Menuju konten utama

Penjelasan Angkasa Pura soal Atap Bandara Soetta Jebol

Satu titik atap di area boarding lounge Gate 7 Terminal 3 jebol akibat cuaca ekstrem tersebut.

Penjelasan Angkasa Pura soal Atap Bandara Soetta Jebol
Penumpang menunggu keberangkatan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2/2025). Pemerintah akan memberikan diskon harga tiket pesawat pada masa mudik lebaran 2025 untuk membantu masyarakat kelas menengah yang akan menggunakan layanan penerbangan untuk mudik ke kampung halaman. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang melanda kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (6/4/2026), merusak infrastruktur terminal. Satu titik atap di area boarding lounge Gate 7 Terminal 3 jebol akibat cuaca ekstrem tersebut.

PT Angkasa Pura Indonesia (API) selaku pengelola bandara mengonfirmasi kejadian itu dan menyatakan bahwa penanganan cepat telah dilakukan. Menurut Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, gangguan di titik atap tersebut hanya berlangsung singkat.

"Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 menit. Petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak, sehingga kondisi dapat segera dikendalikan,” katanya saat dikonfirmasi.

Personel bandara disebutkan melakukan pengawasan 24 jam terhadap seluruh fasilitas bangunan. Ketika potensi gangguan terdeteksi, area sekitar langsung disterilkan dari penumpang dan pekerja guna meminimalkan dampak.

“Saat ini area tersebut dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar," tambahnya.

Sementara itu, cuaca buruk ini juga berdampak signifikan terhadap lalu lintas penerbangan, terutama pada fase pendaratan. Data dari Airport Operation Control Center (AOCC) mencatat sebanyak 12 penerbangan dialihkan (divert) ke bandara lain, 14 penerbangan melakukan prosedur holding, 13 penerbangan melakukan go around, serta satu penerbangan kembali ke apron (Return to Apron/RTA).

Meski demikian, Angkasa Pura Indonesia memastikan seluruh fasilitas sisi udara seperti landasan pacu (runway), jalur taksi (taxiway), dan area parkir pesawat (apron) dalam kondisi baik dan tetap beroperasi normal tanpa genangan air.

Yudistiawan menyebut keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama, dengan koordinasi intensif bersama AirNav Indonesia, maskapai, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dia pun mengimbau pengguna jasa bandara untuk memantau perkembangan informasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau layar informasi bandara, serta datang lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan penyesuaian jadwal akibat cuaca.

Sebelumnya, beredar di sosial media sebuah rekaman yang menunjukkan detik-detik air tumpah dari sebuah atap di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta.

Atap tersebut tampak tak kuat menahan debit air yang menggenangi permukaannya. Sebelum akhirnya jebol, atap tampak mengalami kebocoran dengan intensitas air yang cukup banyak.

Baca juga artikel terkait BANDARA SOETTA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama