tirto.id - Puluhan artis kompak kenakan pin "ICE Out" ketika menghadiri acara Grammy Awards 2026 pada Minggu (1/2/2026). Para pesohor mengenakannya sebagai bentuk protes. Namun, apa sebenarnya makna pin di Grammy 2026 itu?
Sejumlah artis yang mengenakan pin "ICE Out" ketika menghadiri Grammy Awards 2026 tersebut antara lain Billie Eilish, Kehlani, Justin dan Hailey Bieber, Finneas, Amy Allen, Samara Joy, Joni Mitchell, Margo Price, Justin Vernon, Jim-E Stack, Helen J. Shen hingga Bad Bunny.
Pin dengan pesan "ICE Out" itu merupakan pesan protes atas kebijakan imigrasi agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Tepatnya, pesan itu dilayangkan kepada Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat (AS).
Sebelum gelaran Grammy Awards 2026, publik AS digemparkan oleh kematian dua warga sipil, Renee Good dan Alex Pretti, di Minneapolis, Minnesota, pada Januari lalu. Keduanya merupakan korban tewas dari operasi keimigrasian di seluruh negara itu yang semuanya ditembak memakai peluru tajam.
Sejak terpilih jadi Presiden AS untuk kedua kali, Trump menggalakkan penegakan hukum imigrasi, salah satunya melalui ICE. Petugas ICE yang dipersenjatai menggelar operasi razia imigran di seluruh negara bagian.
Akan tetapi, dalam kasus penembakan Renee Good dan Alex Pretti, kedua korban bukanlah imigran dan merupakan warga berkebangsaan AS. Hal tersebut memicu kritik yang meluas di negara Paman Sam itu.
Selain gelombang protes unjuk rasa yang digelar masyarakat sipil di banyak negara bagian, pesan protes atas ICE itu juga menggema di panggung Grammy Award 2026.
Pesan Protes ICE di Atas Panggung Grammy Awards
Selain dikenakan dalam bentuk pin, pesan protes kepada ICE juga disampaikan musisi peraih 2026 Grammy Awards di atas panggung. Sejumlah musisi, seperti Kehlani dan Bad Bunny, menggunakan momen pidato di atas panggung untuk menyuarakan kritik tersebut.
"Sebelum saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, saya akan mengatakan 'ICE out'," kata Bad Bunny setelah mendapatkan piala kategori Best Música Urbana Album untuk Debí Tirar Más Fotos (2025), dikutip BBC.
Dalam kesempatan itu, pelantun lagu "Tití Me Preguntó" itu menyatakan bahwa operasi ICE di seluruh negara bagian AS telah mendatangkan kebencian. Ia juga mengkritik penggunaan nomenklatur "alien" untuk para imigran dalam kebijakan imigrasi agresif pemerintahan Trump.
"Kita bukan orang biadab, kita bukan binatang, kita bukan alien—kita manusia," kata musisi asal Puerto Rico itu.
Musisi Kehlani, yang menerima Piala Grammy setelah 10 tahun lamanya, juga menyuarakan kritik dengan mendorong para musisi dan seniman AS untuk ikut bersuara.
"Saya berharap semua orang terinspirasi untuk bergabung dengan komunitas seniman dan berbicara menentang apa yang sedang terjadi," kata pelantun lagu "Good Life" itu, dikutip dari Billboard.
"Saya akan mengakhiri ini dengan mengatakan, persetan dengan ICE," kata Kehlani yang dinobatkan sebagai musisi dengan penampilan R&B terbaik tahun ini.
Billie Eilish, yang memenangkan penghargaan lagu terbaik tahun ini lewat "Windflower", juga menyuarakan agar para musisi turut serta dalam aksi protes terhadap ICE. Dalam pidatonya, Billie Eilish menyatakan agar semua orang "terus berjuang, bersuara, dan berdemonstrasi" guna memprotes operasi ICE.
Artis SZA juga berpidato dengan pesan protes atas ICE di atas panggung Grammy Awards. SZA meraih Piala Grammy untuk kategori Record of The Year bersama Kendrick Lamar dalam ajang tahun ini.
"Tolong jangan putus asa. Saya tahu sekarang adalah waktu yang menakutkan [tetapi] kita perlu saling percaya dan percaya pada diri kita sendiri. Kita tidak diatur oleh pemerintah, kita diatur oleh Tuhan," katanya.
Sementara itu, pada Jumat (30/1) lalu, Departemen Kehakiman AS dilaporkan telah secara resmi membuka penyelidikan hak sipil atas kematian Alex Pretti. Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa pemerintahannya "akan sedikit mengurangi ketegangan" di Minnesota dalam pernyataan terbarunya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































