Menuju konten utama

Khutbah Jumat Bulan Zulkaidah Terbaru: Keistimewaan dalam Islam

Contoh Khutbah Jumat bulan Zulkaidah tentang keistimewaan dalam Islam yang terbaru. Berisi hikmah dan kedudukan istimewa bulan Zulkaidah. Simak di sini.

Khutbah Jumat Bulan Zulkaidah Terbaru: Keistimewaan dalam Islam
Ilustrasi Khutbah. foto/istockphoto

tirto.id - Bulan Zulkaidah (Dzulqadah) menjadi salah satu dari empat bulan haram dalam kalender Hijriah. Bulan ini memiliki kedudukan istimewa karena umat Islam dianjurkan untuk menjaga diri dari perbuatan dosa dan memperbanyak amal.

Keutamaan bulan ini tercermin dalam ajaran Islam yang menyebutkan bahwa amal ibadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan membaca Al-Qur’an akan dilipatgandakan pahalanya.

Maka dari itu, Zulkaidah menjadi waktu yang sangat baik bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas spiritual dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Umat Islam dianjurkan untuk menjadikan Zulkaidah sebagai waktu muhasabah atau introspeksi diri, memperbaiki kesalahan, dan memperkuat niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik secara spiritual dan sosial.

Dalam konteks ini, khutbah Jumat pun dapat menjadi sarana yang sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah.

Melalui khutbah, para khatib dapat mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan Zulkaidah sebagai momentum untuk peningkatan iman dan amal saleh.

Selain memperkuat pemahaman keagamaan, khutbah juga bisa membangkitkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta menyebarkan pesan-pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Contoh Teks Khutbah Jumat Bulan Zulkaidah Terbaru: Keistimewaan dalam Islam

Berikut ini contoh khutbah Jumat bulan zulkaidah yang membahas tentang keistimewaannya dalam Islam, simak selengkapnya:

Khutbah I

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد

قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah...

Marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa yang bukan hanya terucap di lisan, namun juga tercermin dalam amal perbuatan kita sehari-hari.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 102 sebagai berikut :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُم مُّسْلِمُونَ

Latin: yā ayyuhalladzīna āmanuttaqullāha ḥaqqa tuqātihī wa lā tamụtunna illā wa antum muslimụn

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali Imran: 102)

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Saat ini kita tengah berada di salah satu bulan mulia dalam Islam, yaitu bulan Dzulqadah. Bulan ini ialah bulan ke-11 dalam kalender Hijriah, dan termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا...مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Latin:Inna 'iddatasy-syuhūri 'indallāhiṡnā 'asyara syahran ... minhā arba'atun ḥurum(un)

Terjemahan: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan... di antaranya ada empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36)

Keistimewaan bulan Dzulqadah ialah termasuk bulan haram, yaitu bulan yang dimuliakan dan di dalamnya dilarang keras melakukan kezaliman atau permusuhan. Dalam hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ... السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا... مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaan semula ketika Allah menciptakan langit dan bumi… Setahun itu dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram...” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam bulan ini, amal kebaikan dilipatgandakan, begitu pula dosa akan mendapat hukuman yang lebih berat. Dzulqadah juga merupakan bulan yang digunakan Rasulullah SAW untuk melakukan perjalanan umrah, yang menunjukkan kemuliaan ibadah di dalamnya.

Ma’asyiral Muslimin,

Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan bulan Dzulqa’dah ini dengan sebaik-baiknya. Mari kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT dengan memperbaiki niat, memperbanyak amal kebaikan, dan menjauhi kemaksiatan.

Jadikan bulan mulia ini sebagai momentum untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT dan dengan sesama manusia. Semoga kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang mendapatkan keberkahan dan ampunan di bulan yang dimuliakan ini.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا

اللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ مجيدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ .

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT atau tulisan lainnya dari Astam Mulyana

tirto.id - Edusains
Kontributor: Astam Mulyana
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Indyra Yasmin