Menuju konten utama

Berapa Lama Pendidikan IPDN? Cek Informasi dan Penjelasannya

Berapa lama pendidikan IPDN? Apa saja jurusan dan gelar di IPDN? Cek informasi dan penjelasannya.

Berapa Lama Pendidikan IPDN? Cek Informasi dan Penjelasannya
Ilustrasi Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merupakan perguruan tinggi kedinasan yang berada langsung di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Berapa lama menempuh pendidikan IPDN? Cek informasi dan penjelasannya.

IPDN berfokus pada pendidikan tinggi di bidang kepamongprajaan. Misi utama adalah membentuk sumber daya manusia pemerintahan yang memiliki kualitas akademik, kompetensi teknis, serta karakter dan kepribadian unggul.

Mahasiswa IPDN disebut praja. Mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan formal di kelas, tetapi juga pembinaan menyeluruh yang mencakup aspek mental, fisik, serta kedisiplinan.

Berapa Lama Pendidikan IPDN?

Untuk program reguler Diploma IV (D-IV) atau Sarjana Terapan, masa pendidikan IPDN berlangsung selama 4 tahun atau setara dengan 8 semester.

Dalam jangka waktu tersebut, praja melalui beberapa tahapan pembelajaran, mulai dari tahap persiapan di tahun pertama, hingga tahap pendalaman ilmu dan praktik lapangan pada semester-semester berikutnya.

Sementara itu, pada Program Profesi Kepamongprajaan, lama pendidikan relatif singkat, yakni sekitar 4 bulan untuk pembelajaran inti di kelas. Setelah itu, peserta program akan melanjutkan kegiatan praktik lapangan di berbagai daerah selama beberapa bulan.

Selain sebagai lembaga pendidikan, IPDN juga menjalankan dua pilar utama lainnya, yaitu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan riset, IPDN berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pemerintahan yang mendukung inovasi dalam tata kelola birokrasi dan pelayanan publik.

Sementara itu, melalui pengabdian masyarakat, IPDN ikut serta dalam memperkuat penyelenggaraan pemerintahan daerah, pembangunan wilayah, dan pemberdayaan masyarakat. Mereka menjalin kerja sama strategis bersama pemerintah daerah maupun lembaga lainnya.

Ada Jurusan Apa Saja di IPDN?

Perguruan tinggi kedinasan ini memiliki sejumlah program studi yang dikelompokkan dalam beberapa fakultas. Tujuannya mencetak aparatur pemerintahan yang berkualitas dan berdaya saing.

Setiap jurusan disusun untuk menjawab kebutuhan birokrasi modern, mulai dari ranah politik dan kebijakan publik, manajemen pemerintahan, hingga perlindungan masyarakat.

Berikut jurusan yang tersedia di IPDN:

Fakultas Politik Pemerintahan

  • S1 Program Studi Kebijakan Pemerintahan
  • D4 Program Studi Politik Pemerintahan
  • D4 Program Studi Pembangunan dan Pemberdayaan
Fakultas Manajemen Pemerintahan

  • S1 Program Studi Manajemen Pemerintahan
  • S1 Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia
  • S1 Program Studi Manajemen Keuangan
  • S1 Program Studi Manajemen Pembangunan
  • D4 Program Studi Keuangan Daerah
  • D4 Program Studi Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil
  • D4 Program Studi Manajemen Sumber Daya Aparatur
Fakultas Hukum Tata Pemerintahan

  • D4 Program Studi Kependudukan dan Catatan Sipil
  • D4 Program Studi Praktik Perpolisian Tata Pamong
  • D4 Program Studi Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik

Lulusan IPDN dapat Gelar Apa?

Setelah menyelesaikan masa pendidikan, praja IPDN akan mendapatkan gelar akademik sesuai program studi yang ditempuh.

Untuk lulusan Strata 1, gelar yang diberikan seorang praja IPDN adalah Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP). Sedangkan lulusan program Diploma IV akan memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan (S.STP).

Berapa Uang Saku IPDN?

Selama menjalani pendidikan, praja IPDN menerima uang saku sebesar sekitar Rp1,5 juta per bulan. Uang saku diberikan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari praja selama menempuh pendidikan.

Di antaranya termasuk kebutuhan makan, transportasi, dan keperluan pribadi lain. Melalui pemberian uang saku, praja diharapkan dapat lebih fokus menjalani proses pembelajaran, pembinaan mental, dan kegiatan praktik lapangan tanpa merasa terbebani masalah biaya hidup.

Informasi lain terkait Sekolah Kedinasan 2025 juga dapat dibaca dengan cara klik tautan di bawah ini:

Sekolah Kedinasan 2025

Baca juga artikel terkait SEKOLAH KEDINASAN atau tulisan lainnya dari Dewi Sekar Pambayun

tirto.id - Edusains
Kontributor: Dewi Sekar Pambayun
Penulis: Dewi Sekar Pambayun
Editor: Beni Jo