Budiman Sudjatmiko:

"Castro Jadi Titik Tolak Pemberontakan Klasik Amerika Latin"

Oleh: Dieqy Hasbi Widhana - 26 November 2016
Dibaca Normal 3 menit
Pemimpin revolusioner Kuba, Fidel Castro, meninggal. Apa saja sumbangan Castro bagi gerakan kiri di Amerika Latin hingga Indonesia?
tirto.id - Fidel Alejandro Castro Ruz atau Fidel Castro meninggal dunia. Hingga akhir hayatnya, Fidel dikenang sebagai komandan utama revolusi Kuba yang legendaris.

Fidel memiliki strategi perlawanan gerilya melawan rezim otoriter Kuba, Fulgencio Batista, yang memiliki logistik perang jauh lebih canggih. Diktator yang dari Partai Persatuan Aksi Militer tersebut berhasil dipukul mundur dan kabur ke negara lain untuk mengamankan diri.

Tahun 2006, karena masalah kesehatan, ia mewariskan jabatan presiden pada adiknya, Raúl Modesto Castro Ruz. Meski Raul menjadi tokoh penting di Komite Sentral Partai Komunis Kuba, namun strategi pemerintahannya rentan dirasuki restorasi kapitalisme. Sebab Raul lebih berkompromi mengembangkan sektor ekonomi dalam negaranya yang terisolir.

Fidel menjagi ikon yang bergerak dengan mengagitasi massa rakyat untuk memberontak. Di Indonesia sendiri, ternyata sejarah pemikiran dan perjuangan Fidel menjadi salah satu bahan bakar bagi gerakan menumbangkan rezim Soeharto. Hal tersebut diungkapkan oleh mantan Ketua Partai Rakyat Demokratik, Budiman Sudjatmiko.

"Semangat pemberontakannya menjadi inspirasi gerakan anak muda di Indonesia," ungkapnya.

Aktivis yang kini menjadi Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP tersebut, mengakui bahwa Fidel memiliki strategi yang rapi dan mengakar terkait manajemen penguatan partai politik. Fidel memperlihatkan basis kekuatan partai bukan pada segelintir elit melainkan massa rakyat. Kadernya dilatih keras untuk berani berkorban melengkapi tugas revolusioner melawan kesulitan yang dihadapi rakyat. Maka dari itu, dia berharap seluruh partai politik di Indonesia meneladani dan mempelajari sejarah perjuangan Fidel.

Berikut wawancara reporter Tirto.ID, Dieqy Hasbi Widhana, dengan Budiman Sudjatmiko.

Dalam perjuangannya menumbangkan junta militer Fulgencio Batista, Fidel mampu menyatukan sektor revolusioner, demokratik, reformis, bahkan yang reaksioner. Bagaimana menilai kekuatan agitasinya dalam memobilisasi seluruh sektor untuk lawan Batista?

Oh iya. Awalnya dia kan 80-an orang terkepung di Pegunungan. Tapi dia bisa meloloskan diri dengan selamat dengan Che Guevara, orang Amerika Latin yang baru dikenalnya (ketika di Meksiko). Menurut saya dia orang yang punya energi bukan hanya menjebol tapi juga membangun.

Dia adalah titik tolak pemberontakan klasik Amerika Latin yang legendaris dan punya kharisma yang luar biasa. Meskipun pada saat menjalankan pemerintahannya, dia keras pada lawan-lawan politiknya, terutama pada Amerika Serikat. pada 1960-an hampir terjadi perang nuklir. Dia menantang Amerika Serikat untuk mengarahkan peluru kendalinya ke Kuba.

Setelah 47 tahun Fidel berkiprah, akhirnya Kuba berganti kepemimpinan. Apa semakin lama sayap-sayap perjuangan Fidel makin melemah, apalagi Fidel sekarang sudah meninggal? Raul, kan, lebih mengagumi sosialime model Tiongkok yang melonggarkan sistem ekonomi?

Tentu saja Raul agak berbeda dengan abangnya. Dalam pengertian bahwa Raul jauh lebih membuka jalan untuk lebih bisa berdialog dengan Amerika. Tapi yang jelas, tentu saja akan ada perubahan-perubahan dan reformasi-reformasi.

Setelah masa kemenangan menumbangkan kapitalis di Amerika Latin lewat jalan demokratik, negasi terakhir ditunjukkan persis oleh Castro pada adiknya yaitu ketika Kuba menjadi tempat perundingan damai Kolombia. Melalui Kuba, perang saudara puluhan tahun (yang didalangi Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia) berakhir. Saya pikir itu titik tolak terakhir dari revolusi Kuba. Konflik Kolombia ditengarai sebagai konflik yang paling panjang dan paling berdarah (konflik setengah abad yang telah menewaskan ratusan ribu orang) di Amerika Latin tapi bisa selesai (pada 2013, setelah pada 2002 Castro gagal). Saya kira itu ada kontribusi Fidel Castro juga

Fidel Castro juga dihormati bukan hanya oleh orang kiri, tapi juga oleh pemimpin misalnya Juan Manuel Santos (Presiden Kolombia yang mendapat Nobel Perdamaian 2016) dari Kolombia. Itu atas dilakukannya perundingan-perundingan damai di Kuba. Saya pikir rezim-rezim baik kiri maupun kanan di Amerika Latin tetap respek pada dia.

Seberapa besar pengaruh perjuangan dan pemikiran Fidel menjadi bahan bakar bagi gerakan 1998 di Indonesia?

Tidak persis sama ya. Lebih pada gagasannya untuk anak-anak muda bergerak. Semangat pemberontakannya menjadi inspirasi gerakan anak muda di Indonesia. Tapi tentu saja jalannya berbeda, konteksnya berbeda.

Dia ikon perjuangan rakyat-rakyat di negara berkembang melawan dominasi Amerika, khususnya di Amerika Latin. Dia juga seorang revolusioner yang dulu ikut aksi dalam gerakan non-blok, dukungan politiknya di blok Timur. Saya pikir dia ikon revolusi abad 20.Tentu saja di abad 21 ini, kita melihat cara pemerintahannya berbeda, dengan masalah administrasi pemerintahan zaman sekarang yang pro-demokrasi.

Lepas dari segala kekuatan dan kelemahannya, dia sudah membentuk sejarah dunia mulai akhir dekade 1950 sampai sekarang‎ ini. Tahun 2006 mengundurkan diri dari Presiden Kuba, tapi kesungguhannya untuk menempuh jalan pembangunan yang mandiri, itu menjadi semacam acuan dari berbagai cara Amerika Latin setelahnya. Meskipun sosialisme di Amerika Latin yang lain, kan, melalui jalan demokratis. Tapi dia dihormati di kalangan para pemimpin kiri di Amerika Latin.

Apa yang layak diserap dari metode pemerintahan Fidel dalam hal memperkuat ilmu pengetahuan massa rakyatnya?

Kalau dia sih memang sangat fokus pada soal-soal pemberdayaan terutama di bidang pendidikan dan kesehatan rakyat. Dia mencanangkan kesehatan yang paling maju di dunia. Bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pengobatan gratis.

Dokter-dokter di Kuba dilatih bukan hanya untuk mengobati penyakit. Tapi sekaligus diajari untuk melakukan pencegahan-pencegahan penyakit di masyarakat. Dokter-dokter itu dilengkapi kapasitas pemberdayaan masyarakat.

Juga dia membuat suatu sinergitas ilmu kedokteran yang banyak ke luar negeri, untuk belajar fasilitas kesehatan. Itu juga sebagai inspirasi bagi orang Kuba. Itu semangat di dunia kesehatan dia memaksimalkan keterlibatan anak muda di dunia kedokteran tentang sumber daya masyarakat.

Fidel memperlihatkan basis kekuatan partai bukan pada segelintir elit melainkan massa rakyat. Kadernya dilatih keras untuk berani berkorban melengkapi tugas revolusioner melawan kesulitan yang dihadapi rakyat. Dalam hal memperkuat partai politik, apa yang bisa diadopsi dari perjuangan dan pemikiran Fidel di Indonesia?

Mereka di partai itu lebih pada soal bukti-bukti kaderisasi dan pemberdayaan rakyat. Apapun partai di Indonesia saya kira bisa belajar, bagaimana kader dengan massa rakyat yang dipimpinnya menyatu betul-betul. Sehingga kemudian terjadi proses pemberdayaan.

Baca juga artikel terkait MILD REPORT atau tulisan menarik lainnya Dieqy Hasbi Widhana
(tirto.id - Wawancara)

Reporter: Dieqy Hasbi Widhana
Penulis: Dieqy Hasbi Widhana
Editor: Zen RS
Artikel Lanjutan
DarkLight