tirto.id - Manajemen Arema FC kecewa atas aksi penyerangan terhadap bus tim Pesik Kediri usai laga Liga 1 2024/2025 di Stadion Kanjuruhan pada Minggu (11/5/2025) lalu. Mirisnya, insiden itu terjadi setelah pertandingan yang menandai kembalinya tim Singo Edan ke Kanjuruhan usai tragedi pada 2022 silam.
Sejumlah orang melakukan aksi pelemparan terhadap bus yang membawa rombongan tim Persik ketika keluar dari gerbang utama Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Manajemen Arema FC pun meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian ini.
"Polisi harus menangkap dan mengungkap pelaku dan motif pelemparan bus Persik Kediri," kata General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriadi, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (13/5/2025), dikutip dari Antara.

Pertandingan yang merupakan laga pertama Arema FC di Kanjuruhan usai tragedi 2022 dan sempat menjadi tim musafir itu berakhir dengan kekalahan 0-3 dari Persik. Insiden memalukan yang terjadi usai pertandingan pun membuat manajemen Arema FC merasa tidak dihargai lagi.
"Jika pelaku kecewa dengan terkait penyelenggaraan atau kecewa karena Arema FC kalah, kenapa tidak dilimpahkan ke kami? Hasilnya seakan-akan kami tidak dihormati di sini," ucap Yusrinal.
Yusrinal menambahkan, pihaknya telah berjuang sekuat tenaga dengan segala keterbatasan agar Arema FC bisa bertanding lagi di Stadion Kanjuruhan. Namun, kembalinya tim Singo Edan malah dicemari dengan hal-hal yang tidak patut.
"Padahal klub mengalami masa sulit dengan keterbatasan dana, karena tidak ada pemasukan lantaran harus terusir, rasanya hanya cukup sisa tenaga, semangat dan niat tulus mempertahankan klub ini," beber Yusrinal.
"Dari sisi produksi semua upgrading kami laksanakan, mulai ring 1 sampai ring 4 sesuai regulasi dan kebutuhan rencana pengamanan (renpam). Kami memahami semua harus dilakukan untuk kepentingan dan keamanan jalannya pertandingan," imbuhnya.

Akibat insiden tersebut, bis yang mengangkut rombongan Persik Kediri mengalami kerusakan parah pada bagian kaca samping. Selain itu, pelatih Divaldo Alves dan asistennya dikabarkan terkena dampak pelemparan tersebut.
Namun, Divaldo Alves mengaku tidak trauma meskipun berharap hal yang sama tidak akan terjadi lagi ke depannya. "Tidak ada (trauma). Saya siap semua. No problem. Enggak ada masalah apapun," ujarnya dilansir Antara.
Kemenangan di Kanjuruhan membuat Persik Kediri berada di peringkat ke-12 klasemen sementara Liga 1 2024/2025 dengan 40 poin, sedangkan Arema FC ada urutan ke-10 dengan 46 poin.
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id

































