Menuju konten utama

24 Jenazah Korban Banjir di Sumbar Dimakamkan Tanpa Identitas

Mayoritas jenazah anak-anak dari Kabupaten Agam. Meski sudah dikubur, polisi simpan DNA dan tandai makam.

24 Jenazah Korban Banjir di Sumbar Dimakamkan Tanpa Identitas
Sejumlah personel Polda Sumbar saat mengangkat salah satu peti jenazah korban banjir bandang di Provinsi Sumatera Barat yang belum teridentifikasi, Rabu (10/12/2025). Sebanyak 24 jenazah korban banjir bandang yang belum teridentifikasi dimakamkan oleh tim DVI Polda Sumbar. (tirto.id/Fajar Alfaridho Herman)

tirto.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatra Barat (Sumbar) memakamkan 24 jenazah korban banjir bandang yang belum teridentifikasi, pada Rabu (10/12/2025). Tindakan ini dilakukan lantaran jenazah sudah disimpan selama 13 hari.

Pantauan kontributor Tirto di RS Bhayangkara Padang, kegiatan diawali dengan proses pengemasan jenazah. Petugas memasangkan kain kafan, lalu memasukan jenazah ke dalam peti. Selanjutnya, jenazah dimasukan ke dalam mobil ambulans.

24 Jenazah Korban Banjir Bandang Sumbar Dimakamkan

Sejumlah ambulance berjejer di halaman RS Bhayangkara Padang menunggu jenazah korban banjir bandang yang akan dimakamkan, Rabu (10/12/2025). Sebanyak 24 jenazah korban banjir bandang yang belum teridentifikasi dimakamkan oleh tim DVI Polda Sumbar. (tirto.id/Fajar Alfaridho Herman)

Puluhan jenazah tersebut lantas dibawa ke Masjid Raya Sumatera Barat untuk di salatkan. Setelahnya, jenazah dibawa ke lokasi tanah kuburan yang telah ditentukan di kawasan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

"Hari ini kita melaksanakan pemakaman terhadap puluhan jenazah korban banjir bandang yang belum teridentifikasi. Mulai dari persiapan, lalu disalatkan, kemudian dikuburkan," kata Irwasda Polda Sumbar, Kombes Pol Guritno Wibowo, kepada awak media.

"Ada 24 jenazah yang dimakamkan, sebanyak 20 jenazah utuh dan 4 potongan badan," tambahnya.

Menurut Guritno, puluhan jenazah tersebut sudah waktunya untuk dimakamkan karena hampir dua minggu tersimpan di RS Bhayangkara Padang.

"Alasannya karena memang sudah cukup lama, memang sudah harus dimakamkan. Jadi sudah ada tes DNA, maka nanti jika ada warga yang mencari keluarganya bisa melalui tes DNA itu," katanya.

"Kita juga sudah memberikan tanda di masing-masing nisan jenazah itu jika nantinya ada pihak keluarga yang bertanya," tambahnya.

Guritno juga mengatakan mayoritas jenazah yang belum teridentifikasi berasal dari Kabupaten Agam.

"Rata-rata jenazah yang belum teridentifikasi ini berasal dari Kabupaten Agam dan beberapa daerah lainnya. Dari Kabupaten Agam sekitar 17 jenazah, dari Kabupaten Padang Pariaman 6 jenazah dan 1 jenazah dari Kota Padang Panjang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol Harry Andromeda, mengatakan masih ada enam jenazah lagi yang masih proses identifikasi.

Harry juga mengungkapkan pihaknya mengalami beberapa kesulitan saat melakukan identifikasi jenazah karena mayoritas korban anak-anak yang belum mempunyai identitas dan korban yang lama terendam air sehingga menyebabkan pembusukan lebih cepat dan sulit dikenali secara visual.

Hingga saat ini, tim DVI Polda Sumbar sudah menerima sebanyak 21 sampel DNA dari 24 jenazah yang akan dimakamkan tersebut.

"Sudah ada 21 sampel DNA yang kita terima, tapi masih berada di Jakarta dan masih kita tunggu," katanya.

"Sebelumnya kita juga sudah koordinasi dengan pemerintah daerah, dengan Dinas Sosial, kemudian menyebarkan informasi melalui media sosial, sudah ada keluarga yang datang dan sudah diambil juga sampel DNA. Maka dari itu, ini sudah bisa dikatakan layak untuk dimakamkan," tambahnya.

Baca juga artikel terkait BANJIR SUMATERA BARAT atau tulisan lainnya dari Fajar Alfaridho Herman

tirto.id - Flash News
Kontributor: Fajar Alfaridho Herman
Penulis: Fajar Alfaridho Herman
Editor: Siti Fatimah