tirto.id - Pemerintah mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu kelancaran serta keselamatan arus mudik Lebaran 2026.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa kondisi cuaca menjadi fokus perhatian utama dalam memastikan kesiapan infrastruktur transportasi tahun ini.
"Cuaca hari ini juga kita terus waspadai, kita harus bersiap jika terjadi cuaca ekstrim, khususnya hujan, yang membuat bisa terjadi kerusakan, apalagi berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Saya rasa kita semua fokus di sana sekarang," tegas AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (10/3/2026).
AHY menjelaskan, tantangan ini membuat kementerian terkait harus bekerja ekstra dalam melakukan pemeliharaan jalan, terutama di jalur utama seperti Transjawa dan Trans Sumatra.
Mengingat panjangnya bentang jalan dan intensitas curah hujan, pengawasan dilakukan secara ketat untuk mencegah kerusakan infrastruktur.
"Tentu saya mendorong terus kementerian pekerjaan umum, mereka terus bekerja, pagi, siang, malam, karena tentunya Transjawa, Trans Sumatra, ini kan panjang dan memang akan memiliki tantangan yang tidak ringan, apalagi dikaitkan dengan cuaca," ujarnya.
Selain fokus pada kondisi fisik jalan, pemerintah juga tengah mematangkan kesiapan transportasi multimoda yang meliputi sektor darat, laut, udara, hingga kereta api.
AHY memastikan seluruh armada sedang disiapkan agar memadai untuk melayani masyarakat, termasuk mendorong pemberian diskon tarif guna menjangkau kebutuhan masyarakat luas.
"Kemudian juga transportasi multimoda, bukan hanya di darat tentunya, tapi juga laut, udara, dan kereta. Kita juga harus pastikan armadanya siap dan memadai segala sesuatunya, termasuk memberikan penurunan tarif ke diskon, sehingga perjalanan lebih terjangkau bagi masyarakat di seluruh Indonesia," pungkasnya.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































