Menuju konten utama

Cek Situasi Gunung Merapi Hari Ini usai Luncurkan Awan Panas

Gunung Merapi meluncurkan guguran awan panas. Cek situasi terbaru, aktivitas vulkanik, status Merapi, serta imbauan bagi masyarakat di sekitar lereng.

Cek Situasi Gunung Merapi Hari Ini usai Luncurkan Awan Panas
Luncuran lava pijar keluar dari kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (23/4/2024) malam. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan awan panas guguran pada Kamis (2/7/2026) pukul 23.58 WIB, menurut catatan Badan Geologi di akun Instagram pada Jumat (3/7/2026).

Video erupsi Gunung yang terletak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah ini menunjukkan batuan panas kemerahan meluncur ke bawah dari mulut kawah lalu menyebar ke berbagai arah di kaki gunung.

Menurut Badan Geologi, estimasi jarak luncur 1.800 m dengan amplitudo maks 53,05 mm durasi 92,91 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih).

Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi. Tingkat Aktivitas Gunung Merapi saat ini berada di SIAGA (Level III).

Cek Situasi Terbaru Merapi Hari Ini

Badan Geologi menyediakan saluran resmi untuk melihat situasi terbaru Merapi.

Laporan aktivitas Gunung Merapi dilaporkan setiap pukul 00.00, 06.00, 12.00, dan 18.00 WIB. Laporan dapat diakses melalui laman https://magma.esdm.go.id atau melalui aplikasi android MAGMA Indonesia.

Masyarakat juga bisa menyaksikan siaran langsung CCTV Merapi yang dilaporkan Badan Geologi melalui link berikut ini: Live Situasi Merapi Hari Ini.

Wisatawan Diimbau Tidak Naik ke Merapi

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau wisatawan tidak mendaki ke puncak Gunung Merapi yang saat ini statusnya masih Level Tiga atau Siaga.

"Harapan saya bagi turis ya, bagi pendatang dalam arti dia memang mau berwisata, nah itu saya mohon memang jangan naik ke atas [puncak Merapi]," kata Sri Sultan HB di Yogyakarta, Kamis (2/7/2026) dikutip Antara News.

Saat ini Gunung Merapi yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman DIY dengan kabupaten di Jawa Tengah tersebut berstatus Siaga Level Tiga.

Menurut Sultan, untuk masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Merapi sudah memahami kondisi gunung aktif tersebut, sehingga dinilai sudah bisa mewaspadai bahaya dari pada dampak status Siaga itu.

"Kalau masyarakat sekitarnya kan sudah paham, tapi pendatang yang belum (paham) dan sekadar mau bervakansi, berlibur kan belum tentu tahu kalau ada aktivitas Merapi. Hati hati, sementara jangan naik dulu," katanya.

Gubernur DIY mengatakan, secara pasti kondisi terkini pihak yang mengetahui bahaya dari aktivitas Merapi adalah Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), sehingga agar imbauan diindahkan.

"Nah, saya tidak tahu persis ya, yang lebih tahu itu BPPTKG. Dan memang sebetulnya kalau masyarakat sekitar Merapi itu paham (situasi Merapi), ya kan," katanya.

Menurut Sultan, masyarakat di lereng Merapi juga paham apakah akan beraktivitas di sekitar Merapi atau tidak di saat kondisi terkini, selain itu memahami batas aliran guguran dan awan panas ketika terjadi erupsi.

"Dia pun juga tidak mau turun karena (guguran dan awan panas) hanya mengalir aja, paling-paling dari atas dua kilometer, 2,5 kilometer, berarti tidak sampai pemukiman. Mereka (masyarakat) sudah tahu sebetulnya," katanya.

Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Flash News
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Fahreza Rizky