tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kematian ibu (MMR) dan bayi (IMR) di wilayah Indonesia Timur masih tergolong tinggi dibandingkan wilayah barat. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, terdapat kesenjangan yang mencolok, wilayah Papua Pegunungan mencatat angka kematian bayi tertinggi mencapai 37,04 per 1.000 kelahiran hidup.
“Provinsi dengan IMR tertinggi adalah Papua Pegunungan, yaitu sebesar 37,04. Artinya, dari 1.000 kelahiran hidup di Papua Pegunungan, terdapat sekitar 37 bayi yang meninggal sebelum mencapai umur 1 tahun," ujar Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti (Winny), saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Winny membeberkan pula detail hasil SUPAS 2025. Angka kematian bayi (IMR) sebelum mencapai usia 1 tahun masih mencapai 14,12 per 1.000 kelahiran hidup. Meskipun, angka tersebut turun dibandingkan SUPAS 2010.
"Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkatnya peluang hidup bayi pada tahun pertama kehidupannya," ucapnya
Winny lantas mengatakan, IMR bervariasi berdasar provinsi se-Indonesia. Terdapat perbedaan besar dalam angka kematian bayi antarprovinsi.
Berdasar SUPAS 2025, wilayah timur Indonesia tergolong memiliki angka IMR yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan angka IMR di wilayah barat Indonesia. DKI Jakarta disebut menjadi provinsi dengan IMR terendah, yakni 9,26 per 1.000 kelahiran hidup.
Winny melanjutkan, berdasar hasil survei yang sama, angka kematian ibu melahirkan (MMR) mencapai 144 kematian per 100.000 kelahiran hidup. MMR ini terjadi pada usia 15-49 tahun saat kehamilan, persalinan, atau 42 hari setelah persalinan.
Menurut Winny, angka MMR SUPAS 2025 sejatinya menurun 45 poin daripada SUPAS 2020. Akan tetapi, masih ada kesenjangan angka MMR SUPAS 2025 antarprovinsi.
"Di mana wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Papua masih memiliki MMR tertinggi, yaitu 317 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup," tuturnya.
"Di mana angka ini hampir 3 kali lipat dibandingkan dengan wilayah Jawa-Bali yang hanya sebesar 114 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup," tukasnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































