Menuju konten utama

BI Sebut Pelemahan Rupiah Sejalan Dengan Mata Uang Tetangga

BI berjanji bakal terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

BI Sebut Pelemahan Rupiah Sejalan Dengan Mata Uang Tetangga
Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen yang tertuang dalam asumsi makro pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 bisa dicapai dengan sinergi kebijakan pemerintah dan bank sentral. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan nilai tukar rupiah melemah terjadi beriringan dengan melemahnya mata uang emerging market lain.

Kata dia, rupiah melemah sejak perang berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel. Pelemahan emerging market lain disebut terjadi di sekitar 2 persen hingga 6 persen.

"Pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya," ucap Erwin dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).

"Philippine Peso melemah sebesar 6,58 persen, Thailand Baht melemah 5,04 persen, India Rupee melemah 4,32 persem, demikian pula dengan Chile Peso -4,24 persen, Indonesia Rupiah -3,65 persen, dan Korea Won -2,29 persen," lanjut Erwin.

Menurut dia, BI bakal terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Salah satu langkahnya, yakni dengan mengintervensi dari sisi pasar valuta asing (valas) melalui transaksi non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore.

Lalu, transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global," sebut Erwin.

"Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," sambung dia.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.407 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (5/5/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 13 poin atau 0,07 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Rupiah juga kerap dibuka atau ditutup melemah dalam beberapa hari terakhir. Rupiah pun selalu berada di atas level Rp17 ribu sejak April 2026.

Baca juga artikel terkait RUPIAH MELEMAH atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto