Menuju konten utama

BMKG: Cuaca Ekstrem Harian Tanda Fase Pancaroba di NTB

Perubahan cuaca ekstrem dalam satu hari dipicu oleh pemanasan permukaan Bumi yang tinggi sejak pagi hingga siang.

BMKG: Cuaca Ekstrem Harian Tanda Fase Pancaroba di NTB
Pengamat memeriksa alat pengukur hujan di halaman kantor BMKG Stasiun Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Jumat (26/1/2024). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan cuaca ekstrem harian yang saat ini terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi penanda sedang memasuki fase pancaroba atau peralihan musim dari penghujan menuju kemarau.

"Kondisi panas saat pagi hingga siang hari, kemudian terjadi hujan ketika sore hari merupakan tanda masa pancaroba," kata Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Ari Wibianto, di Mataram, Senin (6/4/2026).

Dikutip Antara, Ari menjelaskan perubahan cuaca ekstrem dalam satu hari tersebut dipicu oleh pemanasan permukaan Bumi yang tinggi sejak pagi hingga siang.

Pemanasan permukaan bumi yang intens tersebut lantas memicu pembentukan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan skala lokal di suatu wilayah.

"Hal ini diperkuat dengan adanya pergesekan massa udara dingin dan panas, serta kelembaban udara yang tinggi yang dapat meningkatkan potensi terjadinya hujan saat siang hingga terkadang sore hari," ujar Ari.

BMKG memprakirakan pola cuaca yang berubah cepat sebagai ciri khas masa pancaroba kemungkinan berlangsung hingga wilayah NTB memasuki musim kemarau secara total.

Berdasarkan data klimatologi, sebanyak 74 persen wilayah NTB mulai memasuki musim kemarau pada dasarian I April 2026 atau periode 1-10 April. Musim kemarau dimulai dari wilayah timur NTB, kemudian berlanjut hingga ke wilayah NTB bagian barat.

Ari mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem—berupa hujan yang turun secara tiba-tiba, angin kencang, dan petir—selama masa peralihan ini.

"Selalu bawa payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar ruangan, hindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun tiang listrik saat hujan disertai angin kencang, serta jaga selalu kebersihan lingkungan untuk mencegah risiko banjir," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait CUACA EKSTREM

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fadrik Aziz Firdausi