Bareskrim Periksa Agensi ABK Kapal Cina, Kasus Naik ke Penyidikan

Oleh: Adi Briantika - 13 Mei 2020
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo menyatakan penyidik menemukan tiga bukti yang menunjukkan indikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
tirto.id - Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memeriksa PT APJ selaku agensi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629.

“Direkturnya yang diperiksa,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo, Rabu (13/5/2020).

Agensi itu pernah memberangkatkan delapan ABK, rinciannya satu orang meninggal, lima orang kembali ke Indonesia, dua lainnya belum diketahui.

Hasil gelar perkara pada 12 Mei yaitu terdapat unsur tindak pidana, maka status perkara ini kini menjadi penyidikan.

Sambo menyatakan penyidik menemukan tiga bukti yang menunjukkan indikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam kasus tersebut.

"Keterangan saksi, surat, petunjuk. Ada peristiwa tindak pidana perdagangan orang," kata dia.

Dengan perubahan status, maka kepolisian akan mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Jaksa Penuntut Umum. Penyidik pun telah memeriksa 10 ABK, mereka dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) secara pro justitia.

Polisi juga meminta keterangan pihak Imigrasi Tanjung Priok dan Imigrasi Pemalang, serta Syahbandar Tanjung Priok yang menerbitkan buku pelaut bagi para ABK.

Para ABK tersebut telah bekerja di Dalian Ocean Fishing Co. Ltd., perusahaan penangkapan ikan berbasis di Distrik Zhongshan, Dalian, kota pelabuhan besar di Provinsi Liaoning, Cina.

Perusahaan terdaftar sebagai grup penangkap ikan tuna dengan tujuh kapal yakni Long Xing 629, Long Xing 806, Long Xing 805, Long Xing 630, Long Xing 802, Long Xing 605, dan Tian Yu 8. ABK Indonesia berpindah-pindah kapal saat ‘diperbudak’.


Baca juga artikel terkait ABK atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Abdul Aziz
DarkLight