Menuju konten utama

Cara Mencegah Stunting pada Anak Sejak Masa Kehamilan

Bagaimana cara mencegah stunting pada anak sejak masih dalam masa kehamilan? 

Cara Mencegah Stunting pada Anak Sejak Masa Kehamilan
Petugas kesehatan menimbang berat badan anak di Posyandu Mayang, Kelurahan Mrican, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (5/8/2022). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/rwa.

tirto.id - Stunting atau gagal tumbuh adalah sebuah kondisi di mana seorang anak mengalami kegagalan pertumbuhan akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupannya.

Jika dibiarkan terus-menerus, maka kondisi semacam ini dapat berdampak jangka panjang, hingga anak berusia dewasa dan lanjut usia.

Menurut laman Kementerian Kesehatan, stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan balita seusianya. Ukuran yang digunakan adalah standar pertumbuhan anak dari WHO.

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang menghadapi permasalahan stunting cukup serius. Sekitar 4 dari 10 anak di Indonesia, diperkirakan, kini mengalami stunting.

Jika masalah gagal tumbuh ini tidak segera diatasi, maka negara bisa mengalami kerugian dalam hal finansial, maupun non material.

Apa Penyebab Stunting?

Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi pada anak sejak masa kehamilan, atau sejak anak masih berada dalam kandungan. Kekurangan gizi pada anak ini terjadi pada rentang waktu cukup lama.

Selain kekurangan gizi, menurut laman Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, stunting juga bisa terjadi akibat faktor genetik, infeksi berulang, hingga tingkat pengetahuan orang tua yang rendah mengenai tumbuh kembang anak.

Jika berbagai penyebab stunting itu tidak segera diketahui dan segera diatasi, maka anak akan mengalami gangguan pada proses pertumbuhan otak dan organ lain.

Ketika pertumbuhan otak terganggu, maka ia akan sulit untuk mengikuti berbagai pelajaran di sekolah, dan ketika ia dewasa kelak, si anak akan kesulitan untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Termasuk, risiko terkena penyakit diabetes, hipertensi, ataupun gangguan pada jantung juga akan sangat tinggi.

Cara Mencegah Anak Stunting Sejak Masa Kehamilan

Mengatasi masalah stunting tidak bisa sekadar diatasi dari saat anak sudah berusia balita. Stunting harus diatasi dari akarnya, yaitu sejak masa kehamilan sang ibu, saat di awal-awal kehidupan anak.

Menurut Dr. dr. Diah Rumekti Hediati, Sp.OG dari UGM seperti dilansir dari laman FK-KMK UGM, ada beberapa cara untuk mencegah stunting dari masa kehamilan, yaitu dengan memenuhi kebutuhan nutrisi anak pada 1000 hari pertama kehidupannya, yaitu sejak masih masih menjadi janin hingga usia sekitar 2 tahun.

Menurut laman Kementerian Kesehatan, dibandingkan dengan wanita tidak hamil, kebutuhan energi wanita hamil meningkat 13 persen, dengan kebutuhan protein 54 persen lebih tinggi selama masa kehamilan, dan menyusui.

Ibu hamil memerlukan tambahan kalori kurang lebih 350-450 kalori per hari. Selama masa kehamilan, pastikan ibu hamil mengonsumsi cukup makronutrien, seperti karbohidrat, lemak dan protein.

Selain itu, ibu hamil juga perlu mengonsumsi mikronutrien, seperti makanan dan minuman kaya vitamin dan mineral, seperti zat besi, asam folat, kolin, magnesium, yodium, zinc, vitamin A, vitamin B, dan vitamin D.

Berbagai jenis nutrisi itu terdapat pada berbagai makanan, seperti ikan, telur, daging, seafood, kacang, biji-bijian, susu, keju, yoghurt, serta aneka buah dan sayuran.

Selain asupan nutrisi yang mencukupi, seorang ibu hamil juga harus rutin melakukan pemeriksaan kandungan. Pemeriksaan rutin selama masa kehamilan ini perlu dilakukan agar tumbuh kembang janin dapat terus dipantau, serta dapat mendeteksi bila terjadi masalah pada janin atau kesehatan ibu hamil.

Satu hal lagi yang cukup penting diberikan sejak masa kehamilan agar tingkat stunting dapat dikontrol, seperti dilansir dari laman Kementerian Kesehatan adalah dengan memberikan edukasi dan intervensi pada ibu hamil mengenai pencegahan stunting sejak awal masa kehamilan.

Ketika seorang ibu memiliki pemahaman yang baik tentang nutrisi yang cukup untuk dikonsumsi selama masa kehamilan, maka angka pertumbuhan janin yang terhambat dapat dikurangi.

Selain itu, seorang ibu hamil juga perlu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta melakukan sanitasi yang baik agar dapat mengurangi persentuhan terhadap mikroorganisme penyebab infeksi.

Jika seorang ibu hamil terpapar infeksi, maka akan berisiko terhadap adanya persalinan prematur yang dapat meningkatkan risiko stunting saat anak sudah lahir.

Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan lainnya dari Lucia Dianawuri

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Lucia Dianawuri
Penulis: Lucia Dianawuri
Editor: Yandri Daniel Damaledo