Menuju konten utama
Kualifikasi Piala Dunia 2026

Apa Saja Sanksi FIFA Jelang Timnas Indonesia vs China WCQ 2026?

FIFA menghukum PSSI & Timnas Indonesia jelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan China, Kamis (5/6). Kenapa bisa demikian dan apa saja sanksinya?

Apa Saja Sanksi FIFA Jelang Timnas Indonesia vs China WCQ 2026?
Pesepak bola Timnas Indonesia Justin Hubner (kiri), Ole Lennard Romenij (kedua kiri), Marselino Ferdinan (kedua kanan), dan Ragnar Oratmangoen (kanan) menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum bertanding melawan Timnas Bahrain pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/Spt.

tirto.id - PSSI dan Timnas Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA jelang pertandingan WCQ 2026 melawan China, Kamis (5/6). Sanksi itu terkait dengan tindakan suporter dalam laga sebelumnya melawan Bahrain. Apa saja sanksi yang didapatkan PSSI dan Timnas Indonesia?

Berdasarkan laporan dari laman Antara, dijelaskan oleh salah satu EXCO PSSI yakni Arya Sinulingga, bahwa ada dua hukuman yang harus diterima PSSI yang berkaitan dengan Timnas Indonesia.

Sanksi pertama adalah denda uang sekitar Rp400 juta. Sanksi kedua berupa pemangkasan kapasitas penonton saat laga Indonesia vs China. FIFA mengharuskan PSSI untuk mengurangi keterisian penonton sebesar 15 persen.

"Keputusan FIFA, PSSI harus bertanggung jawab atas perilaku diskriminatif suporter pada saat pertandingan Indonesia melawan Bahrain yang dimainkan 25 Maret 2025. Di sana FIFA juga kirim laporan, jadi ada monitoring sistem mereka anti-diskriminasi, sebagai laporan mereka," kata Arya seperti dikutip dari laman Antara.

Aksi diskriminatif yang dimaksud adalah nyanyian para suporter Indonesia yang dianggap tidak pantas kepada kubu Bahrain. Momen itu terjadi di babak kedua yang berasal dari tribun belakang gawang.

"Berdasarkan laporan tersebut, FIFA menyatakan suporter Indonesia paling aktif di tribun utara dan selatan. Peristiwa terjadi di sektor 19, disebabkan suporter Indonesia pada menit 80 hampir 200 suporter tuan rumah teriakkan slogan xenophobia "Bahrian... bla... bla... bla"," tambah Arya.

Tentunya hukuman itu sangat merugikan PSSI dalam hal nilai uang. Begitu juga bagi Thom Haye dan kawan-kawan yang berlaga di lapangan karena kehilangan 15 persen suporter militan mereka di tribun.

Dengan mengambil angka kasar 70.000 penonton, pengurangan 15 persen berarti akan ada sekitar 10.500 kursi yang harus kosong. Ditambah, pengurangan penonton itu dikenakan khusus untuk tribun belakang gawang atau tribun utara dan selatan.

Padahal area tersebut menjadi milik dua kelompok suporter Indonesia yaitu La Grande Indonesia dan Ultras Garuda. Dua kelompok suporter tersebut selama ini lantang bernyanyi mendukung timnas sepanjang laga dan menghadirkan koreo menarik jelang laga.

Akan tetapi FIFA memberikan opsi bagi PSSI agar pengurangan 15 persen kapasitas penonton itu tidak berlaku. Caranya adalah dengan memberikan jatah 15 persen itu kepada kelompok anti-diskriminasi atau komunitas lain sehingga stadion tetap bisa terisi penuh.

"FIFA juga berikan ruang alternatif boleh saja 15 persen itu diberikan tapi kepada komunitas anti-diskriminasi atau komunitas khusus seperti keluarga, mungkin pelajar atau perempuan. Dan mereka harus pasang spanduk anti-diskriminasi," lanjut Arya.

Bagaimanapun juga, kehilangan 15 persen dari jatah suporter jelas merugikan skuad Garuda. Pasalnya laga melawan China akan menjadi duel penting dalam usaha Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Patrick Kluivert saat ini menempati peringkat empat dengan sembilan poin. Di atasnya ada Jepang 20 poin yang telah memastikan diri lolos, lalu ada Australia 13 poin dan Arab Saudi 10 poin. Sedangkan di bawah Indonesia ada Bahrain dan China yang masing-masing memiliki enam poin.

Pada laga matchday 9 nanti selain laga Indonesia vs China, juga ada laga Australia vs Jepang dan Bahrain vs Arab Saudi. Apabila Indonesia dan Arab Saudi menang, Indonesia dipastikan minimal lolos ke putaran empat. Di sisi lain jika Indonesia menang dan Australia kalah, Indonesia masih berpeluang lolos langsung ke Piala Dunia 2026 menemani Jepang.

Baca juga artikel terkait TIMNAS INDONESIA atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Iswara N Raditya