tirto.id - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendorong daerah Papua untuk bisa ditanami sawit. Hal ini disampaikan dalam rapat percepatan pembangunan Papua di Istana Negara, Jakarta pada Selasa (16/12/2025).
“Kita berharap di Papua juga harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan bahan bakar minyak [BBM] dari kelapa sawit. Selain itu, tebu menghasilkan etanol begitu pula singkong untuk menghasilkan etanol," kata Prabowo di hadapan kepala daerah sePapua seperti disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.
Tidak hanya Papua, Presiden Prabowo juga berharap seluruh daerah mampu mencapai swasembada pangan dan energi dalam lima tahun ke depan.
Dilansir laman Presiden RI, Prabowo melihat bahwa ketahanan pangan merupakan kunci keberlangsungan bangsa yang harus dibangun dari tingkat nasional hingga daerah.
"Untuk kita aman pangan, kita harus swasembada pangan, kita harus menjamin produksi pangan kita sendiri. Dan ini tidak hanya pangan secara nasional, kita harus swasembada pangan secara provinsi, bahkan bila perlu secara kabupaten," ungkap Presiden.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menerangkan bahwa kekayaan negara harus diamankan serta digunakan untuk kepentingan rakyat.
"Saya sebagai Presiden dibantu oleh menteri-menteri, kita terus bekerja sekarang untuk mengamankan kekayaan negara, kita mencari aset-aset, kita meneliti peraturan-peraturan, dan kita tidak segan-segan untuk melakukan apa yang diperlukan sehingga semua kekayaan negara bisa kita amankan dan kita gunakan untuk kepentingan rakyat kita," tambah Prabowo.
Ini Alasan Prabowo Ingin Papua Ditanami Sawit
Sebagaimana telah disebutkan, Presiden Prabowo Subianto berharap untuk membangun perkebunan kelapa sawit hingga singkong saat memberikan pengarahan kepada Kepala Daerah sePapua serta Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa.
Alasan Prabowo mengeluarkan pernyataan tersebut adalah agar negara bisa menghemat anggaran impor BBM hingga ratusan triliun rupiah.
“Kalau kita bisa menanam kelapa sawit, singkong, dan tebu dengan memanfaatkan tenaga surya serta tenaga air, berapa ratus triliun yang bisa kita hemat per tahun? Rp520 triliun,” kata Prabowo.
Prabowo juga memberikan gambaran mengenai keuntungan yang bisa diperoleh. Ia menjelaskan Indonesia bakal menjadi negara yang kaya.
“Bayangkan kalau bisa dipotong setengah saja, apalagi jika bisa mencapai Rp500 triliun. Kalau Rp500 triliun itu, tiap kabupaten bisa memiliki Rp1 triliun. Bagaimana pembangunannya, coba bayangkan kita akan menjadi negara sekaya apa,” jelas Presiden Indonesia kedelapan tersebut.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































