiswa mendaftar SNBP hingga tahap "Simpan Permanen" sebelum menyelesaikan pendaftaran KIP Kuliah, maka ada risiko besar data tidak tersinkronisasi. Akibatnya, siswa tidak terdaftar sebagai peserta KIP Kuliah di kampus tujuan.
Dalam hal ini, sistem SNPMB akan mendeteksi NIK pendaftar. Jika NIK tersebut sudah terdaftar di sistem KIP Kuliah untuk jalur SNBP, maka pendaftar akan dibebaskan dari biaya pendaftaran dan terdata sebagai calon penerima bantuan.
Apabila pendaftar melakukan finalisasi SNBP lebih dulu, tombol sinkronisasi di KIP Kuliah sering kali tidak bisa ditarik ke belakang. Sehingga status pendaftar di kampus tujuan bisa jadi dianggap sebagai mahasiswa jalur reguler atau bayar mandiri.
Informasi lain tentang KIP Kuliah 2026 dapat diakses melalui tautan di bawah ini:
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id































