Menuju konten utama

Berapa Lama Frozen Food Bisa Disimpan di Freezer?

Cari tahu berapa lama frozen food bisa disimpan di freezer, suhu idealnya, risiko jika disimpan terlalu lama, dan tips penyimpanan agar makanan tetap aman.

Berapa Lama Frozen Food Bisa Disimpan di Freezer?
Ilustrasi menyimpan frozen food. FOTO/freepik.com
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Frozen food menjadi pilihan banyak orang karena tergolong praktis untuk makan sehari-hari. Namun, menyimpan frozen food tidak boleh sembarangan agar jenis makanan yang satu ini tetap layak untuk dikonsumsi.

Frozen food sendiri adalah jenis makanan yang diawetkan dengan cara dibekukan untuk menghalangi pertumbuhan bakteri yang bisa menyebabkan makanan cepat busuk atau basi. Jadi, kualitas, rasa, hingga kandungan nutrisinya akan terjaga lebih lama.

Frozen food disukai karena praktis, tahan lama, mudah disimpan, dan bisa dimasak kapan saja tanpa perlu persiapan panjang. Bagi mereka yang sibuk dan punya aktivitas padat, frozen food bisa jadi solusi untuk menghemat waktu memasak.

Fresh vs Frozen Food

Makanan Dalam Kulkas

Ilutrasi makanan dalam kulkas. foto/istocphoto

Apa saja perbedaan antara frozen dan fresh food? Fresh food atau makanan segar tentunya tidak tahan lama seperti frozen food yang bisa tahan hingga berminggu-minggu atau bahan berbulan-bulan jika disimpan dengan baik di dalam freezer.

Namun, perbedaannya tidak hanya itu. Misalnya, dari segi tekstur dan rasa, makanan segar biasanya masih lebih unggul dibandingkan frozen food karena tidak mengalami kristalisasi es sehingga terasa lebih alami.

Lalu, dari segi nutrisi, laman Healthline mencatat bahwa bahan makanan beku seperti sayuran bisa kehilangan sebagian nutrisi selama proses pembekuan. Akan tetapi, penurunan ini biasanya cukup kecil, dan setelah dibekukan, nutrisinya relatif stabil selama penyimpanan panjang.

Sementara itu, buah dan sayur fresh mulai kehilangan nutrisi seperti vitamin C begitu dipanen, bahkan saat disimpan di rak kulkas selama beberapa hari. Jadi, dalam masa penyimpanan yang sama, nutrisi makanan beku seperti sayur dan buah bisa lebih unggul dari yang masih segar.

Berapa Suhu Ideal Frozen Food?

Ilustrasi Frozen Food

Ilustrasi Frozen Food. foto/istockphoto

Suhu untuk menyimpan frozen food bukan sekadar beku atau di bawah titik beku air. Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), freezer yang baik untuk menyimpan makanan beku harus ada di suhu  0 °F (-18 °C) atau lebih rendah.

Pada suhu ini pertumbuhan bakteri dan mikroba terhenti sepenuhnya sehingga makanan yang disimpan akan tetap aman meski dalam jangka waktu lama, meskipun kualitasnya (rasa, tekstur) dapat sedikit menurun seiring waktu.

Jadi, pastikan untuk memeriksa temperatur freezer sebelum menyimpan makanan di dalamnya. Pengecekan juga sebaiknya dilakukan secara berkala agar makanan tersimpan dengan baik dan tetap aman untuk dikonsumsi.

Lalu, frozen food tahan berapa lama diluar kulkas? Frozen food wajib dibekukan jika tidak akan dimasak atau diolah, jadi makanan ini seharusnya tidak boleh berlama-lama di luar kulkas atau suhu ruang karena mengandung air yang berpotensi jadi tempat berkembang biak mikroorganisme.

FDA menegaskan bahwa makanan yang harusnya disimpan dengan cara dibekukan (seperti daging, ayam, sea food, dan semacamnya), tidak boleh berada di suhu ruangan lebih dari 2 jam. Jika suhu ruang lebih dari 90 °F (sekitar 32 °C), maka tidak boleh lebih dari 1 jam di luar kulkas.

Frozen food tahan berapa lama di kulkas? Pada dasarnya, makanan beku bisa bertahan sangat lama jika disimpan dalam freezer dengan suhu yang tepat. Namun, untuk kualitas terbaik, situs FoodSafety.gov menyebutkan bahwa setiap jenis makanan memiliki masa simpan yang berbeda-beda di freezer.

Berikut beberapa contoh frozen food dan masa simpannya di freezer:

  • Sosis yang dibeli dalam kondisi beku: 1-2 bulan setelah tanggal pembelian
  • Daging giling: 3-4 bulan
  • Daging sapi segar: 4-12 bulan
  • Daging ayam segar: 9 bulan (ayam potong), 12 bulan (ayam utuh)
  • Nuget ayam: 1-3 bulan
  • Udang dan cumi-cumi: 6-18 bulan
  • Ikan berlemak (seperti lele, mackerel, salmon, tuna): 2-3 bulan
Catatan: Setelah lewat dari masa simpan di atas, makanan beku tersebut kemungkinan masih tetap bisa dikonsumsi, tapi kualitasnya bisa berubah, baik dari segi rasa, tekstur, atau warnanya. Jika ada perubahan kualitas yang signifikan, sebaiknya dibuang dan jangan dikonsumsi.

Risiko Menyimpan Frozen Food Terlalu Lama di Freezer

Ilustrasi Daging disimpan Freezer

Ilustrasi Daging disimpan Freezer. foto/istockphoto

Menyimpan frozen food dalam freezer memang membantu memperpanjang umur simpan makanan, tapi tidak berarti bisa bertahan selamanya tanpa risiko. Salah satu risiko membekukan makanan adalah terjadinya freezer burn.

Freezer burn adalah salah satu risiko paling sering terjadi ketika makanan dibekukan. Kondisi ini muncul akibat kontak udara dengan permukaan makanan dan membentuk area kering berwarna abu-abu/cokelat pada makanan.

Menurut situs USDA, makanan yang mengalami freezer burn tetap aman dikonsumsi, tapi beberapa bagian jadi lebih kering dan biasanya kurang enak untuk dimakan.

Sementara untuk frozen food yang disimpan terlalu lama biasanya akan mengalami penurunan kualitas. Hal ini dibuktikan dalam banyak studi, salah satunya dalam jurnal Effects of Freezing Methods and Frozen Storage on Physicochemical, Oxidative Properties and Protein Denaturation of Porcine Longissimus dorsi.

Studi ini menunjukkan bahwa penyimpanan beku dalam jangka panjang menyebabkan degradasi kualitas akibat adanya oksidasi dan denaturasi protein, tapi masih aman secara mikrobiologis sehingga masih layak konsumsi.

Adapun perubahan kualitas bisa meliputi perubahan warna. Misalnya, daging sapi yang terlalu lama dibekukan bisa mengalami perubahan warna dari yang awalnya berwarna merah cerah menjadi cokelat atau lebih gelap dan kusam.

Selain warna, frozen food yang disimpan terlalu lama juga mengalami penurunan dari segi tekstur, rasa, hingga aroma. Misalnya, daging ham kalengan bisa jadi lebih lembek dan berair ketika hendak diolah, atau frozen food siap saji jadi berbau tengik jika disimpan terlalu lama di freezer.

Beberapa makanan mungkin tetap layak dikonsumsi meski mengalami penurunan kualitas. Namun, jika mendapati perubahan kualitas yang drastis pada makanan beku, sebaiknya jangan dikonsumsi.

Tips Menyimpan Frozen Food yang Baik dan Benar

Ilustrasi Sayuran Beku

Ilustrasi Sayuran Beku. foto/istckphoto

Menyimpan frozen food dengan benar berarti menjaga keamanan pangan sekaligus mempertahankan kualitas rasa, tekstur, dan kandungan nutrisinya. Berikut beberapa tips untuk menyimpan frozen food dengan baik di freezer:

1. Atur Suhu Freezer Ideal

Freezer harus dijaga pada suhu -18 °C atau lebih rendah. Suhu ini membuat pertumbuhan bakteri terhenti yang bisa menyebabkan pembusukan dan menurunkan kualitas makanan. Pastikan untuk memeriksa suhu freezer secara berkala agar kualitas makanan tetap terjaga.

2. Gunakan Kemasan Kedap Udara

Pastikan untuk menyimpan frozen food dalam kemasan tertutup, rapat, dan usahakan vakum/kedap udara agar lebih terlindungi. Kemasan kedap udara juga membantu mencegah freezer burn, menjaga rasa, warna, dan tekstur makanan tetap optimal.

Jika menggunakan wadah atau toples plastik, pastikan tutup rapat dan tidak ada udara yang tersisa di dalamnya. Akan lebih efektif jika menggunakan wadah kecil atau pas dengan ukuran makanan yang disimpan.

3. Tandai Tanggal Penyimpanan

Selalu beri label dengan tanggal penyimpanan untuk setiap paket frozen food. Hal ini membantu memantau berapa lama makanan telah disimpan dan mencegah konsumsi makanan yang sudah terlalu lama dibekukan.

Pemberian label tanggal ini juga sekaligus mempermudah rotasi makanan (menggunakan yang lebih lama terlebih dahulu). Jadi, kita bisa tetap mengonsumsi frozen food berkualitas meski disimpan cukup lama.

4. Hindari Mencairkan dan Membekukan Kembali

Mencairkan makanan dan kemudian membekukannya lagi dapat merusak dan menurunkan kualitas frozen food itu sendiri. Selain itu, proses ini meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri jika makanan telah berada di suhu ruang terlalu lama.

Untuk menghindarinya, kita bisa membagi makanan per porsi sebelum disimpan di freezer. Jadi, ketika hendak mengolah makanan, kita cukup mengambil sebagian dari freezer tanpa perlu mencairkan semuanya.

5. Jangan Terlalu Sering Membuka Freezer

Sering membuka pintu freezer menyebabkan fluktuasi suhu di dalamnya sehingga makanan beku lebih cepat mengalami penurunan kualitas. Untuk menjaga kualitas frozen food, rencanakan terlebih dahulu apa yang akan diambil, ambil sekaligus, dan segera tutup pintu freezer.

Itu dia penjelasan terkait berapa lama frozen food bisa disimpan di freezer, termasuk berapa suhu idealnya, risiko penyimpanan yang terlalu lama, dan tips menyimpan frozen food yang bisa diterapkan di rumah. Dengan memahami hal-hal tersebut, kita bisa menjaga kualitas makanan beku agar tetap layak dan aman untuk dikonsumsi.

Baca juga artikel terkait FROZEN FOOD atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani