tirto.id - Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani menyebutkan, pihaknya mendapatkan stimulus hingga Rp42 miliar untuk transportasi selama periode Hari Raya Idul Fitri 2026.
Anggaran itu diperuntukkan diskon tarif tiket kapal untuk calon penumpang yang akan melakukan perjalanan selama periode mudik Lebaran tahun ini.
"Stimulus ekonomi yang yang diberikan pemerintah kepada kami masing-masing, pengelola transportasi, diberikan kepada Pelni sebesar Rp42 miliar," ucapnya saat konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).
Andayani berujar, Rp42 miliar tersebut setara dengan 445.000 tiket kapal. Sementara itu, Pelni hingga saat ini telah menjual 135.187 tiket untuk periode Hari Raya Idul Fitri 2026.
Karena itu, Anda menyatakan, Pelni telah menggunakan anggaran stimulus ekonomi sekitar Rp13 miliar. Menurut dia, diskon tarif tiket kapal yang diberikan untuk penumpang pada Lebaran 2026 lebih tinggi daripada Lebaran 2025.
"Kalau tahun lalu kan besaran diskonnya 20 persen dan hanya di ruas-ruas tertentu. Nah, untuk lebaran kali ini, diskonnya nih sudah ditambah sama pemerintah [jadi] 30 persen dan berlaku di seluruh ruas atau rute kapal kami," urai dia.
Anda menambahkan, diskon tarif tiket kapal itu akan terus berlangsung hingga tiket yang didiskon habis seluruhnya. Usai semua tiket yang didiskon habis, masyarakat akan membeli tarif tiket dengan harga normal.
Di satu sisi, Anda mengeklaim penjualan tiket kapal hingga pertengahan Ramadhan 2026 tergolong lebih tinggi daripada penjualan tiket kapal hingga pertengahan Ramadhan 2025.
"Baru setelah nanti habis, baru membeli tiket normal. Makanya cepetan [warga membeli tiket yang masih diskonan]," tuturnya. "Kalau per hari ini, penjualan tiket dibandingkan dengan tahun lalu sudah meningkat di kisaran 1-2 persen," lanjut Anda.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































