tirto.id - Akun Truth Social milik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat dikecam karena mengunggah konten video bernuansa rasisme. Video ini menampilkan Barack Obama dan istrinya dalam balutan fisik hewan. Namun, benarkah konten di akun itu diunggah langsung oleh Trump?
Sebelumnya, pada 5 Februari 2026 lalu, akun Truth Social milik Trump membuat banyak orang terkejut. Pasalnya, akun resmi Trump itu mengunggah video yang menampilkan eks Presiden AS Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, sebagai kera.
Menanggapi kecaman atas video tersebut, Trump menyebut bahwa video itu merupakan sebuah video yang sudah secara luas "beredar di internet". Ia juga menyebut bahwa seorang staf Gedung Putih telah "secara keliru" mengunggahnya di akun miliknya.
Akan tetapi, belakangan, pernyataan Trump itu berseberangan dengan keterangan Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt. Dalam konferensi pers pada Rabu (18/2/2026), Leavitt menyebut akun itu dioperasikan langsung oleh Trump.
"Saat Anda melihatnya di Truth Social, Anda tahu itu langsung dari Presiden Trump," katanya, dikutip dari Independent.
Pernyataan Leavitt itu disampaikan ketika menanggapi pertanyaan jurnalis tentang pernyataan terbaru Trump terkait kesepakatan Inggris dan AS terkait Pulau Chagos di Samudera Hindia. Alhasil muncul pertanyaan jika dikaitkan dengan insiden diunggahkan video rasis tentang Obama di Truth Social sebelumnya.
Ketidakkonsistenan ini membuat pertanyaan mengenai siapa yang mengunggah video bernuansa rasis di akun Truth Social milik Trump kembali mengemuka. Terlebih hingga kini, tak disebutkan siapa staf yang "secara keliru" membuat unggahan itu. Bisa saja Trump yang mengunggahnya, atau justru juga bisa dilakukan oleh timnya.
Obama Nilai Video Rasis Dirinya di Truth Social sebagai Pertunjukan Badut
Sementara itu, Obama menilai bahwa video rasis dirinya yang diunggah akun Truth Social milik Trump sebagai pertunjukkan badut. Ia secara terbuka menyesalkan wacana politik negara AS telah menjadi pertunjukan badut.
"Tampaknya tidak ada rasa malu tentang hal ini di antara orang-orang yang dulu merasa bahwa Anda harus memiliki semacam kesopanan dan rasa pantas serta rasa hormat terhadap jabatan, bukan? Itu telah hilang,” kata Obama dalam wawancara dengan Brian Tyler Cohen, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (16/2/2026).
Lebih lanjut, Obama menyatakan, tanpa menyebut nama Trump, bahwa unggahan itu akan merugikan Partai Republik dalam pemilu mendatang. Hal itu lantaran mayoritas warga Amerika menganggap unggahan tersebut "sangat mengganggu".
Sebelumnya, dalam periode kepresidenan kedua Donald Trump di AS, politisi Partai Republik AS itu beberapa kali menyalahkan pemerintahan Obama atas sejumlah kebijakan di masa lalu.
Beberapa di antaranya adalah ketika Trump mengancam pembatalan rencana pembukaan jembatan Gordie Howe yang menghubungkan AS dan Kanada. Trump menyebut kerja sama pembangunan jembatan itu merupakan kesepakatan yang buruk dan ia menyalahkan pemerintahan Obama karenanya.
Hal serupa juga dilakukan pemerintahan Trump ketika membatalkan UU bahaya efek rumah kaca bagi masyarakat yang diresmikan oleh pemerintahan Obama. Trump menyebut UU masa Obama itu sebagai "penipuan terbesar dalam sejarah".
Di sisi lain, Obama berulang kali mengeluarkan pernyataan publik tentang kritiknya terhadap kebijakan imigrasi agresif Trump. Hal ini, terutama pengerahan agen imigrasi federal (ICE), yang telah menewaskan sejumlah nyawa masyarakat sipil dalam operasinya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id




























