Menuju konten utama

Kenapa Logo Apple Berbentuk Apel yang Digigit? Ini Sejarahnya

Ketahui sejarah logo Apple yang ikonik, mulai dari makna gigitan, perubahan desain dari masa ke masa, serta fakta unik yang belum diketahui banyak orang.

Kenapa Logo Apple Berbentuk Apel yang Digigit? Ini Sejarahnya
CEO Apple Tim Cook berbicara saat pengumuman produk baru di kampus Apple Senin, 5 Juni 2023, di Cupertino, California (AP Photo/Jeff Chiu)

tirto.id - Logo Apple adalah salah satu simbol paling ikonik dalam dunia teknologi, mudah dikenali, dan selalu identik dengan inovasi serta kualitas tinggi. Sebelum menjadi logo yang sekarang, logo Apple ternyata sempat mengalami pergantian logo kali selama puluhan tahun.

Apple telah menjadi salah satu brand populer di dunia. Merek ini dikenal luas karena inovasi produknya yang ikonik seperti iPhone, MacBook, dan iPad. Popularitasnya tidak hanya karena produk berkualitas tinggi, tapi juga citra eksklusif dan desain elegan yang melekat pada setiap perangkatnya.

Sejarah brand ini dimulai dengan terbentuknya Apple Computer Company di 1 April 1976 oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne. Nama Apple sendiri dipilih oleh Steve Jobs setelah ia, yang saat itu sedang menjalani diet buah-buahan, berkunjung ke sebuah kebun apel.

Dengan pendekatan kreatif dan revolusioner, Apple akhirnya berhasil mengubah industri komputer dan menjadi market leader dengan inovasinya. Tak hanya komputer, bertahun-tahun kemudian, Apple menciptakan iPhone yang sampai saat ini dikenal sebagai ponsel kelas atas.

Dengan segala keberhasilannya di bidang teknologi, ada satu hal unik dari Apple yang selalu mencuri perhatian, yaitu logonya. Logo Apple berupa buah apel yang digigit sebagian. Meski tampak sederhana, ternyata logo ini pun memiliki sejarah panjang di baliknya.

Kenapa Logo Apple Logo Apel yang Digigit?

PROTES PAJAK PADA APPLE

Logo Apple terlihat pada bagian depan sebuah gedung saat aktivis dari lembaga anti-globalisasi Attac mengadakan aksi protes atas dugaan penghindaraan pajak oleh Apple di depan toko Apple di Frankfurt, Jerman, Sabtu (10/3). ANTARA FOTO/REUTERS/Ralph Orlowski

Logo Apple yang berupa buah apel dengan satu gigitan di sisinya memang menarik perhatian. Banyak teori yang berusaha menjelaskan alasan di balik logo tersebut. Namun, ada sejarah dan alasan desain yang lebih sederhana dan praktis daripada banyak teori populer yang sering beredar.

Sebelum berbentuk apel, Apple awalnya memiliki logo yang lebih kompleks, yaitu bergambar Isaac Newton yang duduk di bawah pohon apel dan perbukitan di belakangnya. Karena dinilai kurang pas, logo ini akhirnya diubah menjadi logo Apple yang kita kenal sekarang.

Logo dengan buah apel yang tergigit ini dirancang oleh Rob Janoff pada tahun 1977 saat Apple memerlukan identitas visual baru yang lebih sederhana daripada logo pertamanya yang kompleks.

Janoff diminta membuat sesuatu yang modern, bersih, dan mudah dikenali untuk dipakai pada produk Apple. Sesuai dengan nama merek, maka dibuatlah logo berbentuk buah apel, tapi kenapa ditambahkan gigitan di satu sisinya?

Gigitan pada apel ditambahkan bukan karena simbolisme tersembunyi, tapi karena sebuah pertimbangan visual yang sangat pragmatis, yaitu supaya bentuknya terlihat seperti apel dan tidak disangka sebagai buah lain seperti ceri.

Tanpa gigitan itu, bentuk apel bisa saja disalahartikan oleh orang yang melihatnya. Selain itu, bentuk apel yang digigit juga dianggap lebih menonjol di antara logo-logo brand teknologi lainnya.

Transformasi Logo Apple dari Masa ke Masa

Ilustrasi Apple

Ilustrasi Apple. foto/istockphoto

Sejak berdiri pada 1976, logo Apple telah mengalami sejumlah transformasi yang mencerminkan perubahan strategi merek, estetika desain, dan teknologi produk perusahaan.

Evolusi ini bukan sekadar perubahan visual, setiap versi punya konteks sejarahnya sendiri yang memperlihatkan bagaimana Apple berevolusi dari perusahaan kecil menjadi merek global yang ikonik. Berikut transformasi logo Apple dari masa ke masa:

1. Tahun 1976 (Logo Isaac Newton)

Logo pertama Apple dibuat oleh salah satu pendiri awal, yaitu Ronald Wayne. Logo ini menampilkan ilustrasi Isaac Newton sedang duduk di bawah pohon apel, lengkap dengan bingkai dekoratif dan nama perusahaan.

Desain ini dianggap terlalu kompleks dan sulit dicetak pada ukuran kecil. Logo yang terlalu rinci seperti ini mungkin lebih tepat jika dipakai produk lain seperti minuman, tapi kurang cocok untuk branding produk teknologi. Steve Jobs menyadari hal ini dan mulai melakukan perubahan.

2. Tahun 1977 (Apel Pelangi dengan Gigitan dan Nama “Apple”)

Dalam upaya memodernisasi identitas visual, Steve Jobs mengajak desainer Rob Janoff untuk membuat logo Apple yang baru. Steve Jobs sendiri menginginkan logo yang lebih simpel, fresh, dan terkesan modern.

Rob Janoff akhirnya menciptakan desain logo berbentuk apel yang sederhana dengan warna pelangi. Bentuk gigitan ditambahkan untuk menegaskan bahwa logo itu berbentuk apel.

Warna pelangi dipilih untuk menggambarkan kemampuan dari Apple II, komputer dengan layar berwarna pertama di dunia, yang akan dirilis saat itu. Selain itu, ditambahkan pula nama “Apple” pada logo, tepat di bagian gigitan buah.

3. Tahun 1984 (Logo Apel Tanpa Teks Nama Perusahaan)

Saat peluncuran Macintosh pada 1984, Apple mengambil keputusan kecil sekaligus penting terkait logo. Apple menghilangkan teks nama “Apple”, menyisakan gambar apel tergigit dengan warna pelangi.

Hal ini menandakan bahwa citra visual logo Apple sudah cukup kuat untuk merepresentasikan merek tanpa perlu embel-embel teks/nama perusahaan.

4. Tahun 1998 (Apel Monokromatik)

Steve Jobs sempat didepak dari Apple di sekitar tahun 1985 karena konflik internal. Namun, ketika perusahaan hampir bangkrut, Steve Jobs kembali ke Apple pada 1997. Di masa ini, Steve Jobs berupaya memperkuat merek Apple untuk era baru, salah satunya dimulai dari logo.

Logo pelangi yang bertahan bertahun-tahun akhirnya diganti menjadi monokromatik untuk pertama kalinya. Awalnya, logo diubah dengan warna biru langit transparan yang cocok dengan desain iMac generasi awal.

Namun, di tahun 1998, warna logo tersebut langsung diganti menjadi hitam solid yang memberi kesan modern, minimalis, dan premium untuk mencerminkan perubahan strategi desain produk mereka.

5. Tahun 2001 (Logo 3D Aqua)

Pada era 2000‑an, Apple memperkenalkan berbagai varian logo yang mengikuti tren desain saat itu. Di 2001, Apple hadir dengan logo bergaya aqua, glossy, dan 3D pada 2001 yang serasi dengan antarmuka Mac OS X saat itu. Desain baru ini menggambarkan sesuatu yang futuristik dan premium.

6. Tahun 2007 (Apel Bergaya Chrome)

Pada 2007 ketika iPhone mulai dirilis, Apple kembali mengubah logonya menjadi bergaya chrome dengan efek kaca/berkilau. Kilauan logam pada logo ini memberikan kesan elegan dan mewah, selaras dengan desain produk Apple yang terbuat dari aluminium.

7. Tahun 2013 (Desain Datar Minimalis)

Sekitar tahun 2013, Apple kembali menyederhanakan logonya dengan versi 2D yang bersih tanpa efek glossy, persis seperti versi tahun 1998 yang monokromatik. Versi ini pun sejalan dengan estetika minimalis pada antarmuka iOS dan perangkat Apple terbaru.

Logo ini masih mempertahankan bentuk apel yang tergigit dan tetap terkesan simpel sekaligus modern. Logo ini tetap dipertahankan sampai saat ini.

Meski demikian, Apple terkadang “bermain-main” dengan logonya pada kesempatan tertentu, misalnya mengubah warna atau memberikan tambahan gambar di dalam badan apel. Logo-logo ini biasanya digunakan pada gift card, sticker, iklan, atau dijadikan logo untuk event khusus.

Fakta Unik tentang Apple yang Perlu Diketahui

Apple store

Ilustrasi Apple. FOTO/iStockphoto

Di balik produk-produknya yang ikonik, terdapat fakta-fakta menarik yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Selain sejarah nama dan logo, berikut beberapa fakta unik terkait Apple:

1. Apple Memiliki Lebih Banyak Uang daripada Pemerintah AS

Dikutip dari situs The Enterprise World, Apple menghasilkan sekitar $1.752 per detik, menunjukkan profitabilitasnya yang sangat besar.

Apple juga menjadi perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar sebesar $1 triliun, $2 triliun, hingga $3 triliun. Dan, walau mungkin terdengar mengejutkan, Apple pernah memiliki cadangan kas yang lebih besar daripada saldo kas pemerintah Amerika Serikat.

2. Apple Pernah Memiliki Lini Pakaian pada 1986

Pada tahun 1986, Apple sempat meluncurkan lini pakaian bernama “The Apple Collection” yang jauh dari citra minimalis seperti yang diusung Apple saat ini. Lini pakaian tersebut mencakup kaos, aksesori, dan item lain yang menampilkan logo pelangi Apple.

3. Perangkat Apple di Iklan Disetel Pukul 9:41

Jika memperhatikan iklan-iklan Apple, hampir semua perangkat menampilkan waktu 9:41. Menurut situs Crowdspring, waktu dalam perangkat awalnya disetel ke 9:42 yang menunjukkan waktu peluncuran iPhone pertama pada 2007 oleh Steve Jobs.

Waktu jam ini kemudian diubah menjadi 9:41 pada peluncuran iPad pertama pada 2010. Detail kecil ini mencerminkan perhatian Apple terhadap presisi dan estetika, bahkan dalam hal waktu yang ditampilkan di layar.

4. Apple I Diberi Harga $666,66

Produk Apple I yang diluncurkan pada 1976 dibanderol dengan harga $666,66. Apakah hal ini berhubungan dengan sesuatu yang mistis? Ternyata tidak sama sekali.

Angka ini dipilih karena kemudahan pengetikan dan lebih mudah diingat. Sang co-founder, Steve Wozniak, juga mengaku bahwa ia menyukai angka berulang sehingga menetapkan harga tersebut.

5. iPad Tidak Memiliki Kalkulator Bawaan

Meskipun iPad terkenal dengan fungsinya yang serbaguna, perangkat ini tidak memiliki aplikasi kalkulator bawaan. Konon, Steve Jobs tidak menyukai desain kalkulator pada tablet pertama di 2010.

Keputusan ini menjadi contoh unik bagaimana Apple kadang mengambil langkah yang berbeda dari ekspektasi umum demi menjaga kualitas pengalaman pengguna.

6. Microsoft Pernah “Menyelamatkan” Apple

Pada tahun 1997, Apple berada dalam krisis keuangan serius dan hampir bangkrut. Pada saat itu pula Steve Jobs baru saja kembali ke Apple setelah sebelumnya meninggalkan perusahaan.

Untuk membantu Apple tetap bertahan, Microsoft mengumumkan investasi sebesar $150 juta di Apple. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama mengembangkan Microsoft Office untuk Mac.

7. Apple Hampir Memakai Nama TelePod pada Produk iPhone

Dilansir dari laman LA Times, mantan kepala periklanan Apple Inc., Ken Segall, mengatakan bahwa Apple pernah mempertimbangkan beberapa nama untuk ponselnya yang kini dikenal dengan nama iPhone.

Salah satunya adalah TelePod yang terdengar seperti “telepon”, tapi dengan sentuhan futuristik. Apalagi TelePod memiliki kemiripan dengan iPod Apple yang sangat populer saat itu. Nama lain yang juga dipertimbangkan saat itu adalah iPad yang akhirnya malah digunakan untuk produk tablet.

Selain itu, nama Mobi dari kata mobile juga turut jadi pertimbangan. Ada pula ide nama TriPod karena berkaitan dengan 3 fungsi utamanya, mulai dari melakukan panggilan, berfungsi sebagai iPod, sekaligus menjelajahi internet.

Itu dia penjelasan terkait sejarah logo Apple, termasuk makna gigitan, evolusi dari masa-masa, dan fakta-fakta menariknya. Dari desain yang komplek, penuh warna, hingga tampilan minimalis yang dikenal saat ini, logo Apple mencerminkan perjalanan panjang perusahaan dalam beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan identitasnya.

Temukan berbagai informasi menarik seperti spesifikasi produk, jadwal perilisan gawai, hingga berita terkini seputar Apple melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Apple

Baca juga artikel terkait TIRTO SHOP atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Byte
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani