Benarkah Indonesia Sedang Dilanda Gelombang Panas & Penjelasan BMKG

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 27 April 2021
Dibaca Normal 2 menit
Indonesia tidak pernah dan tidak akan terkena gelombang panas seperti yang pernah terjadi di Eropa.
tirto.id - Beredar pesan singkat melalui aplikasi Whatsapp yang mengatakan bahwa saat ini Indonesia, Malaysia dan beberapa Negara lain sedang mengalami gelombang panas.

Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto saat dihubungi redaksi Tirto menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah hoaks atau tidak benar.

"Pasti hoaks ini. Kita baru saja mau selesai musim hujan dan memasuki musim kemarau, memang jelang musim kemarau umumnya ada peningkatan suhu udara permukaan, tapi masih pada kisaran normal (tidak ekstrem)," tegasnya.

Siswanto juga mengatakan, peningkatan suhu panas tersebut bersifat siklus sebagai fluktuasi dalam variasi suhu bulanan dalam setahun. Suhu di Indonesia pada bulan April - Mei normalnya berkisar antara 23 - 29°C.

"Untuk masyarakat yang tinggal di DKI Jakarta, suhu terasa panas pada siang hari terutama pada bulan April-Mei lalu kembali berulang pada Oktober-November. Suhu akan menurun pada bulan Desember - Maret. Demikian berulang pada periode berikutnya," kata Siswanto.

Siswanto juga menjelaskan, sementara bagi masyarakat yang tinggal di Semarang ada sedikit perbedaan pola kenaikan suhu panas secara gradual (sedikit demi sedikit atau bertingkat).

Suhu maksimum siang hari di Semarang agak berbeda sedikit polanya, yaitu secara gradual naik mulai April hingga puncaknya di September-Oktober nanti.

Penyebab cuaca Jogja panas


Kepala Kelompok Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa saat dihubungi redaksi Tirto juga menegaskan bahwa pesan singkat tersebut adalah hoaks atau tidak benar.

Sigit juga mengimbau agar pesan singkat tersebut tidak disebarluaskan karena bisa menimbulkan kepanikan.

"Hoaks, jangan direspons, sumber bukan dari kami BMKG. jika dicek ke data tidak nyambung, tolong jangan disebarkan," tegas Sigit.

Sigit mengatakan, terkait dengan info yang mengatakan saat ini Indonesia sedang dilanda gelombang panas menurutnya sangat menyesatkan.

Sebab, menurutnya Indonesia tidak pernah dan tidak akan terkena gelombang panas seperti yang pernah terjadi di Eropa.

"Berdasarkan data historis kisaran suhu maksimum yang pernah terjadi di DIY 36 - 37 derajat celcius. Ini adalah hoaks (soal gelombang panas) lama yang kembali dimunculkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab agar menimbulkan keresahan di masyarakat," katanya.

Infografik Gelombang Panas Indonesia
Infografik Benarkah Indonesia sedang dilanda gelombang panas. tirto.id/Fuad


Sementara itu terkait cuaca panas yang akhir-akhir ini terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya di Jogja, Sigit menjelaskan bahwa pada April ini posisi matahari berada di belahan bumi Utara.

Posisi ini menurutnya relatif lebih jauh dari Jogja dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Akibat kondisi ini sudut datangnya sinar miring dan intensitas matahari lebih kecil dibandingkan Maret.

"Kondisi yang seakan panas dirasakan pada siang hari adalah faktor cuaca cerah sehingga tidak ada/sedikit awan yang menghalangi masuknya sinar matahari ke bumi. Catatan suhu maksimum dalam beberapa hari terakhir ini masih dalam kisaran normal yaitu 31 - 32 derajat celcius. Panas yang dirasakan juga karena faktor kelembaban udara minimum yang rendah yaitu berkisar 55 - 60 persen," ujarnya.

Berikut adalah isi pesan singkat yang dipastikan hoaks oleh BMKG.

Buat Saudara ku Yang Baik
Siapkan diri menghadapi

Gelombang Panas

Banyak Minum yaaa

Hindari minum ES

Minum Seteguk demi seteguk jangan Langsung

Bisa sampai 40-50 Derajat.
Silahkan Kondisikan Tubuh.

AWAS..!!!!!
GELOMBANG PANAS
KINI MELANDA NEGARA KITA
--------------------------------
Indonesia, Malaysia dan Beberapa Negara lain. Saat ini sedang Mengalami Gelombang Panas.

Apa Tips yang Harus Dilakukan dan Dihindari Simak ya

Harap Perhatikan Hal hal Berikut ini:

1. Seorang teman dokter datang ke saya mengatakan, cuaca sangat panas.
Di siang hari, bisa mencapai 40C.

Katanya:
”Pada 40 derajat, jangan Anda langsung minum air es! Pembuluh darah mikro bisa meledak. Seorang temannya, dari terkena terik matahari masuk ke rumah, mencuci kaki dengan air dingin. Pandangan mata jadi kabur, dia pun pingsan.

2. Suhu di beberapa tempat telah mncapai 38C atau lebih.
Dlm kondisi ini, jaga suhu tubuh agar lebih tinggi.
Bahaya ini tak hanya dari minum air es/dingin. Bahaya ini dapat terjadi bahkan sekedar mencuci tangan/muka/ kaki.
Anda tidak boleh menyiram/menyeka bagian tubuh yg panas terkena sengatan terik, dengan air dingin.
Anda membutuhkan sekitar 30 menit untuk membuat tubuh menjadi dingin sesuai suhu dalam ruangan.
Minumlah air hangat suam, 34-36 Celcius.

3. Seorang dokter di rumah sakit, memeriksa seorang pria yang sangat sehat. 3 tahun kemudian, dokter tsb bertemu pria itu lagi dalam kondisi stroke.
Pria itu pun bercerita:

"Beberapa waktu lalu, hari amat panas. Setelah kembali ke rumah, agar cepat dingin, saya segera mandi air dingin. Lalu, saya tidak dapat menggerakkan rahang dengan benar. Segera saya panggil ambulans untuk membawaku ke rumah sakit.."

Ingat, terutama di hari yang panas, hindari air dingin karena akan menyebabkan kontraksi pembuluh darah yang cepat.

Yang di rumah ada anak kecil, harus memberi tahu pembantu dan seisi rumah tentang hal ini.

Akhir-akhir ini cuaca panas di atas normal
Walau mungkin kita rasa nyaman bila minum dingin.., namun, itu sangat berbahaya !

Hindari meneguk langsung minuman. Minumlah sedikit-demi sedikit, dengan perlahan

Tebarkan Pesan ini ke Keluarga-Kerabat sekitar.
Ini bisa Menyelamatkan Nyawa!


Baca juga artikel terkait GELOMBANG PANAS atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight