Menuju konten utama

BEI Bidik 50 IPO dan Tembus 10 Besar Pasar Saham Global di 2026

Target ini merupakan bagian dari rencana besar pengembangan pasar modal Indonesia yang tertuang dalam Master Plan BEI 2026-2030.

BEI Bidik 50 IPO dan Tembus 10 Besar Pasar Saham Global di 2026
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memberi sambutan saat membuka perdagangan saham 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026). Pada pembukaan perdagangan saham awal tahun 2026 IHSG dibuka menguat 37,130 poin atau 0,43 persen ke level 8.684,069. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan ada 50 perusahaan yang melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2026.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengatakan target tersebut menjadi bagian dari rencana besar pengembangan pasar modal Indonesia lima tahun ke depan, yang tertuang dalam Master Plan BEI 2026-2030.

Dalam peta jalan tersebut, BEI menargetkan pada 2030 pasar modal Indonesia semakin inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global, sekaligus mendorong Indonesia masuk jajaran 10 besar bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi.

“Harapannya Indonesia dapat masuk ke jajaran top 10 bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional.,” ujar Iman dalam Pembukaan Perdagangan BEI, Jumat (2/1/2026).

Untuk mencapai sasaran tersebut, BEI menetapkan sejumlah asumsi makro. Pada 2026, BEI mengasumsikan nilai rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) berada di level Rp15 triliun. Dari sisi pencatatan, BEI menargetkan 555 pencatatan efek, termasuk 50 saham baru.

Selain mendorong pencatatan emiten, BEI juga fokus memperluas basis investor. Berbagai kanal distribusi informasi akan dimanfaatkan untuk mengejar penambahan sekitar 2 juta investor baru pada 2026.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan agar Master Plan BEI 2026-2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasar modal Indonesia,” kata Iman.

Baca juga artikel terkait BURSA EFEK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana