tirto.id - Projo adalah organisasi sekaligus relawan pendukung Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019. Lantas, benarkah istilah projo dari bahasa Sanskerta dan apa artinya?
Sehubungan dengan itu, organisasinya baru saja mengadakan Kongres III Projo di Jakarta pada Sabtu-Minggu, 1-2 November 2025. Pertemuan itu menyepakati bahwa Budi Arie Setiadi terpilih lagi sebagai pemimpin Ketua Umum Projo untuk periode 2025-2023.
Pada kongres hari Minggu, Budi sempat menuturkan bahwa kabar simpang siur tentang hubungan yang terputus antara Projo dan Jokowi adalah tidak benar. Pasalnya, Projo dibentuk lantaran adanya Jokowi yang dianggap pemimpin rakyat dan berasal dari rakyat.
Selain mengajak media untuk tidak memberikan framing negatif dan menyebabkan adu domba, Budi juga turut menjelaskan tentang perubahan logo Projo. Eks Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini menganggap perubahan itu sebagai bentuk transformasi organisasi untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Dengan begitu, lambang siluet rupa Jokowi yang ada pada logo akan segera berganti desain. Sesuai ungkapan Ketum Projo tersebut. Logo terbaru akan melibatkan partisipasi publik dan bisa mencerminkan tujuan organisasi yang berkelanjutan.
Apa Arti Projo Bahasa Sansekerta?
Pernyataan tentang singkatan projo dengan frasa lengkap "Pro Jokowi" merupakan informasi yang tidak benar. Pasalnya, projo itu sendiri merupakan suatu kosakata nomina utuh dan bukan singkatan.
Hal tersebut diterangkan oleh Budi Arie Setiadi ketika pembukaan acara Kongres III Projo pada Sabtu (1/11). Ia menyampaikan bahwa media sering menyebut projo dalam bahasa Sanskerta sebagai singkatan "Pro Jokowi" lantaran mudah diucapkan.
Eks Menteri Koperasi tersebut menjelaskan bahwa arti projo dalam bahasa Sansekerta adalah negara atau negeri. Sementara itu, arti projo dalam bahasa Jawa Kawi adalah rakyat.
"Jadi projo itu sendiri artinya adalah negeri dalam bahasa Sansekerta, dan dalam bahasa Jawa Kawi itu artinya rakyat," ujar Budi saat pengadaan Kongres III Projo di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta.
Projo artinya dalam bahasa Jawa, yaitu "rakyat" dan bahasa Sanskerta, yakni "negara" pun menghasilkan kombinasi makna utuh. Menurut Budi, para kaum atau anggota Projo adalah mereka yang cinta terhadap negara sekaligus rakyatnya.
Adapun organisasi Projo baru resmi didirikan pada 23 Desember 2013 silam. Dalam buku Dari Kerumunan Membentuk Barisan (2017) karya David C Corton, relawan ini cepat mengembangkan basis di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur, dan Jakarta.
Sebagai relawan Jokowi pada Pilpres 2014, organisasi Projo bergerak di bidang perpolitikan dan mengupayakan dukungan dengan menerapkan kemandirian, partisipasi, dan gotong royong. Mereka termasuk tiga pendukung awal Presiden ke-7 RI saat itu, di samping Bara JP dan Seknas.
Adapun projo artinya dalam bahasa Jawa juga sempat disinggung melalui unggahan akun Facebook Budi Ari Setiadi atau akrab disapa sebagai Muni. Ia menulis dalam unggahan tersebut bahwa cara terbaik mencintai negeri ini adalah dengan "mencintai rakyatnya".
Ingin mengetahui lebih banyak informasi tentang organisasi Projo? Simak terus beragam berita terbaru organisasi Projo hanya melalui tautan berikut.
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Syamsul Dwi Maarif
Masuk tirto.id





































