Menuju konten utama

Benarkah iPhone Tidak Bisa Disadap? Ini Tanda & Cara Mencegahnya

Benarkah iPhone tidak bisa disadap? Simak faktanya, tanda-tanda HP disadap, cara mencegah penyadapan, serta langkah yang harus dilakukan jika mengalaminya.

Benarkah iPhone Tidak Bisa Disadap? Ini Tanda & Cara Mencegahnya
Ilustrasi peringatan sistem diretas. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Benarkah iPhone tidak bisa disadap? Tak sedikit pengguna yang menganggap perangkat buatan Apple benar-benar kebal terhadap peretasan dan penyadapan, apalagi iPhone dikenal punya sistem keamanan yang ketat. Namun, apakah anggapan tersebut sesuai dengan fakta?

Penyadapan pada telepon maupun smartphone merupakan tindakan memantau, mendengarkan, atau merekam percakapan maupun komunikasi elektronik tanpa izin dari pihak yang bersangkutan.

Praktik ini biasanya dilakukan dengan cara mencegat data atau sinyal yang dikirim melalui jaringan telepon maupun koneksi nirkabel. Ini memungkinkan pelaku dapat memperoleh akses ke percakapan pribadi atau informasi sensitif yang seharusnya bersifat rahasia.

Sementara itu, iPhone dikenal memiliki sistem keamanan yang lebih ketat dibandingkan kebanyakan smartphone lain sehingga kerap dianggap aman dari peretasan, termasuk penyadapan. Namun, benarkah iPhone tidak bisa disadap? Atau ini hanya mitos belaka?

Benarkah iPhone Tidak Bisa Disadap?

Ilustrasi Hacker

Ilustrasi Hacker. FOTO/iStockphoto

iPhone dikenal sebagai salah satu smartphone dengan sistem keamanan yang sangat kuat. Apple menerapkan sejumlah lapisan keamanan untuk menjaga data iPhone sekaligus rutin melakukan pembaruan pada fitur perlindungannya.

Setiap aplikasi yang diinstal harus melalui proses verifikasi, data pengguna dienkripsi, dan pembaruan keamanan dirilis secara berkala untuk menutup celah peretasan yang mungkin ditemukan. Oleh karena itu, iPhone lebih sulit ditembus dibandingkan perangkat lainnya.

Meski demikian, sulit diretas bukan berarti mustahil disadap. Apple sendiri mengakui bahwa terdapat serangan siber yang sangat canggih, contohnya mercenary spyware, yang jauh lebih rumit dibandingkan serangan siber biasa.

Menurut Apple, sebagian besar pengguna iPhone tidak perlu khawatir karena serangan ini hanya menargetkan kelompok tertentu dan spesifik, seperti jurnalis, aktivis, pengacara, atau bahkan pejabat pemerintah.

Untuk menghadapi ancaman tersebut, Apple sudah menyediakan fitur Lockdown Mode, yaitu fitur keamanan khusus yang dirancang Apple untuk memberikan perlindungan maksimal bagi pengguna yang berisiko menjadi sasaran serangan siber tingkat tinggi.

Saat fitur ini aktif, berbagai aplikasi, situs web, dan fungsi tertentu akan dibatasi secara ketat guna memperkecil celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh mercenary spyware.

Konsekuensinya, beberapa fitur iPhone mungkin tidak dapat digunakan atau tidak berfungsi seperti biasanya karena perlindungan keamanan diprioritaskan dibandingkan kenyamanan penggunaan.

Hal ini menunjukkan bahwa iPhone dengan tingkat keamanan super ketat pun tak bisa lolos dari serangan siber. Jadi, tentang benarkah iPhone tidak bisa disadap, hal itu hanyalah mitos.

Bagaimanapun juga peretas tetap akan menemukan celah untuk melakukan penyadapan pada iPhone walau mekanismenya mungkin akan jauh lebih sulit dibandingkan ponsel lainnya.

Tanda-Tanda iPhone Mungkin Sedang Disadap

Ilustrasi Apple

Ilustrasi iPhone. foto/istockphoto

iPhone memiliki sistem keamanan yang kuat dan kasus penyadapan mungkin tergolong jarang. Namun, bukan berarti perangkat ini sepenuhnya terbebas dari risiko penyadapan atau infeksi spyware. Lalu, bagaimana tanda-tanda iPhone berhasil disadap?

Ciri-ciri HP disadap sebenarnya mirip seperti ponsel yang diretas dan dapat terlihat dari berbagai aspek, mulai dari baterai, data seluler, hingga adanya aplikasi aneh yang tidak pernah kita instal. Berikut tanda HP disadap dilansir dari laman Avast dan McAfee:

1. Terdengar Suara Aneh Saat Melakukan Panggilan

Kita wajib waspada saat muncul suara yang tidak biasa saat melakukan panggilan, seperti bunyi klik, dengung, atau nada bernada tinggi. Namun, gejala ini tidak selalu menandakan penyadapan karena juga dapat disebabkan oleh kualitas sinyal yang buruk atau gangguan jaringan.

Namun, jika suara-suara tersebut terus muncul secara konsisten pada hampir setiap panggilan, meskipun menggunakan jaringan atau lokasi yang berbeda, ada baiknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap perangkat.

2. Baterai Cepat Habis atau iPhone Terasa Panas

Dalam beberapa kasus, spyware atau malwaredapat memanfaatkan prosesor, jaringan internet, dan sumber daya perangkat untuk mengumpulkan serta mengirimkan data ke pihak lain sehingga konsumsi daya meningkat.

Meski demikian, kondisi baterai yang cepat habis atau iPhone cepat panas juga dapat disebabkan oleh faktor lain seperti penggunaan aplikasi yang boros baterai, pembaruan sistem, atau kesehatan baterai yang mulai menurun.

Untuk memastikan penyebabnya, periksa aplikasi yang paling banyak mengonsumsi daya melalui Settings > Battery > View All Battery Usage di iPhone.

Jika terdapat aplikasi yang tidak dikenal atau penggunaan baterainya tampak tidak wajar, sebaiknya telusuri fungsi aplikasi tersebut dan pertimbangkan untuk menghapusnya apabila terbukti mencurigakan.

3. Penggunaan Data Seluler Tiba-Tiba Meningkat

Lonjakan penggunaan data seluler yang terjadi tanpa perubahan pola penggunaan sehari-hari juga patut diwaspadai. Hal ini karena spyware atau perangkat lunak berbahaya sering kali memerlukan koneksi internet untuk mengirimkan data yang dikumpulkan dari perangkat ke server pelaku.

Untuk memastikannya, kita bisa memeriksa penggunaan data setiap aplikasi melalui Settings > Cellular, lalu gulir ke bagian Cellular Data dan pilih Show All.

Perhatikan apakah ada aplikasi yang menghabiskan data dalam jumlah besar padahal jarang atau bahkan tidak pernah digunakan. Jika menemukan aplikasi yang tidak dikenali atau aktivitas data yang mencurigakan, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan hapus aplikasi tersebut.

4. iPhone Membutuhkan Waktu Lebih Lama untuk Mati

Apabila iPhone membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya saat dimatikan, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda adanya proses yang masih aktif di latar belakang.

Dalam beberapa kasus, spyware atau aplikasi berbahaya mungkin masih menyelesaikan aktivitas tertentu, seperti mengirimkan data ke pihak lain, sebelum perangkat benar-benar mati.

Namun, gejala ini tidak selalu disebabkan oleh penyadapan. Pasalnya, pembaruan sistem atau aplikasi yang sedang berjalan juga dapat memperlambat proses shutdown.

Untuk memastikannya, tutup terlebih dahulu seluruh aplikasi yang sedang terbuka, lalu coba matikan iPhone kembali. Jika waktu shutdown tetap terasa tidak wajar dan disertai gejala mencurigakan lainnya, maka sebaiknya waspada.

5. Aktivitas iPhone Terlihat Tidak Wajar

Beberapa contoh aktivitas tidak wajar antara lain aplikasi yang terbuka sendiri, sering mengalami crash, perangkat mati atau restart tanpa alasan yang jelas, hingga kamera atau mikrofon yang mendadak aktif tanpa izin pengguna.

Gejala-gejala tersebut memang tidak selalu menunjukkan bahwa iPhone sedang disadap karena bisa saja dipicu oleh bug pada iOS, aplikasi yang bermasalah, atau kerusakan perangkat keras.

Namun, jika kondisi tersebut terjadi secara berulang dan disertai tanda-tanda mencurigakan lainnya, ada kemungkinan bahwa HP memang sedang diretas dan disadap.

malware di android

Ilustrasi malware. Getty Images/iStockphoto

6. Tampilan Situs Web Berubah atau Terlihat Mencurigakan

Malware yang digunakan untuk penyadapan juga bisa menyebabkan masalah pada aktivitas browsing. Saat menjelajah internet, pengguna mungkin akan diarahkan ke situs yang tampilannya berbeda dari biasanya atau URL yang terlihat tidak resmi.

Malware memang dapat mengalihkan pengguna ke situs palsu yang dirancang menyerupai situs asli untuk mencuri informasi sensitif, seperti nama pengguna, kata sandi, atau data pribadi lainnya.

Apabila tampilan halaman terasa janggal, muncul banyak pop-up, atau terdapat peringatan keamanan dari browser, sebaiknya segera tutup halaman tersebut dan jangan memasukkan data apa pun.

7. Menerima Pesan Teks yang Aneh atau Mencurigakan

Waspadai munculnya pesan teks yang berisi rangkaian angka, huruf, atau simbol yang tidak dapat dipahami. Beberapa spyware dapat menggunakan pesan berkode sebagai sarana untuk mengirim perintah ke perangkat yang telah terinfeksi.

Pesan tersebut biasanya tidak terlihat oleh pengguna (hidden), tapi jika proses pemasangan spyware tidak berjalan dengan sempurna, pesan berkode tersebut dapat muncul langsung di aplikasi pesan.

8. Email Gagal Terkirim atau Terjadi Aktivitas Akun yang Tidak Biasa

Apabila email yang biasanya terkirim dengan normal tiba-tiba gagal dikirim, menghilang, atau mengalami kendala tanpa penyebab yang jelas, kita juga perlu lebih waspada. Gangguan tersebut memang bisa disebabkan oleh masalah server atau sebab teknis lainnya.

Akan tetapi, jika terjadi bersamaan dengan peringatan keamanan lain, seperti notifikasi reset kata sandi, pemberitahuan login dari perangkat yang tidak dikenal, atau perubahan pengaturan akun tanpa izin, hal ini dapat mengindikasikan bahwa akun email telah diakses oleh pihak lain.

9. Ditemukan Spyware atau Aplikasi Mencurigakan

Keberadaan spyware merupakan salah satu indikasi paling kuat bahwa iPhone mungkin sedang disadap. Spyware adalah perangkat lunak berbahaya yang dapat memantau panggilan, pesan, lokasi, hingga aktivitas aplikasi secara diam-diam.

Malware semacam ini biasanya masuk ke perangkat melalui tautan phishing, aplikasi yang tidak tepercaya, atau metode serangan lainnya. Karena bekerja di latar belakang, spyware sering kali sulit dikenali atau dideteksi oleh pengguna.

Untuk memeriksanya, buka Settings > General > iPhone Storage, lalu tinjau daftar aplikasi yang terpasang. Waspadai aplikasi yang tidak pernah diinstal atau memiliki nama yang terdengar seperti komponen sistem, misalnya "System Service" atau "Updater".

Jika menemukan aplikasi yang mencurigakan, ditambah dengan tanda-tanda lain penyadapan seperti yang sudah dijelaskan di atas, segera hapus aplikasi tersebut, perbarui iOS ke versi terbaru, dan lakukan scan menggunakan aplikasi keamanan atau anti virus tepercaya.

10. iPhone Terindikasi Telah Di-Jailbreak

Tanpa diretas, pengguna iPhone sebenarnya bisa melakukan jailbreak. Jailbreak sendiri adalah proses menghapus atau memodifikasi sistem keamanan bawaan iOS sehingga pengguna dapat memasang aplikasi dari luar App Store.

Namun, jika tidak pernah melakukan jailbreak dan menemukan indikasi bahwa iPhone telah dimodifikasi, ada kemungkinan seseorang yang memiliki akses fisik ke perangkat pernah melakukannya untuk memasang spyware atau perangkat lunak untuk penyadapan.

Status jailbreak dapat diperiksa menggunakan aplikasi pendeteksi yang tersedia di App Store atau dengan memperhatikan tanda-tanda seperti munculnya aplikasi yang tidak biasa.

Cara Mencegah iPhone Disadap

malware di android

Ilustrasi penyadapan. Getty Images/iStockphoto

Pernyataan benarkah iPhone tidak bisa disadap sudah terbukti mitos karena tetap akan ada kemungkinan celah bagi peretas untuk melakukan penyadapan. Namun, kita sebagai pengguna juga bisa melakukan pencegahan untuk melindungi iPhone yang digunakan. Berikut beberapa cara agar HP tidak bisa disadap:

1. Selalu Perbarui iOS ke Versi Terbaru

Apple secara rutin merilis pembaruan iOS untuk memperbaiki celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan oleh spyware maupun malware. Selain menghadirkan fitur baru, pembaruan ini juga mencakup security patch yang dirancang untuk menutup kerentanan yang telah ditemukan.

Oleh karena itu, aktifkan pembaruan otomatis atau segera instal versi iOS terbaru begitu tersedia agar iPhone selalu mendapatkan perlindungan terkini.

2. Hapus Aplikasi yang Sudah Tidak Digunakan

Semakin banyak aplikasi yang terpasang, semakin besar pula potensi celah keamanan pada perangkat. Aplikasi yang sudah lama tidak digunakan mungkin tidak lagi memperoleh pembaruan keamanan dari pengembang sehingga lebih rentan dieksploitasi.

Dengan menghapus aplikasi yang tidak diperlukan, kita dapat mengurangi potensi risiko sekaligus mempermudah mengenali aplikasi asing yang mungkin muncul tanpa sepengetahuan kita.

3. Unduh Aplikasi Hanya dari App Store

Hindari memasang aplikasi dari sumber yang tidak resmi atau melakukan jailbreak pada iPhone karena tindakan tersebut dapat melemahkan sistem keamanan bawaan iOS. Sebaiknya unduh aplikasi hanya melalui App Store dan pilih aplikasi dari pengembang tepercaya yang memiliki ulasan serta reputasi baik.

4. Gunakan Aplikasi Komunikasi dengan Enkripsi End-to-End

Untuk menjaga privasi percakapan, gunakan aplikasi pesan yang menerapkan end-to-end encryption, contohnya WhatsApp. Teknologi ini memastikan hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca isi pesan atau mendengarkan panggilan sehingga komunikasi menjadi lebih sulit disadap.

5. Pasang Aplikasi Keamanan yang Tepercaya

Meskipun iPhone telah memiliki berbagai fitur keamanan bawaan, tak ada salahnya menginstal aplikasi keamanan tambahan untuk membantu meningkatkan perlindungan.

Beberapa aplikasi keamanan mampu mendeteksi tautan phishing, memantau aktivitas mencurigakan, serta memberikan peringatan jika ditemukan potensi ancaman. Pilihlah aplikasi keamanan dari pengembang tepercaya dan tersedia di App Store.

6. Gunakan VPN Saat Mengakses Wi-Fi Publik

Jaringan Wi-Fi publik sering menjadi sasaran pelaku kejahatan siber karena umumnya memiliki tingkat keamanan yang lebih rendah.

Menggunakan Virtual Private Network (VPN) dapat membantu mengenkripsi lalu lintas internet dan menyamarkan alamat IP sehingga aktivitas online menjadi lebih sulit dipantau oleh pelaku penyadapan.

Apa yang Harus Dilakukan jika iPhone Diduga Disadap?

Ilustrasi virus malware

Ilustrasi HP di-hack. FOTO/iStockphoto

Jika mencurigai iPhone sedang disadap, jangan panik. Tindakan yang cepat dapat membantu mencegah kebocoran data lebih lanjut sekaligus mengurangi peluang pelaku untuk mengakses perangkat lebih lama. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Aktifkan Airplane Mode untuk Sementara

Jika menduga ada aktivitas mencurigakan pada iPhone, aktifkan Airplane Mode terlebih dahulu. Langkah ini akan memutus sementara koneksi seluler, Wi-Fi, dan Bluetooth sehingga perangkat tidak dapat berkomunikasi dengan jaringan luar.

Meskipun tidak menghapus spyware yang mungkin sudah terpasang, cara ini dapat membantu menghentikan sementara proses pengiriman data dan memberi Anda waktu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Lakukan Force Restart pada iPhone

Pada HP Android, pengguna bisa melakukan restart ulang perangkat dalam kondisi Safe Mode. Cara ini hanya akan mengaktifkan bagian-bagian sistem operasi yang diperlukan sehingga spyware yang terpasang di ponsel tidak akan aktif.

Sayangnya, iPhone tidak memiliki Safe Mode yang dapat diakses oleh pengguna (kecuali di-jailbreak). Namun, kita bisa mencoba melakukan force restart untuk mengatasi gangguan sementara pada sistem atau aplikasi yang bermasalah.

Jika setelah dihidupkan kembali gejala mencurigakan masih tetap muncul, lanjutkan dengan pemeriksaan keamanan lainnya untuk memastikan HP telah disadap.

3. Hapus Aplikasi yang Mencurigakan atau Tidak Dikenal

Periksa kembali seluruh aplikasi yang terpasang di iPhone dan hapus aplikasi yang tidak dikenal, sudah tidak digunakan, atau terasa mencurigakan. Beberapa aplikasi berbahaya dapat menyamar menggunakan nama yang menyerupai layanan sistem agar tidak mudah dikenali.

Setelah menghapusnya, pantau kembali apakah gejala yang sebelumnya muncul telah hilang atau masih berlanjut.

4. Reset iPhone ke Pengaturan Pabrik (Factory Reset) jika Diperlukan

Apabila berbagai langkah sebelumnya tidak berhasil mengatasi masalah dan masih mencurigai adanya spyware, pertimbangkan untuk melakukan factory reset. Sebelum melakukannya, simpan data penting seperti foto, kontak, dan dokumen lain.

Namun, pastikan untuk membuat cadangan (backup) atau menyimpan data-data yang ada sebelum muncul tanda-tanda penyadapan.

Jika menggunakan backup yang dibuat setelah perangkat diduga terinfeksi spyware, ada risiko aplikasi atau konfigurasi berbahaya ikut dipulihkan setelah factory reset sehingga masalah yang sama dapat muncul kembali.

5. Ganti Password dan Amankan Apple ID

Segera ubah kata sandi Apple ID, email, dan akun penting lainnya apabila menduga informasi akun telah diketahui pihak lain. Selain itu, aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) jika belum digunakan, lalu periksa daftar perangkat yang masuk ke akun Apple.

Jika terdapat perangkat yang tidak dikenali, segera hapus atau keluarkan aksesnya untuk mencegah penyadapan maupun penyalahgunaan lebih lanjut.

6. Laporkan jika Menjadi Korban Kejahatan Siber

Apabila memiliki bukti kuat bahwa iPhone telah disadap atau data pribadi disalahgunakan, segera laporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi warga Indonesia, pengaduan serangan siber seperti penyadapan dapat dilaporkan melalui situs Patroli Siber yang dikembangkan oleh tim Kepolisian RI. Cukup buka laman resmi https://patrolisiber.id/submit-report, isi data yang diperlukan, dan ikuti petunjuk selanjutnya.

Selain itu, jangan lupa simpan bukti seperti tangkapan layar, email, pesan mencurigakan, atau riwayat aktivitas akun sebagai bahan pendukung. Pelaporan tidak hanya membantu memulihkan dan menjaga perangkat, tapi juga dapat mencegah pelaku melakukan tindakan serupa terhadap korban lainnya.

Demikian penjelasan terkait benarkah iPhone tidak bisa disadap. iPhone memang memiliki sistem keamanan yang sangat ketat, tapi bagaimanapun juga tidak ada perangkat yang sepenuhnya kebal dari ancaman siber.

Oleh karena itu, pengguna iPhone tetap harus waspada dengan mengenali tanda-tanda penyadapan, menerapkan langkah-langkah pencegahan, serta segera mengambil tindakan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Butuh informasi terkait iPhone maupun gadget lain? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, info spesifikasi, dan berita terbaru seputar gawai melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Gadget

Baca juga artikel terkait IPHONE atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Byte
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani