Menuju konten utama

Chandra Asri Caplok Diler Mobil Mewah di Singapura-Malaysia

Emiten milik Prajogo Pangestu, Chandra Asri, beli diler mobil mewah di Singapura dan Malaysia senilai Rp3,6 T. 

Chandra Asri Caplok Diler Mobil Mewah di Singapura-Malaysia
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik konglomerat Prajogo Pangestu menandatangani kesepakatan senilai Rp3,6 triliun untuk mencaplok diler mobil mewah legendaris, Cycle & Carriage. Foto/PT Chandra Asri Pacific Tbk
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik konglomerat Prajogo Pangestu resmi melebarkan sayap bisnisnya ke sektor otomotif Asia Tenggara. Perusahaan petrokimia raksasa ini mengejutkan pasar dengan menandatangani kesepakatan besar senilai Rp3,6 triliun untuk mencaplok diler mobil mewah legendaris, Cycle & Carriage, di Singapura dan Malaysia.

“Akuisisi strategis ini merupakan langkah penting dalam melanjutkan ekspansi regional Chandra Asri Group dan mendukung strategi jangka panjang Grup untuk membangun platform terintegrasi di bidang energi, infrastruktur, dan mobilitas di Asia Tenggara,” dikutip dari laman Chandra Asri Group, Minggu (23/8/2026).

Ekspansi Rantai Nilai Ritel dan Platform Mobilitas Regional

Cycle & Carriage merupakan salah satu grup otomotif yang telah memiliki sejarah panjang di kawasan Asia Tenggara sejak 1899 dan mewakili berbagai merek otomotif global terkemuka di Singapura dan Malaysia.

Akuisisi ini menjadi platform strategis bagi Chandra Asri Group untuk memperluas jangkauan di rantai nilai mobilitas sekaligus melanjutkan ekspansi ritel Grup yang telah ada di Singapura.

Chandra Asri Group berkomitmen mempertahankan identitas, kapabilitas, hubungan dengan pelanggan dan OEM, manajemen, serta sumber daya manusia Cycle & Carriage yang telah terbangun.

Selain itu, Chandra Asri Group berkomitmen menciptakan peluang pertumbuhan dan kolaborasi di masa depan di seluruh platform regional Grup yang terus berkembang. Penyelesaian transaksi ini masih bergantung pada persetujuan dari OEM dan pemenuhan persyaratan yang berlaku lainnya.

Profil Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu memulai lini bisnis sejak 1970. Barito Pacific Timber (perusahaan kayu) yang dirintis lantas go public tahun 1993. Perusahaan ini lalu berganti nama menjadi Barito Pacific.

Pria yang lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 13 Mei 1944, itu dikabarkan mengakuisisi 70% saham Chandra Asri hingga memutuskan merger dengan Tri Polyta Indonesia (produsen petrokimia terbesar di Indonesia).

Selain via Petrindo Jaya Kreasi (perusahaan tambang batu bara), Pangestu kembali membikin Barito Renewables Energy yang bergerak di bidang energi terbarukan.

Prajogo Pangestu tercatat tinggal di Jakarta. Usai menikah dengan Herlina Tjandinegara, keluarga Prajogo terdiri dari tiga orang anak.

Mantan anggota Dewan Komisaris PT Astra International Tbk. itu dikabarkan hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat menengah pertama, tepatnya SMP Nan Hua Singkawang di Kalimantan Barat.

Kisah berlanjut setelah Phang Djun Phen alias A Phen, nama kecil Prajogo Pangestu, mengadu nasib ke Jakarta namun gagal.

Ia kembali ke Pulau Kalimantan. Prajogo Pangestu pernah merasakan menjadi seorang sopir angkot jurusan Singkawang-Pontianak. Sosoknya kini dikenal sebagai miliarder usai terjun ke dunia bisnis.

Baca juga artikel terkait MOBIL MEWAH atau tulisan lainnya dari Siti Fatimah

tirto.id - Flash News
Reporter: Siti Fatimah
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Fahreza Rizky