Menuju konten utama

Bank Mandiri Cetak Laba Rp56,3 Triliun Sepanjang 2025

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, kinerja apik Mandiri didorong oleh penyaluran kredit yang meningkat 13,4 persen yoy.

Bank Mandiri Cetak Laba Rp56,3 Triliun Sepanjang 2025
Ilustrasi Gedung perkantoran Bank Mandiri. FOTO/dok.Bank Mandiri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencetak laba konsolidasian senilai Rp56,3 triliun di sepanjang tahun 2025, naik tipis 0,93 persen dari tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp2.829,9 triliun.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, kinerja apik Perseroan didorong oleh penyaluran kredit yang meningkat 13,4 persen yoy menjadi Rp1.895,0 triliun. Pertumbuhan kredit terutama didorong oleh penyaluran ke ekosistem BUMN dan pemerintah yang tumbuh sekitar 40 persen secara tahunan.

“Kredit Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan dua digit di atas industri, mencerminkan peran aktif Bank Mandiri dalam mendukung pembiayaan sektor produktif dan sektor prioritas lainnya,” kata dia, dalam konferensi pers secara daring, Kamis (5/2/2026).

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga juga tumbuh solid dan signifikan di atas industri perbankan nasional. Pada akhir 2025, peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) BMRI tercatat mencapai Rp2.105,8 triliun, tumbuh 23,9 persen secara tahunan dibanding 2024. Struktur pendanaan juga terjaga baik dengan dana murah (CASA) yang tumbuh sebesar 12,6 persen yoy menjadi Rp1.431,4 triliun, sehingga likuiditas Bank Mandiri tetap memadai dalam mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

“Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah yang kuat serta keberhasilan Bank Mandiri dalam menjaga likuiditas yang stabil dan berkelanjutan. Yang tidak kalah penting, pertumbuhan tersebut tetap diiringi dengan kualitas aset yang terjaga,” tambah Riduan.

Meskipun kredit Bank Mandiri mengalami peningkatan, rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) gross Perseroan yang masih sebesar 0,96 persen di akhir 2025, berada di bawah rata-rata industri. Sedangkan, Return on Equity (RoE) mencapai 23,2 persen, dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 20,4 persen.

“Ke depan, Bank Mandiri akan terus memastikan pertumbuhan kredit sejalan dengan program strategis nasional sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas. Dengan fundamental kinerja yang solid, kami optimistis Bank Mandiri dapat terus berkontribusi signifikan dalam memperkuat industri perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tukas Riduan.

Baca juga artikel terkait BANK MANDIRI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Farida Susanty