tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga emas perhiasan terus mengalami peningkatan selama 27 bulan beruntun. Karena kenaikan harga ini pula, emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi dari kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya.
“Pada November 2025, emas perhiasan menjadi komoditas penyumbang terbesar dalam kelompok ini (pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya) dan telah mencatat inflasi selama 27 bulan berturut-turut pada November 2025,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BPS), di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025).
Berdasarkan catatan BPS, pada November 2025, komoditas emas perhiasan mengalami innflasi sebesar 3,99 persen, dengan andil 0,08 persen. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi emas perhiasan pada bulan sebelumnya.
Namun, tingkat inflasi emas November 2025 jauh lebih tinggi dibandingkan periode November 2024 dan November 2023, yang masing-masing sebesar 2,87 persen dan 2,55 persen. Pun, andil komoditas emas perhiasan terhadap inflasi juga dilaporkan terus meningkat, dari periode November 2023 yang masih sebesar 0,03 persen menjad 0,04 persen pada November 2024.
“Inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 4,25 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 1,22 persen. Komoditas yang memberi andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah cabai merah. Komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman dan tembakau yang juga memberikan andil inflasi dominan adalah emas perhiasan,” sambung Pudji.
Sejalan dengan kontribusinya terhadap inflasi tahunan, komoditas emas dan perhiasan juga menjadi salah satu pendorong inflasi inti pada November 2025, bersama minyak goreng dan kopi bubuk.
Sementara itu, menurut Pudji, kenaikan harga emas tidak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan juga di pasar global. Karena kenaikan harga emas ini, membuat harga komoditas di pasar global baik secara bulanan maupun tahunan cukup bervariasi, dengan kenaikan harga secara bulanan terjadi pada kelompok logam mulia serta logam dan mineral.
“Catatan peristiwa penting yang dapat berpengaruh terhadap indikator-indikator harga sepanjang November 2025, yang pertama, terkait harga emas di pasar internasional, trend kenaikan harga emas dunia masih terus berlanjut sampai dengan November 2025,” tutur Pudji.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































