Menuju konten utama

BGN Setop Sementara Distribusi MBG di Banggai Buntut Keracunan

Penyebab awal terjadinya insiden keracunan MBG di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, dari menu ikan tuna goreng saus.

BGN Setop Sementara Distribusi MBG di Banggai Buntut Keracunan
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamerah, Jakarta, Rabu (25/6/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

tirto.id - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Salakan Banggai Kepulauan, Erick Alfa Handika Sangule, mengungkap penyebab dugaan keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Erick menduga penyebab awal terjadinya insiden keracunan dari menu ikan tuna goreng saus. Dia mengatakan sampel makanan pun sudah dipersiapkan untuk diuji di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu.

"Faktor penyebab kemungkinan permasalahan tersebut diduga diakibatkan makanan ikan tuna goreng saus. Terkait dengan sampel makanan diduga penyebab keracunan tersebut dipersiapkan untuk dikirim uji sampel di BPOM Palu," kata Erick, dalam keterangannya, Kamis (18/9/2025).

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat setidaknya ada 277 siswa dari SDN Tompudau, SMP Tinangkung, SMA Tinangkung, SMK Tinangkung, dan SD Pembina Salakan terdampak dugaan alergi setelah menyantap menu MBG. Dari jumlah itu, 32 siswa masih menjalani perawatan di RSUD Trikora, sementara 245 siswa lainnya telah diperbolehkan pulang namun tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan.

Akibat kejadian keracunan massal setelah mengonsumsi MBG, BGN menghentikan sementara distribusi Program MBG di Kabupaten Banggai Kepulauan, hingga proses investigasi selesai dilakukan.

"Pada hari ini (Kamis), terjadi pemberhentian distribusi MBG sementara akibat permasalahan yang diduga keracunan makanan MBG kemudian permasalahan tersebut telah masuk laporan kepada Polres Banggai Kepulauan," ujarnya.

Sebagai bentuk mitigasi, pemerintah daerah bersama PMI, BPBD, serta Puskesmas Salakan menyiapkan fasilitas darurat berupa tenda perawatan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi para siswa.

"Kejadian yang terjadi di SPPG Salakan Banggai Kepulauan menjadi pelajaran penting bagi kami. Kami akan selalu menjalin komunikasi yang baik dari berbagai pihak, melakukan sosialisasi pencegahan penolongan pertama bagi sasaran MBG yang mengalami gejala keracunan," kata Erick.

Sebelumnya, tujuh siswa SDN Tompudau mengalami gejala pusing, seluruh badan memerah, dan sesak napas pada Rabu (17/9/2025). Gejala serupa dialami sejumlah siswa lain dari SMP, SMA, hingga SMK. Seluruh siswa tersebut langsung dirujuk ke RSUD Trikora Salakan untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama