tirto.id - Sejumlah wilayah di Sumatera Barat lainnya dilaporkan kembali dilanda banjir pada Rabu (10/12/2025). Banjir dilaporkan terjadi usai hujan terus mengguyur wilayah-wilayah tersebut sejak Selasa (9/12).
Belum selesai upaya pemulihan pasca bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra, sejumlah wilayah Sumatera Barat dilaporkan kembali direndam banjir.
Hal tersebut dilaporkan terjadi usai Sumatera Barat diguyur hujan sejak Selasa hingga Rabu, menyebabkan debit air di sejumlah aliran sungai besar meningkat secara drastis.
Wilayah-wilayah yang Dilaporkan Dilanda Banjir Susulan di Sumbar
Salah satu wilayah Sumatera Barat yang kembali terdampak banjir adalah Muaro Pingai, Solok. Pada Rabu pagi, banjir akibat luapan sungai kembali menerpa daerah tersebut.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @infosumbar, banjir tampak merendam Muaro Pingai dengan ketinggian antara mata kaki hingga paha orang dewasa.
Akibat banjir susulan ini, akses jalan di Muaro Pingai yang sebelumnya telah dibersihkan warga kembali sulit diakses karena material yang terbawa arus banjir.
Dampak banjir susulan di Muaro Pingai dilaporkan berpusat di Jorong Guci IV, Jorong Tanjung, dan Jorong Panyalai
Sejumlah warga Muaro Pingai juga dilaporkan telah diungsikan ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kekhawatiran meluasnya banjir susulan tersebut.
Selain Muaro Pingai, kenaikan debit air sungai juga dilaporkan terjadi di Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Solok. Imbas hujan deras sejak Selasa, debit sungai terus meningkat hingga ke jalanan di sana.
Peningkatan debit air sungai juga terjadi di Kecamatan Kuranji, Padang. Peningkatan tersebut seperti yang terjadi di Sungai Batang, Kuranji. Pada Rabu siang, debit air sungai ini terus meningkat dan makin deras, mengakibatkan ruas jalan di tepian sungai perlahan tergerus.
Laporan terjadinya banjir susulan itu terjadi setelah sebelumnya pada Selasa, Gubernur Sumbar Mahyeldi menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana di provinsi tersebut.
Perpanjangan ini ditetapkan Pemerintah Provinsi Sumbar di tengah proses pencarian dan evakuasi korban banjir dan tanah longsor yang masih berlangsung. Dengan perpanjangan tersebut, Sumbar masih berstatus tanggap darurat bencana hingga 22 Desember 2025 mendatang.
Belum pulihnya fungsi fasilitas umum serta sarana-prasarana dasar juga membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meneken keputusan untuk memperpanjang status tanggap darurat.
Berdasarkan update kerusakan fasilitas Sumbar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu petang, sebanyak 65 fasilitas kesehatan masih terganggu hingga kini, 216 fasilitas pendidikan belum beroperasi normal, 205 rumah ibadah rusak, dan 64 jembatan sebagai akses penghubung dilaporkan rusak.
Sedangkan, total korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor di Sumbar kini mencapai 238 dengan 93 jiwa masih dinyatakan hilang dan 113 lain mengalami luka-luka.
Di antara 238 korban jiwa tersebut, terdapat 24 jenazah tak teridentifikasi yang baru saja dimakamkan secara massal di Sumbar pada hari ini, Rabu, 10 Desember 2025. Melansir Antara, pemakaman massal korban tak teridentifikasi tersebut dilaksanakan pada Rabu siang di Kota Padang.
Sementara itu, update BNPB per Rabu petang, jumlah korban akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak November lalu kini telah mencapai 969 jiwa dengan 252 orang masih dinyatakan hilang.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id


































