tirto.id - Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Nevi Rizal, resmi mengundurkan diri dari jabatannya, Kamis (23/7/2026). Keputusan tersebut diambil setelah muncul kritikan publik terhadap unggahan media sosial anaknya yang dinilai memperlihatkan gaya hidup mewah atau flexing.
Pengunduran diri Nevi Rizal disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Dalam surat tersebut, ia menjelaskan keputusan untuk mundur telah melalui pertimbangan yang matang dan menjadi bentuk tanggung jawab moral serta etika sebagai seorang pejabat pemerintahan.
Menurutnya, meskipun persoalan yang terjadi berkaitan dengan anggota keluarganya dan bersifat pribadi, posisinya sebagai pejabat publik membuat dirinya memiliki kewajiban untuk menjaga integritas, kredibilitas, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.
“(Keputusan ini diambil) Akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi,” kata Nevi Rizal dalam video yang diunggah di akun IG @kominfogayolues, Kamis.
Dalam surat pengunduran dirinya, Nevi Rizal juga menyampaikan permintaan maaf kepada pimpinan daerah, para rekan kerja, serta masyarakat Gayo Lues atas kegaduhan yang terjadi akibat persoalan tersebut.
Duduk Perkara Pejabat Gayo Lues Nevi Rizal Mundur Usai Anak Flexing
Berikut linimasa duduk perkara Nevi Rizal dikritik setelah anaknya flexing di medsos hingga akhirnya mengundurkan diri:
1. Munculnya unggahan flexing anak Nevirizal di media sosial
Akun media sosial milik anak Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Nevi Rizal, menjadi sorotan setelah memperlihatkan sejumlah konten yang dinilai memamerkan gaya hidup mewah.Unggahan tersebut kemudian menyebar luas di medsos salah satunya dari akun Threads @icha._31. Dalam unggahannya, Annisa menyebut adanya anak pejabat di Aceh yang melakukan flexing saat masyarakat sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Dalam unggahan tersebut, disertakan tangkapan layar sejumlah postingan Instagram milik anak Nevi Rizal, Dea Arranoya, yang sering pamer kekayaan. Sejumlah unggahan Dea memperlihatkan konten yang dianggap sebagai bentuk flexing.
Salah satu unggahan berisi klaim mengenai pembelian BBM dalam jumlah banyak. Unggahan lain memperlihatkan perjalanan ke luar negeri seperti Korea Selatan, Eropa, dan Thailand.
Dea juga membagikan konten terkait kepemilikan Vespa matic baru serta unggahan mengenai ayahnya, Nevirizal, yang memenuhi keinginannya untuk memiliki mobil baru. Konten-konten tersebut kemudian dianggap sebagian masyarakat sebagai bentuk pamer kemewahan.
2. Publik mengecam karena dianggap tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat
Reaksi negatif masyarakat muncul karena unggahan anak Nevirizal tersebut dianggap tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi sebagian warga yang sedang mengalami kesulitan. Di tengah situasi pemulihan pascabencana, konten yang menampilkan perjalanan mewah, kendaraan mahal, dan kepemilikan BBM dalam jumlah besar dinilai tidak tepat.Apalagi, setelah publik mengetahui bahwa akun yang mengunggah konten-konten tersebut merupakan milik putri Nevirizal yang pejabat Kabupaten Gayo Lues, luapan emosi ditumpahkan di media sosial.
Status keluarga tersebut membuat persoalan berkembang menjadi isu yang berkaitan dengan etika pejabat publik. Masyarakat mempertanyakan sikap seorang pejabat dalam menjaga citra pemerintahan ketika anggota keluarga Nevi Rizal menampilkan gaya hidup yang dianggap berlebihan di media sosial.
3. Nevirizal memberikan klarifikasi dan meminta maaf
Menanggapi polemik yang semakin besar, Nevirizal memberikan klarifikasi bahwa konten yang viral tersebut memang dibuat oleh anaknya. Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Gayo Lues dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues karena unggahan tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan serta melukai perasaan masyarakat.Nevirizal mengatakan bahwa dirinya telah menegur keras anaknya dan meminta agar tidak lagi menggunakan media sosial untuk membuat konten serupa. Ia juga menyampaikan bahwa keluarganya telah memahami dampak dari unggahan tersebut dan berjanji agar kejadian serupa tidak terulang.
4. Dea Arranoya menyampaikan permintaan maaf terbuka
Setelah mendapat kritik luas, Dea Arranoya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat, khususnya warga Gayo Lues. Ia mengakui unggahan yang memperlihatkan gaya hidup mewah tersebut merupakan kesalahan dan tidak bermaksud mencari pembenaran.Dea menyatakan konten tersebut muncul karena kelalaian serta kurangnya kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial. Sebagai bentuk tanggung jawab, ia menghapus unggahan yang menjadi sorotan dan berjanji untuk lebih berhati-hati serta lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.
5. Nevirizal mengundurkan diri dari jabatan Asisten I Setdakab Gayo Lues
Setelah sebelumnya meminta maaf dan menegur anaknya, Nevirizal akhirnya mengambil langkah untuk mengundurkan diri dari jabatan Asisten I Setdakab Gayo Lues. Dalam surat pengunduran dirinya, ia menyatakan bahwa keputusan tersebut telah dipertimbangkan secara matang sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai pejabat publik.Menurut Nevirizal, meskipun persoalan tersebut berkaitan dengan anggota keluarganya, dirinya tetap memiliki kewajiban menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Ia memilih mundur demi menjaga nama baik institusi serta memberikan kesempatan agar proses evaluasi dapat berjalan dengan baik.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































