tirto.id - Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat menetapkan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika periode 9 Oktober 201–03 Juli 2024 Semuel Abrijani Pangerapan sebagai salah satu tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan proyek Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) periode 2020-2024. Simak rekam jejak Semuel Abrijani Pangerapan berikut.
Pihak Kejaksaan menggelar penyelidikan secara tertutup adanya dugaan korupsi ini setelah kasus serangan ransomware PDNS 2 Surabaya pada 2024 lalu.
Dari penyelidikan tersebut ditetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan proyek PDNS. Tiga dari pejabat pemerintah yaitu mantan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Pemerintahan Samuel Abrijani Pangerapan, mantan Direktur Layanan Aplikasi Informatika Bambang Dwi Anggono, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan barang/jasa dan pengelolaan PDNS Nova Zanda.
Dua tersangka lainnya berasal dari pihak swasta yakni mantan Direktur Bisnis pada PT Aplikanusa Lintasarta Alfi Asman, dan mantan Account Manager PT Docotel Teknologi Pinie Panggar Agusti.
Rekam Jejak Semuel Abrijani Pangerapan
Semuel Abrijani Pangerapan lahir di Makassar pada 27 Desember 1964. Ia menempuh pendidikan S1 jurusan Business Administration and Information Management di California State University, Fresno. Semuel lalu melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 di Universitas Pancasila Jakarta jurusan Manajemen, konsentrasi Manajemen Strategis.
Semuel pernah menduduki jabatan sebagai Presiden Direktur di PT. Jasnita Telekomindo mulai 1996 hingga 2016. Semmy, begitu ia biasa disapa, lalu ditunjuk untuk menjadi Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dari tahun 2016 hingga 2024 lalu.
Selain berpengalaman di bidang telekomunikasi, Semuel Abrijani Pangerapan juga aktif dalam berorganisasi. Ia pernah tercatat menjadi anggota Dewan Pengawas PNRI (Perum Percetakan Negara Republik Indonesia), Ketua ASEAN Telecommunications and Information Technology Senior Officials Meeting, dan Kepala Delegasi ASEAN Telecommunications and IT Ministers Meeting (TELMIN).
Untuk menunjang kariernya, Semuel juga membekali skill-nya dengan mengikuti pelatihan seperti di Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT), GSM 2005 Congress, Training ICT Indicators and Statistics, ASEAN TELMIN/ ASEAN TELSOM, Internet Governance Forum (IGF), ITU/NTBC Regional Forum and Training Workshop on Telecommunication, dan Leadership Training Level I, Lembaga Administrasi Negara.
Semuel Abrijani Pangerapan memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Dirjen Aptika Kominfo per 7 April 2024. Ini disebutnya adalah bentuk tanggung jawab setelah kasus Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 Surabaya diserang ransomware.
Selama menjabat, Semuel, dengan empat tersangka lainnya telah mendesain agar yang dibangun adalah Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) bukan Pusat Data Nasional (PDN). Mereka juga membuat negara bergantung dengan pihak swasta dan merekayasa pemenang tender proyek PDNS sehingga pemenangnya adalah PT Docotel Teknologi dan PT Lintasarta.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Elisabet Murni P
Masuk tirto.id

































