tirto.id - Warganet heboh di media sosial soal penayangan video Presiden Prabowo sebelum film mulai. Apa isi video tersebut dan berapa menit durasi penayangan?
Beberapa warganet memprotes adanya video Prabowo yang diputar sebelum film mulai di bioskop-bioskop tanah air. Mereka menyebut ini sebagai propaganda Pemerintah.
“ditayangkannya video prabowo sebelum menonton film di bioskop akan sangat amat merusak pengalaman bersinema,” tulis akun X @dzakdelarocha.
“propaganda Prabowo di bioskop semakin menunjukkan betapa haus validasi, mirip negara komunis otoriter,” cuit akun @bakulpecelpincu.
Isi dan Durasi Video Prabowo di Bioskop
Sudah bukan hal yang baru jika sebelum film utama dimulai, bioskop akan menampilkan beberapa video, termasuk video iklan dan juga video cuplikan film-film yang akan segera dirilis.
Namun, ada yang berbeda di pemutaran film bioskop akhir-akhir ini karena yang tayang bukan lagi iklan komersial melainkan video Presiden Prabowo Subianto.
Video berdurasi sekitar satu menit itu memperlihatkan Prabowo yang berkomitmen untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
“Kita ingin menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita harus jawab tuntutan rakyat hari ini, bukan nanti,” ucap Prabowo di awal penayangan video yang merupakan potongan dari pidatonya.
Kemudian akan diputar pencapaian-pencapaian Prabowo selama menjabat sebagai presiden Indonesia, termasuk program-program pemerintah yang dianggap berhasil, antara lain:
- Produksi beras nasional hingga Agustus 2025 sebanyak 21.760.000 ton;
- Pembukaan lahan sawah baru sebesar 225.000 hektar;
- Ekspor jagung perdana tahun 2025 sebanyak 1.200 ton;
- Sebanyak 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi;
- Program “Makan Bergizi Gratis” (MBG) yang diluncurkan sejak 6 Januari 2025, sudah menjangkau 20 juta penerima manfaat;
- Kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih mencapai 80.000;
- Sebanyak 100 unit Sekolah Rakyat telah didirikan.
Istana dan XXI Buka Suara terkait Video Prabowo di Bioskop
Setelah menimbulkan kegaduhan di antara masyarakat, istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi akhirnya buka suara terkait video Prabowo yang ditampilkan di bioskop.
Menurut Prasetyo Hadi, selama tidak mengganggu kenyamanan penonton, hal tersebut tergolong hal yang lumrah.
"Tentunya, sepanjang tidak melanggar aturan, tidak mengganggu kenyamanan, keindahan, maka penggunaan media media publik untuk menyampaikan sebuah pesan tentu sebuah hal yang lumrah," ujar Mensesneg Prasetyo.
Pihak bioskop XXI menjelaskan jika video Prabowo adalah termasuk iklan layanan masyarakat yang diputar pada periode 9-14 September 2025.
XXI memastikan bioskop akan menurunkan iklan layanan masyarakat tersebut pada 15 September 2025.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































