tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merespons ramainya sorotan publik soal pembangunan sumur bor dengan anggaran hingga Rp150 juta dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra.
Diketahui, hal ini bermula dari rapat terbatas yang digelar di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Rabu (1/1/2026).
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pengeboran sumur yang bisa mencapai ratusan juta. Publik lantas menilai angka ini terlalu besar.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengatakan seluruh penggunaan anggaran negara dalam situasi tanggap darurat akan diaudit sesuai ketentuan.
Adapun pembangunan sumur bor tersebut merupakan sumur bor komunal yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana.
“Yang pasti tentu saja setiap rupiah uang negara yang kita gunakan itu akan diaudit. Dan ini tentu saja akan menjadi standar akuntabilitas dari uang tanggap darat yang kita gunakan,” ujar Abdul Muhari, dalam konferensi pers yang disaksikan secara daring, Selasa (6/1/2025).
Abdul Muhari menjelaskan, nilai anggaran pembangunan sumur bor tidak bisa disamakan karena bergantung pada kondisi teknis di lapangan seperti pengeboran dan struktur tanah. Di sejumlah lokasi, kedalaman sumur bor bisa mencapai lebih dari 100 meter, bahkan hingga 220 meter.
Ia menambahkan, pembangunan sumur bor bukan hanya dilakukan BNPB, tetapi juga melibatkan TNI Angkatan Darat dan kementerian/lembaga terkait. Kata Abdul hal serupa sebelumnya telah diterapkan di sejumlah daerah rawan krisis air, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), dan mampu melayani ratusan kepala keluarga.
“Kita sebelum terjadi bencana ini juga kita sudah membangun sumur bor yang sama di NTT. Itu daerah-daerah yang cukup sulit dan ini mengairi lebih dari kadang-kadang lebih dari 200-300 KK dalam satu kawasan gitu,” katanya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































