tirto.id - Wali Kota (Walkot) Depok Mohammad Idris mengungkapkan bahwa angka kematian ibu dan bayi meningkat pada tahun 2022 di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat (Jabar), dibanding tahun 2021 lalu.
“Iya memang angka kematian ibu dan bayi itu meningkat,” ujar Idris seusai peresmian Gedung Sekretariat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Perumahan Depok Maharaja, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jabar, Selasa (10/1/2023).
Idris menuturkan, pada tahun 2022 angka kematian ibu dan bayi di Kota Depok tercatat ada 92 kasus. Sedangkan pada tahun 2021 jumlahnya lebih sedikit, yakni 59 kasus.
“Prosentase angka kematian bayi itu 92 kasus per 42 ribu sekian (42.747 kelahiran hidup),” terang Idris
Hal ini lantaran, lanjut Idris, penghitungan angka kematian bayi yang berubah, dari usia kehamilan 28 minggu menjadi 20 minggu.
Idris pun menyebut ada banyak faktor yang menjadi angka kematian ibu dan bayi tahun 2022 di Kota Depok naik, salah satunya masalah pertolongan.
“Mungkin nanti akan kita buat semacam buat panic emergency lah gitu ya untuk hal-hal tertentu,” sambung Idris.
Terkait pencegahan ke depan terhadap peningkatan angka kematian ibu dan bayi ini di Kota Depok, Idris menuturkan bahwa peningkatan profesi bidan tentunya harus terus ditingkatkan.
“Yang kedua, sinergi dengan rumah sakit-rumah sakit yang memang semuanya harus sejalan dalam hal penanganan masalah ini,” imbuh Idris.
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri