Menuju konten utama

Sosok Mondy Tatto Tersangka Pembunuhan Anak Punk & Kontroversi

Selebgram Mondy Tatto ditetapkan sebagai tersangka dugaan terlibat kasus pembunuhan anak punk. Simak profil dari Mondy Tatto dan kontroversinya.

Sosok Mondy Tatto Tersangka Pembunuhan Anak Punk & Kontroversi
Mondy tatto. instagram/mondyy_tatto28
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepolisian telah resmi menetapkan selebgram sekaligus figur komunitas punk, Mondy Tatto alias DRA (juga disebut M) dan seorang pria berinisial DD sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya pengamen jalanan berinisial FA di wilayah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Siapa Mondy Tatto dan apa saja kontroversinya?

Kasus yang menjerat Mondy tersebut bermula dari perselisihan yang diduga berkaitan dengan masalah pribadi, termasuk dugaan konflik asmara. Perselisihan itu kemudian berkembang menjadi kekerasan fisik hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, korban FA sedang berada di depan sebuah salon bersama rekannya. Tidak lama kemudian, DD datang menggunakan sepeda motor milik Mondy Tatto. Ketika korban bermaksud meminjam kendaraan tersebut, terjadi perdebatan yang kemudian berubah menjadi perkelahian di jalan.

Berdasarkan keterangan kepolisian, saat pertengkaran berlangsung, Mondy Tatto diduga ikut terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap korban. Polisi menyebut Mondy diduga melakukan tindakan seperti memukul, menarik kaki, dan menjambak rambut korban.

Setelah perkelahian tersebut berhasil dihentikan, korban kemudian dibawa pulang oleh rekan-rekannya. Namun, konflik kembali berlanjut beberapa waktu kemudian di sebuah rumah kontrakan.

Di lokasi tersebut, DD diduga melakukan penusukan terhadap FA menggunakan senjata tajam. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bakti Husada untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Siapa Mondy Tatto?

Mondy Tatto atau Dita Restu Amanda yang dikenal melalui akun TikTok @mondy.tatto dan IG @mondyy_tatto28 merupakan sosok kreator konten dan figur publik kelahiran Jakarta pada 15 Juni 2001. Ia mulai dikenal masyarakat luas karena penampilannya yang sangat khas sebagai seorang vespunk.

Ciri paling menonjol dari Mondy adalah tato yang memenuhi hampir seluruh bagian tubuhnya, termasuk wajah hingga area sekitar mata. Penampilan tersebut membuatnya menjadi perhatian publik, terutama ketika kisah hijrahnya viral.

Sebelum dikenal sebagai sosok yang melakukan perubahan besar dalam hidupnya, Mondy menjalani masa muda yang penuh tantangan. Ia mulai mengenal dunia tato sejak masih duduk di bangku SMP.

Pada masa itu, sebagian tato yang dibuatnya dilakukan oleh teman yang bukan merupakan seniman tato profesional. Salah satu keputusan yang paling berisiko adalah ketika ia membuat tato di bagian mata, yang kemudian sempat menyebabkan gangguan penglihatan selama kurang lebih satu minggu.

Bagi Mondy, tato bukan hanya sekadar bentuk ekspresi diri, namun juga menjadi simbol perjalanan emosional dan pengalaman hidup yang pernah ia lalui. Ia mengungkapkan bahwa kebiasaan menato tubuhnya juga berkaitan dengan berbagai tekanan dan peristiwa sulit yang pernah dialami dalam kehidupannya.

Dalam perjalanan hidupnya, Mondy pernah menjalani kehidupan sebagai anak punk yang dekat dengan jalanan. Ia sempat menjadikan lingkungan jalanan sebagai tempat bertahan hidup, berpindah-pindah tempat tinggal, dan mencari penghasilan melalui kegiatan mengamen.

Ketika memiliki kemampuan finansial, ia tinggal di tempat kontrakan. Sebaliknya, ketika memiliki kekurangan biaya hidup, ia kembali menjalani kehidupan di jalanan. Kondisi tersebut membuat Mondy terbiasa menghadapi kerasnya kehidupan dengan keterbatasan ekonomi dan ketidakpastian.

Kehidupan pribadi Mondy juga tidak lepas dari berbagai ujian. Ia pernah menjalani kehidupan rumah tangga yang tidak berjalan sesuai harapan dan memiliki seorang anak laki-laki. Dari unggahan di IG, saat ini Mondy telah dikaruniai seorang anak lagi berjenis kelamin perempuan.

Selain itu, ia juga pernah mengalami kehilangan akibat keguguran yang disebut memberikan dampak emosional besar bagi dirinya. Peristiwa-peristiwa tersebut membuatnya mengalami masa sulit dan semakin terpuruk secara psikologis. Pada periode tersebut, tato menjadi salah satu bentuk pelampiasan yang ia gunakan untuk menghadapi tekanan dan rasa sakit yang dialaminya.

Perubahan besar dalam kehidupan Mondy terjadi ketika ia memutuskan untuk memperdalam agama dan menjalani proses hijrah. Titik balik tersebut semakin kuat setelah ia bertemu dengan pendakwah asal Malaysia, Ustadz Ebit Lew, yang memberikan pendampingan serta motivasi dalam proses perubahan dirinya.

Selain itu, Mondy juga mendapat dukungan dari Ustadz Derry Sulaiman yang dikenal aktif mendampingi sejumlah individu dalam perjalanan spiritual mereka. Mondy kemudian mulai meninggalkan gaya hidup lamanya, memperbaiki diri, dan berusaha menyesuaikan kehidupannya dengan nilai-nilai agama yang ia yakini.

Setelah berhijrah, Mondy menyadari bahwa tato yang memenuhi tubuhnya tidak lagi sesuai dengan pemahaman agama yang sedang ia jalani. Ia pun mulai menjalani proses penghapusan tato secara bertahap.

Kontroversi Mondy Tatto

Mondy Tatto pernah terlibat dalam perkara hukum di Malaysia terkait tuduhan terhadap pendakwah terkenal, Ustadz Ebit Irawan Ibrahim Lew atau Ebit Lew.

Kasus ini bermula pada 2023 ketika Mondy muncul dalam sebuah video yang diunggah oleh rapper Malaysia, Caprice (nama asli Ariz Ramli). Dalam video tersebut, muncul pernyataan dan dugaan yang mengaitkan Ebit Lew dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap Mondy.

Setelah video tersebut beredar luas, Ebit Lew membantah tuduhan tersebut dan melaporkan adanya dugaan pencemaran nama baik terhadap dirinya. Ebit kemudian mengajukan gugatan hukum terhadap Mondy dan Caprice pada September 2023, dengan alasan pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut telah merusak reputasi hingga menyebabkan dirinya mendapat penghinaan dan menimbulkan komentar negatif dari masyarakat di media sosial.

Dalam proses hukum yang berjalan, Mondy sebelumnya juga telah membuat laporan kepada kepolisian Malaysia terkait dugaan pelecehan seksual yang dituduhkan kepada Ebit Lew. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, pihak berwenang Malaysia memutuskan perkara tersebut tidak dilanjutkan ke tahap penuntutan atau diklasifikasikan sebagai no further action (NFA).

Setelah tuduhan tersebut tidak berlanjut ke tahap persidangan pidana, perkara kemudian berlanjut melalui jalur perdata terkait dugaan pencemaran nama baik. Pengadilan Sesyen Shah Alam, Malaysia, memutuskan bahwa Mondy Tatto harus membayar ganti rugi sebesar RM20.000 (sekitar 87 juta) kepada Ebit Lew atas tuduhan yang dinilai merugikan nama baiknya, seperti dilaporkan Free Malaysia Today (22/1/2025).

Baca juga artikel terkait KASUS PEMBUNUHAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar