tirto.id - Penerbit Buku Mojok memberikan pernyataan sikap terkait dugaan kasus kekerasan seksual oleh Panji Sukma Her Asih yang viral belakangan ini, termasuk telah memutus kontrak. Buku Mojok juga meminta maaf atas terbitnya buku Iblis dan Pengelana (2020) karya Panji Sukma yang berisi konten seksis dan misoginis.
"Sebagai penerbit, kami terus belajar agar lebih peka dengan isu gender agar tidak lagi menerbitkan buku dengan konten misoginis," tulis Buku Mojok melalui akun Instagram resmi. Kamis (26/3/2026).
Misoginis adalah istilah yang merujuk pada sikap seseorang yang mempunyai rasa benci atau tidak suka pada gender wanita secara berlebihan. Pelakunya disebut misogini. Pelaku ini didominasi oleh para pria, kendati ada pula wanita yang mengidapnya.
Tidak hanya itu, Buku Mojok juga memberikan dukungannya kepada korban. Penerbit juga mendorongnya adanya penanganan sehingga korban bisa mendapatkan keadilan.
"Kami mengecam segala bentuk kekerasan seksual, serta praktik seksis dan misoginis yang dilakukan pelaku terhadap korban," kata Buku Mojok.
Buku Mojok Sudah Putus Kontrak dengan Panji Sukma
Dalam pernyataan yang sama, Buku Mojok menyampaikan bahwa pihaknya telah putus kontrak dengan Panji Sukma sejak 2022 lalu. Buku Iblis dan Pengelana sudah tidak lagi dicetak ulang.
Penerbit menyatakan tidak ada lagi pendistribusian buku tersebut. Jika masih menemukan buku ini belum terjual atau ada pembeli yang hendak mengembalikan, Buku Mojok akan menerimanya.
"Kami juga terbuka jika ada toko buku atau pembaca yang ingin mengembalikan serta mendapat refund dari buku tersebut," kata Buku Mojok.
TW: ABUSIVE RELATIONSHIP, SH, RAPE AND SABOTAGE TO MENTAL HEALTH ACCESS (Kronologi Peristiwa Kekerasan Seksual Berbasis Relasi Kuasa dan Manipulasi Psikologis)
— Sun (@tmptmengeluhku) March 25, 2026
- thread memuat dokumen visual dan peristiwa di atas yang dapat memicu, prioritaskan keselamatan sebelum lanjut membaca pic.twitter.com/NPE0RJLurM
Siapa Panji Sukma yang Dikaitkan Dugaan Kasus Kekerasan Seksual?
Panji Sukma adalah sosok penulis dan vokalis Gendar Pecel band asal Karanganyar. Ia lahir di Sukoharjo pada 1 Maret 1991.
Sebagai penulis, Panji telah menghasilkan banyak karya. Misalnya yaitu novel Astungkara (2018), Semesta Bersua Zine (2016), Antologi Cerpen Yang Tergusur (2019), Antologi Puisi Perjamuan Kopi di Kamar Kata (2017). Beberapa cerpennya juga dimuat di media massa lokal dan nasional.
Panji dikenal pula aktif di beberapa komunitas. Ia bergabung di Komunitas Sastra Kata Karanganyar dan Literasi Kemuning.
Namun, nama Panji dihadapkan pada dugaan kasus kekerasan seksual. Nama "Sundari Sukoco" membeberkan melalui akun X @tmptmengeluhku bahwa ia menjadi korban dari kekerasan seksual yang diduga dilakukan Panji Sukma (PS).
Utas di X tersebut diunggah pada Rabu (25/3/2026). Di dalamnya memuat kronologi dari awal hingga akhir dugaan kekerasan seksual tersebut dari sisi korban.
Tirto.id telah meminta konfirmasi terkait kasus ini kepada Panji Sukma secara daring. Namun, hingga saat ini belum memperoleh tanggapan.
Editor: Abdul Aziz
Masuk tirto.id































